
"Kita tidur yuk!" Victor membujuk Agni.
Agni melorotkan badannya di atas tempat tidur dan berusaha memejamkan matanya yang masih sembab.
Victor memeluknya dan mengusap-usap rambutnya lembut. Dia sangat kasihan pada Agni, benar-benar kasihan. Dia tidak mau kehilangan Agni, dan dia menjadi sekejam itu pada istrinya itu.
"Ini semua karena ulah Elena, brengsek!" Victor memaki-maki Elena di dalam hatinya.
Victor menarik kepala Agni, menatap mata Agni yang kini terbuka karena Agni merasa jika Victor sedang ingin berbicara padanya.
"Maafkan aku sayang!" Victor benar-benar menyesal telah melakukan hal yang kejam itu pada Agni.
"Tidak apa-apa!" Agni berusaha tersenyum walau masih ada rasa kesal yang tertinggal di dalam hatinya.
Victor mengecup bibir Agni pelan, sangat lembut. Agni masih diam saja, dia tidak bereaksi, tidak menyambut pun tidak menolak kecupan itu.
Victor merasa jika Agni sedang tidak ingin melakukannya malam ini. Maka dia menghentikan kecupan itu. Dia mendekap kepala Agni di dadanya yang bidang sekarang.
__ADS_1
Agni bisa menicum bau parfume dan keringat Victor sekarang.
Agni mulai terpancing sebenarnya dengan bau badan Victor itu, namun dia tidak mau melakukannya sekarang, dia membalas pelukan Victor saja. Dia bisa merasakan detakan jantung Victor sekarang, dan itu sangat membuat Agni merasa sangat nyaman untuk berada di dekapan Victor.
Cukup lama Agni menahan hasratnya sendiri. Dia tidak bisa tidur. Bagaimanapun tubuh Victor selalu bisa membuatnya tergoda dan merasa lebih bergairah.
Victor sudah terlelap, mungkin saja dia sudah bermimpi. Agni pun kini berusaha untuk memejamkan mata agar dia juga bisa terlelap.
Dengkuran Victor mengganggu Agni. Dia tidak bisa tidur.
"Sepertinya Victor sangat lelah, apa yang dilakukannya tadi saat aku masih diikat?" Agni tiba-tiba ingat tingkah aneh Victor, sampai dia mau melihat isi ponselnya, sangat aneh buat Agni yang tidak pernah dicurigai selama ini oleh Victor.
"Sayang!" Agni mengguncang pelan tubuh Victor agar Victor terbangun dan dengkuran itu tidak mengganggunya lagi.
"Hmm!" Victor menjawab singkat.
"Sayang, kamu mendengkur, aku tidak bisa tidur!" Agni megnadu.
__ADS_1
"Aku ngantuk sekali, sayang!" Victor menjawab, matanya masih tertutup.
Agni membiarkan Victor kembali tertidur, sementara dia masih berusaha untuk terlelap. Dia sangat ingin tertidur, karena beberapa jam lagi si kembar akan terbangun, mereka berdua terlalu cepat tidur tadi malam.
Agni melihat jam dinding, sudah mununjukkan pukul 2 pagi. Dia masih belum bisa terlelap.
Tiba-tiba dia merasakan tangan hangat Victor nyosor ke dalam bajunya dan meremas gundukan yang ada di sana.
"Astaga!" Agni bergumam, hasratnya yang sedari tadi ditahannya tiba-tiba muncul.
Sangat lembut tangan itu meremas. Tapi mata Victor masih tertutup. Sepertinya Victor masih tertidur, "Apakah dia sedang bermimpi?" Agni penasaran.
Dia membuka mata Victor, tidak ada perlawanan. Victor benar-benar sedang tertidur. Dia membiarkan saja tangan itu meramas-remas gunung-gunungnya bergantian.
Agni semakin terpancing. Diarahkannya tangan itu menuju ke bawah dan entah sadar atau tidak, jari-jari Victor langsung mempermainkan milik Agni. Dan itu yang diinginkan Agni.
Agni mulai mengeluarkan suara-suara manja. Nafasnya memburu. Dia benar-benar sangat bergairah sekarang.
__ADS_1
Tangannya mulai menjalar menuju paha Victor dan berusaha meraih sesuatu yang terselip di sana.