
Siska kesal karena Victor memutus begitu saja panggilan darinya tanpa salam penutup, hal itu semakin meyakinkannya jika Victor sedang berbohong.
"Dasar laki-laki hidung belang. Tapi bagaimanapun, kau adalah idamanku, sayang!" Siska memaki sekaligus memuja Victor di waktu yang berbeda, tidak ada berjarak sedetikpun.
***
"Elena, kau sudah gila ya? Kau kira aku laki-laki yang bisa digoda begitu saja?" Victor jual mahal pada Elena yang kini sudah polos tak berbenang lagi, dia seperti bayi raksasa yang baru keluar dari rahim seorang ibu, tapi tidak ada darah sedikitpun di tubuh mulusnya itu.
Pemandangan sempurna itu sungguh mengguncang pertahanan Victor.
"Kau tahu jika aku sudah gila, kemarilah, gilalah bersamaku juga!" Elena masih melenggok-lenggokan tubuh mulusnya di depan Victor yang masih mematung ditempatnya.
Victor berbalik sebentar dan memperbaiki posisi pedangnya yang meronta-ronta entah sejak kapan, Victor juga tidak sadar akan hal itu.
"Dedekmu mau loh!" Elena masih menggoda Victor. Namun dia tidak mau mendekat pada Victor. Dia mau Victor yang ambil inisiatif untuk mendekat padanya.
"Keluar sekarang juga dari kamar ini!" Victor mengusir Elena.
__ADS_1
Elena seperti pengemis cinta yang dihempaskan begitu saja. Dia bak bidadari yang dilempar ke bumi, ke dunia yang penuh dengan derita. Duka di dalam hati Elena mulai menggunung sekarang.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di pofil saya)
"Kau mengusirku? Serius?" Elena memunguti bajunya yang dia lempari ke segala penjuru.
"Maafkan aku Elena, tapi aku tidak bisa!" Victor masih mematung membelakangi Elena.
"Kau takut dengan isterimu? Kau tidak mau mengingkari janji setiamu? Bullshit, kau sudah gila, mana ada orang yang tidak mengingkari janjinya jika kesemepatan ada. Apalagi istrimu juga tidak akan pernah tahu selama kita diam-diam saja tidak membeberkan ke siapapun." Elena memberikan ceramah yang dia berharap Victor yang sedang diceramahinya bisa berubah sikap.
"Aku benar-benar tidak mau, Elena. Jangan paksa aku!" Victor mengeluh, dia masih berusaha membuang hasratnya yang masih tersisa.
"Kau gila jika mengasosiasikan dirimu dengan bangkai, bodoh sekali!" Victor menatap tajam ke mata Elena.
Tatapan itu membuat Elena semakin berhasrat ingin merengkuh kenikmatan dari tubuh atletis Victor. Semakin Victor marah, semakin seksi dia di mata Elena.
"Biarlah, aku..."
__ADS_1
"Dan ingat, aku bukan buaya," Victor menunjuk ke arah Elena. "... bukan buaya yang kau kenal dulu!" Victor mengoreksi kalimatnya sendiri.
"Kau mau bilang sudah bertobat, kah?" Elena memperlihatkan goa penuh akar pohon pada Victor.
Victor semakin tidak kuat. Dia mendekati Elena, maksudnya hendak menarik Elena keluar dari kamar itu.
Elena tahu jika Victor kini sudah tidak memberikan toleransi lagi padanya. Dia menutup kembali goa itu rapat-rapat dan mulai memungitu pakaiannya dan berusaha kabur dari kamar itu.
"Kau mau ke mana?" Victor memasang muka seram, muak yang paling marah yang pernah dia pasang, Victor murka.
"Kau mau aku ke mana?" Melihat Elena yang memunguti pakainnya membuat Victor malah ketakutan jika harus kehilangan Elena saat itu.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di pofil saya)
Elena berhenti dari aksinya dan melepaskan semua pakaian yang dipegannya tadi, ke bawah. Dia pasrah dengan apa yang akan dilakukan Victor padanya saat itu juga.
Victor mendekat pada Elena dan mencekik leher Elena kuat. Hampir saja Elena kehabisa nafas.
__ADS_1
Akhirnya Victor melepaskan cekikannya karena tangan Elena yang meronta-ronta di bawah selangkangannya.
Bersambung....