
"Awas kalau kau masih berani mendekati keluarga kecilku, aku tidak akan segan-segan menghabisimu, bukan kau saja, juga papamu, kau kira aku tidak tahu kalau papamu berusaha menjatuhkanku dengan mengirimmu ke sini? Jangan kira aku orang goblok yang bisa kau tipu, Elena. Kau kira dengan badanmu yang seksi ini bisa menjeratku begitu saja?"
Tentu saja Victor sedang mengarang cerita, dia hanya mau mengancam Elena agar tidak terobsesi padanya dan ingin mendapatkan cintanya.
Elena ingin menimpali perkataan Victor yang menuduhnya sembarangan, apalagi membawa-bawa serta papanya dalam masalah mereka ini, namun dia tidak bisa melakukannya, lebernya masih tercekik oleh tangan kekar Victor, dia tidak kuasa melepaskan diri dari Victor yang sudah tidak bisa lagi mengendalikan dirinya.
Elena tidak melawan, semakin dia melawan dia semakin merasakan sakitnya ceikikan Victor, dia tidak mau mati konyol. Apalagi mati di negeri orang, dia ngeri membayangkan jika dia harus mati di sana, tanpa diketahui oleh orang-orang kesayangannya. Elena lebih baik diam dan merasakan sakit yang teramat itu demi melindungi nyawanya, Victor tampaknya sudah hilang akal sehat sekarang.
Victor meliahat wajah Elena yang ketakutan dan mulai kehilngan nafas. Dia seram melihat wajah itu tidak berdaya. Dia segera sadar, dia tidak mau membunuh Elena karena dia bisa jadi buronan, dia tidak mau menelantarkan Agni da kedua anaknya jika dia membunuh Elena, ancamannya pada Elena mungkin lebih dari cukup untuk membuat Elena jera dan tidak lagi mengikutinya kemanapun Victor pergi.
__ADS_1
Victor melepaskan pelan-pelan cekikannya, Elena batuk-batuk, tiba-tiba oksigen masuk melalui hdiung dan mulutnya bersamaan.
Elena menghirup dalam-dalam oksigen agar dia tidak mati kehabisan oksigen, dia lega karena akhrinya Victor sadar dan tidak jadi membunuhnya begitu saja.
Baca juga: Zona's Sandal (Novel Tamat Yang Bagus Buat Kamu)
Elena merapikan rambutnya yang acak-acakan. Victor kini memegang kepalanya, dia juga lega, akhirnya dia sadar dari emosinya yang memuncak.
Sekarang dia hanya berpikir bagaimana agar Agni tidak melihat video mereka yang sudah terlanjur dikirimkan Elena itu.
__ADS_1
"Kau memang sialan, Elena!" Dia menatap kembali pada Elena yang masih ketakutan.
Elena takut, dia benar-benar kapok. Dia tidak mau lagi menerima perlakukan kasar Victor. Dia tidak mau mengusik lagi emosi Victor.
Dia menunduk saat mata nanar dan nafas Victor yang berat terdengar mengerikan di telinga Elena, dia tidak mau lagi membuat Victor marah. Dia menyesal telah melakukan kesalahan itu, dia benar-benar khilaf, dia pikir jika dia melakukannya, Agni akan meninggalkannya segera dan tidak ada pilihan Victor untuk menikahinya karena memang dia hamil anak dari Victor.
Elena benar-benar jujur perihal anak yang sedang ada di dalam kandungannya itu, mendadak dia sedih karena Victor tidak mengakui anak itu, karena malah Victor hendak membunuhnya tadi, kengerian itu terbayang-bayang di otak Elena, belum pernah dia mengalami kengerian yang baru saja dia rasakan tadi.
Elena menelan ludahnya sendiri, dia haus, dia ingin segera meneguk air segar karena cekikan Victor tadi mampu membuatnya kelelahan, tenggorokannya kering ingin segear diguyur air segar. Namun semua niat itu diurungkannya, karena dia tidak mau melakukan gerakan tambahan yang bisa saja memicu kemaran Victor. Mata seram Victor masih menatapnya, Elena merasa ngeri.
__ADS_1