
Malam ini adalah malam pertama mereka di Bali. Agni benar-benar menikmati masa-masa indah bersama Victor di pulau para Dewa itu. Sudah lama Agni menunggu masa-masa seperti ini. Dia kini semakin yakin dengan keputusannya untuk mengikuti Victor dan lagi dan lagi melawan apa kata sahabatnya, Elisa.
Malam ini Agni melihat Victor seakan hendak bergegas keluar kamar, dia memakai satu-satunya kemeja lengan panjang yang dibawanya dari Jakarta. Lebih anehnya lagi, Agni tidak diajak atau sekadar diberitahu jika dia, suaminya itu akan meninggalkan kamar segera, karena tidak mungkin Victor memaka kemeja serapi itu, memakai sepatu, menyemprotkan banyak parfume di sekeliling tubuhnya, lebih banyak dari yang biasanya dia pakai.
Agni berusaha membuat Victor merasa bersalah dan mau mengatakan pada Agni hendak ke mana dia malam ini dengan mondar-mandir di kamar itu. Tapi dia tidak mau menanyakannya secara langsung, dia merasa bahwa Victorlah yang harus mengatakan ke mana dia hendak pergi.
Sudah sekian lama Victor berkaca di cermin namun dia tak kunjung memiliki keberanian untuk permisi pada Agni. Dia bingung mau mengatakan apa pada istrinya itu.
Karena waktu sudah mulai mepet dengan waktu yang sudah disepakati bersama dengan orang yang mau ditemui Victor di luar akhirnya dia memberanikan diri permisi pada Agni.
Victor melihat Agni yang sedang memakai daster. Agni dalam waktu yang bersamaan juga melihatnya. Mereka saling tatap untuk beberapa menit kemudian saling memalingkan wajah.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, pergi saja!" Agni masih memalingkan wajah dari tatapan Victor.
"Hmm..." Victor kikuk.
"Nggak usah segan. Aku bisa menunggumu di sini, pasti kau sedang ada pertemuan dengan kolegamu kan?" Agni hampir meneteskan air mata, ditahannya sekuat tenaga.
"Benar, aku permisi dulu ya!" Victor harusnya lega karena sudah dapat izin dari istrinya, namun ada yang mengganjal di dalam hatinya.
"Hati-hati di jalan!" Agni belum sanggup melihat Victor yang diduganya sedang menutupi sesuatu darinya.
Setelah Victor pergi, Agni menyesal tidak menahannya tadi. Dia menyesal tidak protes pada Victor. Dia menyesal tidak meminta ikut ke mana Victor pergi. Jika memang Victor pergi untuk bertemu koleganya, dia tidak mungkin dilarang ikut, atau ditinggal di kamar sendirian, kalau memang benar demikian "apakah aku tidak menarik maka dia harus malu menunjukkan saya kepada koleganya?" Agni berpikir sampai ke sana.
__ADS_1
Kalau tidak demikian, berarti ada seseorang yang mau ditemuinya di luar sana yang mungkin jika Agni tahu akan membuat Agni kecewa. Pikiran Agni semakin negatif karena dia sungguh-sungguh tidak terima dengan perlakuan Victor padanya malam ini.
Malam ini harusnya malam paling romantis yang pernah ada dari malam-malam yang sudah-sudah, karena malam ini adalah malam terakhir mereka di Pulau Dewata, Bali. Tetapi Victor begitu teganya meninggalkan dia sendirian di dalam kamar.
Tanpa Victor di sana, Agni merasa ngeri sendiri di dalam kamar. Tidak sehangat malam-malam sebelumnya. malam ini semakin dingin. Agni menggigil karena perasannya sendiri. Dia mau marah, namun dia tidak tahu harus marah kepada siapa, dia menyesal pada dirinya sendiri yang tidka mau terus terang jika dia keberatan kalau Victor harus pergi dari Villa sewaan mereka dan bertemu, mungkin bertemu dengan seseorang yang mungkin lebih cantik darinya. Pikiran Agni semakin kacau tidak terkendalikan. Seperti anak yang merengek, dia merengek pada diri sendiri, tidak ada orang lain di sana. Rengeknya didengarnya sendiri, dia tidak memiliki ide untuk melakukan apapun malam itu. Kengerian yang paling ngeri dalam hidupnya, suaminya, seperti bukan suaminya malam ini.
Victor yang romantis dan pengertian, selalu mengalah, kini berubah mengabaikannya begitu saja, rasanya Victor tidak pernah berubah. Dia jatuh dengan id dan egonya sendiri, jiwa kekanakan yang tidak memikirkan perasaan orang lain karena perilaku dan tindakannya sendiri.
Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil)
Agni yang malang, bulan madu yang romantis berubah menjadi bulan madu yang menyedihkan, klimaksnya tidak sampai, dia jatuh sejatuh-jatuhnya, pada kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
Jangan lupa vote dan beri dukungan pada novel ini ya kaka, terima kasih 🤗
Bersambung