
Elena sudah kembali ke penginapannya, dia yakin jika Victor akan datang menemuinya. Dia tahu kalau Victor akan bertanggungjawab atas semua perbuatannya.
Dia sudah mempersiapkan semua apa yang harus dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Victor di sana.
Elena senyum-senyum sendiri membayangkan Victor datang untuk menemuinya di kamar itu.
***
Victor dan Agni akhirnya memutuskan untuk pulang ke penginapan, tidak jauh dari pasar malam itu. Terlalu dingin di sana sekarang, Agni tidak mau si kembar mengalami kedinginan hanya karena ingin memenuhi hasratnya yang ingin keluar malam.
Mereka sudah sampai kembali di penginapan. Agni langsung menyiapkan tempat tidur untuk si kembar. Mereka sudah terlelap dari perjalanan tadi. Kini Agni hanya memindahkan mereka saja ke tempat tidur yang lebih nyaman.
"Kamu pasti tidak sabar lagi dengan hukuman yang akan aku berikan, kan?" Saat Agni masih mempersiapkan tempat tidur si kembar, Victor berbisik di telinga Agni. Hawa dingin yang tadi masih terasa kini dihalau oleh hawa hangat dari mulut Victor.
Baca juga: Zora's scandal (novel tamat, lihat di profil saya)
Agni tahu apa yang akan dilakukan Victor padanya. Otak VIctor yang penuh dengan *@** membuat Agni bergidik untuk sesaat, dia membayangkan Victor akan menyiksanya habis-habisan malam ini.
__ADS_1
"Semoga tanganku tidak diikat!" Agni berbicara pada dirinya sendiri.
Victor sudah bersiap-siap di atas tempat tidur, memandang tajam pada Agni yang rasanya memperlambat gerakannya untuk membereskan tempat tidur si kembar.
"Jangan terlalu lama, sayang. Aku tahu kau juga sudah tidak sabar kan?" Victor berusaha menggoda Agni dari tempat tidur.
Agni sebenarnya tidak perlu gugup lagi karena Victor adalah suaminya, namun tetap saja dia gugup karena Agni tahu apa yang akan dilakukan Victor adalah sebuah hukuman untuknya.
"Agni!" Victor mendesah memanggil Agni, seolah dia tidak mau membangunkan si kembar.
Victor bangkit dari tidurnya dan mendekati Agni. Agni merasa dia akan segera diseret ke tempat tidur. Namun pikirannya itu salah Victor membantu memindahkan si kembar ke atas tempat tidur mereka masing-masing.
"Kau lambat sekali, sayang! Jangan pura-pura budek, ya. Aku tidak suka. Hukumanmu bisa dilipatgandakan kalau begini ceritanya!" Victor memeluk mesra Agni dan membawanya pelan-pelan ke atas tempat tidur.
Setelah mereka sampai di ujung tempat tidur itu. Mereka berhenti dan Victor mulai mencumbu Agni di sana.
Victor mengecup kening Agni. "Maafkan aku sayang, aku harus pergi sebentar ke penginapan perempuan gila itu. Sebentar saja, tidak lam-lama!" Victor berbisik pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Agni gugup, dia dari tadi sudah bersiap-siap untuk menerima hukuman dari Victor namun tampaknya dia belum siap juga.
Baca juga: Zora's scandal (novel tamat, lihat di profil saya)
Melihat Agni yang tidak merespon balik, Victor semakin merasa bersalah. "Apakah Agni tahu jika aku akan meninggalkannya sebentar demi Elena?" Victor melihat mata Agni yang seolah tidak sanggup melihat matanya itu.
"Sayang, kenapa?" Victor memberanikan diri bertanya lembut pada Agni.
"Eh, kenapa?" Agni heran, kenapa Victor justeru bertanya padanya, dia tidak mungkin menjawab, "Aku takut!". Agni diam saja. Melihat sayu pada sepasang mata Victor yang tajam itu.
"Kamu nggak apa-apa kan?" Victor balik bertanya.
"Nggak apa-apa kok!" Agni tersenyum.
"Kamu pasti tidak sabar ingin menerima hukuman dariku kan? Hahaha!" Victor berusaha mengubah suasana menjadi hangat kembali. Padahal dia hanya berasumsi saja dari tadi.
Victor mulai menarik wajah manis Agni, memandang pelan mata dan bibir Agni yang seksi, merah muda, dibalur dengan lipstik yang tipis. Tampak semakin seksi karena Agni kini seperti orang yang pemalu.
__ADS_1