
Victor meninggalkan Agni dalam keadaan terikat. Ingin Agni teriak di sana namun dia tidak mau membangunkan ke dua anaknya, dan apalagi tetangga kamar mereka.
"Hukuman macam apa yang sedang diberikan Victor padaku? Brengsek!" Agni tidak menyangka dia akan dihukum dengan cara yang seperti ini.
***
Dengan taksi, Victor pergi ke alamat hotel yang diterimanya dari Elena. Dia mau menyelesaikan persoalannya dengan Elena. Dia tidak mau masalah itu berlarut begitu saja tanpa ada penyelesaian.
Victor sudah sampai di depan kamar Elena.
Dia mengetuk pintu kamar itu dan tidak lama setelah itu pintu terbuka dan Elena tampak dengan busana yang sangat minim.
"Kau mau menggodaku lagi ya?" Bisik Victor di dalam hatinya.
"Hai, Victor, aku yakin kau akan datang. Aku tahu kau sangat getnleman." Elena menarik tangan Victor masuk ke dalam kamar dan menutup kamar itu segera.
"Apa yang mau kau sampaikan padaku hingga kau mengejarku sampai ke sini?" Victor dengan suara datar.
"Jangan buru-buru dulu, kau tidak mau bercinta denganku? Udara Korea sedang dingin-dinginnya, kau pasti butuh kehangatan kan?" Elena berusaha menggoda Victor.
"Aku tidak punya banyak waktu, katakanlah sekarang apa yang akan kau katakan? Kau mau bilang kalau kau sedang hamil, dan anak itu adalah anakku, begitu?" Victor tersenyum sinis pada Elena.
"Oh, ternyata kau sudah tahu. Baguslah, aku tidak perlu menyampaikannya lagi padamu, sekarang bagaimana rencanamu dengan anak ini?" Elena memegang perutnya.
"Jangan kau kira kau gampang ditipu!" Victor tersenyum sinis lagi.
"Aku tidak menipumu, aku hamil, Victor, dan ini anakmu!" Elena meraih tangan Victor.
"Lepaskan tanganku!" Victor melepaskan pegangan Elena. "Apa buktinya jika anak yang sedang kau kandung itu adalah anakku?" Victor menatap tajam mata Elena.
__ADS_1
"Oh, kau perlu bukti? Tidak ada laki-laki yang tidur denganku dua bulan terakhir kalau tidak bersamamu." Elena menatap mata Victor.
"Apakah itu bisa jadi bukti, tetap saja itu tidak cukup jadi bukti, bisa saja kau berbohong, kan?" Victor tersenyum sinis lagi.
"Kau tidak akan suka jika aku tunjukkan bukti jika kau pernah tidur bersamaku!" Elena mengancam.
"Maksudmu apa?" Victor mulai gentar juga.
"Victor, kau tidak bisa lariku lagi. Sebaiknya kau nikahi aku!"
"Jangan sinting, aku sudah punya istri!"
"Ceraikan!" Elena dengan gampangnya menjawab Victor, tidak ada beban.
"Gampang sekali kau mengatakan itu. Kau kira aku akan menuruti permintaan bodohmu ini?" Victor masih berusaha bertahan.
"Kalau aku kirim video ini ke istrimu, paling dia yang akan minta cerai padamu." Elena memegang ponselnya dan menunjukkan ponsel itu pada Victor.
"Aku tidak pernah menganggapmu anak kecil yang gampang di tipu kok, aku hanya menyampaikan apa yang sebenarnya, sekarang kau bisa memilih, menikahiku dan jadikan aku istri keduamu atau kau ceraikan istrimu. Bukankah kau sangat terobsesi dengan tubuh wanita, aku penasaran mengapa kau tidak menyanggupi saja permintaanku!" Elena menatap Victor, ada sedikit senyum di bibir tipisnya itu.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, lihat di profil saya) 🤗
"Jangan suka menghakimi orang lain, Elena. Kau tidak mengenalku. Silakan kirim video itu pada istriku, aku mau melihat apakah yang kau ucapkan barusan benar-benar ada atau hanya menggertakku saja!" Victor sinis.
"Baik kalau begitu!" Elena mulai mengotak-atik ponselnya dan menunjukkan video itu pada Victor.
Victor melihat bagaimana dia menggauli Elena di dalam video itu.
"Brengsek!" Victor benar-benar panik sekarang. "Apa yang harus saya lakukan?" Victor bebrbicara pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Kau mau aku mengirim ini pada istrimu? Dengan sekali tekan, video ini akan segera terkirim!" Elena tersenyum pda Victor yang masih mematung di depannya.
Victor langsung merampas ponsel Elena dan menghapus video itu.
"Haha, Victor, Victor, aku bukan anak kecil yang bodoh, ingat itu. Aku sudah mengirim video itu lewat ponsel yang lain. Dan Agni, sudah menerima video itu sebelum kau sampia ke sini!"
Victor berang, dia melempar ponsel Elena ke lantai dan mencekik Elena.
"Brengsek! Kau tidak bisa melakukan semuanya dengan semaumu!" Victor kalap, dia benar-benar tidak bisa mengontrol emosinya lagi.
Satu tendangan mendarat di ************ Victor.
"Aw!" Victor mengeluh.
Elena memakai waktu itu untuk berusaha lari.
Sebelum Elena benar-benar keluar dari kamar itu, Victor meraih rambut Elena.
Ditariknya kembali Elena dan mencampakkannya begitu saja.
"Dasar wanita ******!" Victor dengan suara bergetar.
"Sekarang kau memaki wanita ****** yang sudah kau tiduri selama ini?" Elena mengganggu pikiran Victor.
Victor tidak kuasa menahan emosinya. Dicekiknya lagi Elena. Elena tidak berdaya, dia tidak bisa melakukan perlawanan lagi. Dia benar-benar tersudut sekarang.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, lihat di profil saya) 🤗
Elena tidak mengira jika Victor benar-benar mencintai Agni, dia salah menilai Victor, ternyata Victor juga bisa sangat kasar pada wanita.
__ADS_1
Mata Elena menunjukkan ketakutan yang teramat dalam sedangkan mata Victor seperti hendak copot sangkin marahnya.
Dia tidak mau didikte oleh Elena terus menerus seperti ini, dia harus mengakhiri semua ini, sesegera mungkin.