Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Siska Banjir Pujian


__ADS_3

Malam itu Siska makan bersama dengan mereka. Sebenarnya dia sudah berusaha menolak ajakan Mbo Ratih, tetapi dia tidak kuasa menolak ajakan itu. Seperti biasa Mbo Ratih adalah penguasa di rumah itu setelah Victor, Siska tahu itu.


“Gimana? Enak nggak makanannya?” Mbo Ratih bertanya pada forum makan malam yang sedang asyik-asyiknya bersantap ria.


Mereka mengangguk-angguk.


“Enak Mbo, lebih enak dari biasanya, hehehe! Terima kasih ya Mbo sudah masak enak malam ini.” Victor memuji lezatnya makan malam kali ini.


“Hmm, kalau mau berterima kasih, berterima kasihlah pada Siska, dia yang memasak ini semua, aku hanya membatu saja!” Mbo Ratih melirik ke arah Siska yang kini tertunduk, tersipu malu.


“Wah, benarkah?” Victor bertanya lagi, dia terkejut juga dengan pernyataan Mbo Ratih itu.


“Bener!” Mbo Ratih membelalakkan matanya, tanda dia sangat antusias untuk membahas hal itu. Dia sangat berusaha menonjolkan Siska malam itu.


Elisa merasa ada yang aneh. “Bukannya malam ini saya diundang karena mereka sedang merayakan kepulangan Agni dan pulihnya kembali rumah tangganya?” Elisa berbisik di dalam hatinya, dia terus makan apa yang sedang ada di piringnya, sampai habis. Kalau mau diakui, dia juga merasa kalau masakan Siska itu sangat lezat.

__ADS_1


“Wah, ternyata Siska berbakat sekali ya!” Agni akhirnya terpaksa memuji Siska karena Victor dan Mbo Ratih tampak memujinya dan mata mereka berbinar-binar menunjukkan antusiasmenya masing-masing.


Agni melirik pada Elisa, dia tahu jika Elisa tahu apa yang sedang di pikiran Agni sekarang. Elisa menaikkan alisnya pada Agni. Entah apa maksudnya, apakah Elisa setuju dengan enaknya makanan malam itu atau Elisa tahu apa yang ada di pikirannya sekarang, Agni tidak tahu pasti.


***


Mbo Ratih puas karena dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menonjolkan Siska di hadapan Victor, Agni dan Elisa. Dia sadar betul jika dia sudah sangat menyukai Siska sekarang. Dia polos dan tidak banyak maunya, dia juga tidak terlalu suka dipuji, itu yang membuat Mbo Ratih semakin jatuh hati pada Siska.


Sementara Siska di kamarnya juga sangat puas, dia tahu jika nenek tua yang sudah mulai renta dan bau tanah itu mulai menyukainya namun dia harus menyembunyikan rasa senangnya itu dari nenek tua itu.


Siska tampak senyum-senyum sendiri dengan bonekanya. Dia ajak ngobrol untuk beberapa saat, sebelum dia mengusap rambut boneka yang pirang itu kemudian memasukkannya kembali ke dalam kopernya.


Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.


Sementara Agni dan Victor kini masuk ke dalam kamarnya. Mereka membawa Abisetya dan Abiwara ke dalam kamar mereka setelah menghantar pulang Elisa sampai di gerbang rumah mereka yang luas.

__ADS_1


“Lucu ya, tiba-tiba Mbo Ratih memuji-muji Siska di hadapan kita. Biasanya dia selalu memarahi Siska loh, apa yang dilakukan Siska selalu salah di matanya. Dia bilang Siska itu pura-pura polos dan berusaha menggodaku!” Victor berbicara pada Agni di atas ranjang sambil tatap-tatapan.


“Menggodamu?” Agni melotot.


“Tidak kok, lihat buktinya, Mbo Ratih juga sadar jika Siska tidak berusaha menggodaku, emang dia polos banget kok! Kadang kepolosannya dianggap berlebihan oleh orang yang baru saja mengenalnya. Gitu!” Victor menerangkan panjang lebar mengenai Siska.


“Oh, baguslah. Aku kira selama aku tidak di sini, kalian…”


“Ssst…” Victor memegang bibir Agni agar segera diam, sejurus kemudian tangan itu berganti menjadi bibir seksi Victor.


Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.


Mereka kini saling pagut. Kerinduan mereka tumpahkan semua malam itu, sampai beberapa saat mereka saling melepas rindu hingga akhirnya terlelap sementara burung hantu mulai berkeliaran di luar sana, mencari makan di malam hari.


Bersamung….

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan share novel ini di semua sosial media kaka-kaka sekalian ya, terima kasih!


__ADS_2