Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Ratih dan Victor


__ADS_3

Tampak Victor sedang tiduran di pangkuan Mbo Ratih. Dia sangat manja dan tunduk pada Mbo Ratih. Sejak kepergian Bapak dan Ibunya, hanya Mbo Ratih yang dia punyai di dunia ini. Dia sudah seperti ibu sekaligus ayah bagi Victor kecil, sampai sekarang setelah dia dewasa dan menjadi bos preman di kota ini, Victor masih selalu mendapat kasih sayang dari Mbo Ratih.


Mbo Ratih selalu mendukung apa yang dilakukan Victor, namun dia selalu memberi nasihat yang paling baik pada Victor. Laiknya seorang ibu, Mbo Ratih merawat Victor dengan penuh kasih sayang, kalau salah dia akan mengingatkan, jika benar dia akan memuji Victor.


Maka jika Victor bisa murka sejadi-jadinya pada orang lain terutama anak buah dan rivalnya di lapangan, Victor tidak berdaya di depan Mbo Ratih. Jasanya pada Victor sudah tidak bisa dihitung lagi, bahkan karena Mbo Ratih, Victor tidak jadi gelandangan karena tidak punya siapa-siapa untuk menyandarkan kepalanya.


Mbo Ratih masih seorang gadis, dia tidak pernah menikah. Hidupnya didedikasikan hanya untuk Victor. Beberapa kali dia berusaha untuk mendekati laki-laki, namun hubungan mereka harus kandas karena tidak ada laki-laki yang bersedia menikah dengan Mbo Ratih jika harus turut membawa Victor ke dalam rumah tangga mereka.


Tidak sedikit pula laki-laki yang berusaha mendekati Ratih yang manis dan polos namun mundur pelan-pelan karena gossip yang beredar mengatakan Ratih bukan perempuan baik-baik. Victor adalah anak haram dari hubungan haramnya dengan laki-laki lain, Ratih bukan perempuan baik-baik.


Ratih menjadi gadis untuk selamanya, dia memutuskan untuk mempertahankan Victor daripada memilih dan menuruti permintaan laki-laki yang ingin menikahinya dengan syarat agar dia meninggalkan Victor di Panti Asuhan.


Ratih menyimpulkan dalam hatinya jika semua laki-laki yang mendekatinya itu bukanlah laki-laki yang baik, tidak manusia yang seutuhnya. Bagaimana mereka menolak kehadiran anak kecil yang ditinggal kedua orang tuanya sementara anak itu tidak memiliki sanak saudara yang bisa diharapkan untuk merewat mereka? Ratih tidak mau menikah pada laki-laki yang bukan manusia.

__ADS_1


***


“Mbo, kenapa saat kita sudah menyesalpun, apa yang kita harapkan tidak kunjung dapat?” Victor melihat wajah Mbo Ratih dengan sayu.


Mbo Ratih mengusap-usap rambut Victor yang tebal. Dilihatnya untuk beberapa saat wajah tampan Victor yang mulai tumuh janggutnya. Victor sudah tidak mencukur wajahnya sejak Agni pergi dari rumah.


Seperti sedang memproses data dari wajah Victor, Ratih memilih-milih kata-kata yang paling tepat untuk menasihati Victor.


“Memang selalu begitu, penyesalan selalu datang terlambat. Jangan hanyut dalam penyesalan itu. Kau hanya bisa bersabar dan menunggu. Mbo masih yakin jika Agni akan datang suatu saat, kalian akan hidup bahagia selamanya, yakinkan itu, dan jangan memikirkan hal-hal yang buruk menimpa Agni dan anakmu. Kalau kau memikirkan hal-hal yang positif, hal-hal yang positiflah yang akan datang padamu, begitu juga sebaliknya. Hukum tarik menarik akan selalu ada.” Mbo Ratih tersenyum pada Victor yang sudah lama tidak meminta nasihatnya, yang sudah lama tidak bermanja-manjaan pada perempuan setengah baya itu.


“Jangan menyalahkan diri sendiri terus, kalau begitu, kau tidak akan melangkah dengan ringan. Menyesallah sekali dan lakukan apa yang bisa kau lakukan untuk memperbaiki semua yang sudah kau lakukan di masa lampau!” Mbo Ratih masih mengusap rambut kasar Victor.


Baca juga: Zora's Scandal (lihat pada profil)

__ADS_1


“Baik, mbo, aku akan melakukan yang terbaik untuk menemukan Agni dan anak kami kembali!” Victor meyakinkan Mbo Ratih, terutama sebenarnya, dia meyakinkan dirinya sendiri.


“Bagus kalau begitu,” Mbo Ratih mencubit hidung Victor yang mancung.


“Jangan mbo, aku bukan anak kecil lagi!” Victor tidak pernah suka jika Mbo Ratih mencubit hidungnya yang mancung itu.


“Bukan anak kecil tapi masih tidur di pangkuan, mbo. Itu bagaimana?” Mbo Ratih membela diri.


“Itu beda, aku suka tiduran di pangkuan mbo, tapi tidak suka jika harus mendapat cubitan di hidung, sakit!” Victor melempar senyumnya dari bawah, ditatapnya wajah mbo Ratih, keningnya sudah mulai berkerut, tanda-tanda usianya sudah tidak muda lagi.


“Ih, dasar, nggak mau rugi!” Mbo Ratih mencubit hidung Victor lagi.


Victor berusaha menghindar, namun dia tidak mau beranjak dari pangkuan Mbo Ratih.

__ADS_1


Jangan lupa vote, komen, like, favorite ❤ semoga jadi berkah🙏


Bersambung...


__ADS_2