Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Khayalan Siska


__ADS_3

Victor akhirnya lega karena akhirnya Elisa mau memaafkannya. Dia pergi meninggalkan mereka berdua di sana karena ada urusan di luar sebelum mereka makan malam bersama nanti. Victor sudah meminta Mbo Ratih memasak makanan yang paling enak karena dia sangat senang dan lega sekarang, bukan karena dia dimaafkan kesalahannya saja oleh Elisa dan Agni namun lebih dari situ, dia akhirnya bisa menyadari dan lebih terbuka untuk memperlihatkan emosi cintanya pada Agni.


Akhirnya dia bisa menerima dirinya apa adanya. Saat Victor berangkat dia meninggalkan Agni dan Elisa menggendong si kembar, Abisetya digendong oleh Agni dan Abiwara digendong oleh Elisa.


“Kenapa elu lebih suka dengan Abiwara, Sa?” Agni penasaran, sejak mereka berdua lahir, Elisa selalu memberikan perhatian lebih pada Abiwara.


“Enggak tahu, sepertinya dia lebih tampan dan kuat saja!”


“Maksud elu, Setya tidak?” Agni protes, dia, secara pribadi lebih suka dengan ketenangan Abisetya.


“Tampan juga, tapi entahlah, keduanya emang sama-sama menggemaskan, namun Abiwara lebih menggemaskan karena kelincahannya. Hahaha!” Elisa tertawa.


“Semoga mereka tumbuh jadi anak yang baik ya!” Agni menatap Abisetya dan Abiwara bergantian. Dia senang karena dia bisa melihat mereka dan menyaksikan mereka tumbuh besar.


“Amin, pasti, Ni!” Elisa meyakinkan Agni.


***


Sementara Siska tiduran dan berselancar di ponselnya karena ada Agni dan Elisa yang sedang menjaga si kembar.


“Hahaha, aku sudah seperti nyonya rumah nih di sini, sementara dua pembantuku sedang menjaga anak-anakku, hahaha!” Siska mulai ngelantur.

__ADS_1


“Siska!” suara itu mengagetkan Siska yang sedang melamun memiliki si kembar dan papanya, Victor.


“Iya, Mbo!” Siska langsung duduk dari tidurnya karena dia tahu suara itu adalah suara Mbo Ratih.


“Enak ya tiduran saja, bantu saya masak untuk nanti malam!” Mbo Ratih tidak senang melihat kelakuan Siska. Mbo Ratih curiga jika Siska memiliki niat yang tidak baik terhadap Victor, Agni dan kedua anak-anaknya.


Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.


“Baik, Mbo!” Siska memasang muka senyum.


Senyum itu tampak dipaksakan, Mbo Ratih semakin curiga dengan gelagat Siska.


Mbo Ratih melihat sekilas ke sekeliling kamar Siska yang harum lagi rapi, kemudian memberikan kode pada Siska untuk mengikutinya ke dapur.


Mbo Ratih sadar, ternyata dia sudah terlalu lama tidak mencicipi hidangan makanan di luar, dia selalu makan makanan yang dia masak sendiri dan tidak tahu jika sudah banyak perkembangan di dunia kuliner saat ini.


Beberapa hidangan telah selesai, kini mereka sedang menunggu Victor pulang rumah. Saat-saat itu dipergunakan Siska untuk mandi dan berdandan apa adanya, yang penting bisa terlihat cantik namun tetap tampak sesederhana mungkin, dia tidak suka berdandan menor memang.


***


Karena Siska pintar memasak itu, Mbo Ratih menjadi kagum padanya dan memuji kepolosan Siska. Dia ingat, dulu dia juga dari kampung, pergi ke Jakarta merantau dan jadi pembantu keluarga Victor. Perasaan senasib itu membuat Mbo Ratih tergugah, bisa jadi Mbo Ratih akan berbalik menyukainya.

__ADS_1


Malam itu mereka berkeliling di meja makan setelah Victor mandi segera setelah sampai di rumah. Victor tidak mau makan jika masih ada debu jalanan yang menempel di badannya. Dia lebih memilih makan dengan keadaan bersih. Tidak heran jika Victor memiliki kulit yang sehat dan tampak sangat terawat, pekerjaan di jalanan tidak lantas membuatnya tampil kumal dan urakan.


“Makan yang banyak ya, Sa!” Victor menyuruh Elisa untuk makan banyak.


“Iya, terima kasih!” Elisa berusaha menjawab seramah mungkin namun dia tidak bisa menutupi kecanggungannya.


“Siska di mana?” Mbo Ratih bertanya-tanya, lumayan kuat suaranya, dia sengaja agar orang-orang di sekitarnya mendengarnya.


Tidak ada yang menjawab Mbo Ratih, sementara Elisa bertanya-tanya mengapa Mbo Ratih bertanya demikian, begitu juga dengan Victor dan Agni, mereka heran mengapa Mbo Ratih seolah lebih perhatian sekarang dengan Siska. Menurut cerita yang didapat dari Victor, Mbo Ratih dan Siska tidak pernah akur, sedangkan Elisa lebih pada kecurigaan pada sosok Siska.


“Siska di mana, Victor?” Mbo Ratih menghentikan makannya dan hendak beranjak mencari Siska.


“Mbo, dia sedang menjaga si kembar!” Victor berusaha menahan langkah Mbo Ratih.


“Loh, kenapa harus dijaga, mereka kan sudah tidur?” Mbo Ratih menunjukkan rasa tidak Sukanya karena Siska tidak diajak makan bersama malam itu.


Victor terdiam, dia tidak berniat untuk tidak mengajak Siska sebenarnya, dia menjadi semakin heran mengapa Mbo Ratih semakin perhatian pada Siska.


Mbo Ratih beranjak menuju kamar si kembar. Sejak Agni ada, si kembar diungsikan di kamar lain agar Siska tidak keluar masuk ke kamar mereka.


Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.

__ADS_1


Karena Mbo Ratih berkeras untuk mengajak Siska makan bersama dengan mereka malam itu dan kini mungkin sedang berbicara dengan Siska, akhirnya mereka makan dengan saling tatap-tatapan, entah apa yang ada di pikiran masing-masing sekarang.


Bersambung…


__ADS_2