Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Menjaga Pelanggan


__ADS_3

Tia memasukkan beberapa pakaian ke dalam tasnya. Dia berencana akan pergi ke rumah Elisa, sahabatnya yang sudah dihubunginya tadi. Dia benar-benar tidak tahan lagi untuk tetap bertahan di rumah itu.


Dipegangnya pertunya yang semakin membuncit, dia menangis lagi mengingat anak itu akan lahir tanpa ayah lagi. Dihapusnya air matanya, dia benar-benar ingin meninggalkan kenangan pahit bersama Victor.


Kini Agni sadar, pilihannya untuk menahan sakit untuk memberi anaknya seorang ayah adalah salah, sakit sekali rasanya.


Agni menulis memo di secarik kertas dan meninggalkannya di atas tempat tidur.


Dia pergi ke dapur ingin berpamitan dengan Mbo Ratih.


“Mau ke mana, Agni?” Mbo Ratih menyambut Agni yang berjalan seperti terseok-seok karena perutnya yang membesar itu.


“Aku tidak tahan lagi dengan apa yang Victor lakukan padaku, aku tidak tahan harus melihat suamiku selingkuh di depan mataku sendiri.” Agni mengeluh pada Mbo Ratih yang selalu menyuruhnya bertahan di rumah itu.


“Bertahanlah sebentar lagi, nanti anakmu bagaimana?” Mbo Ratih mengingatkan Agni dan visinya untuk melahirkan anak dengan seorang ayah di sampingnya, mendampingi mereka berdua. Menjalani kehidupan berkeluarga dengan bahagia.


“Biarlah, Mbo, kalau nanti anak ini ingin melihat ayahnya, aku akan memberitahunya jika ayahnya adalah Victor, biarlah aku sendiri yang akan merawat anak ini, kelak, kalau Victor berniat mencari anaknya, aku tidak akan menghalangi niatnya, tetapi, kalaupun tidak, aku sudah ikhlas menjaganya sampai besar nanti. Selamat tinggal, Mbo. Doakan aku dan anak yang ada di dalam kandungan ini ya, Mbo!” Agni meraih tangan Mbo Ratih yang sudah mulai keriput, menciumnya, air mata Agni mengalir di tangan itu.


Mbo Ratih mengusap air mata yang ada di wajah Agni. Dia benar-benar kasihan dan bisa merasakan penderitaan Agni.

__ADS_1


“Ya sudah, kau jaga kesehatan ya. Victor di mana?” Mbo Ratih bertanya pada Agni.


Baca juga: Zora's Scandal (Lihat pada profil) 🙏


“Dia sedang ada di kamar mandi, bersama wanita mudanya!” Agni menarik nafas panjang setelah mengatakan itu.


“Apa perlu aku antar?” Mbo Ratih menawarkan jasa.


“Tidak usah Mbo, aku sudah pesan taxi, sudah menunggu di luar. Aku pamit ya Mbo! Aku akan mengabari Mbo kabarku nanti.”


“Baik, kalau ada apa-apa, kabari Mbo segera ya!” Mbo Ratih melempar senyum pada Agni.


Mereka berjalan beriringan. Mbo Ratih mengiringi Agni sampai ke gerbang rumah.


“Biarkan saja!” Mbo Ratih menjawab penjaga itu.


Penjaga itu langsung membukakan gerbang untuk Agni. Mereka berpamitan, Mbo Rati mengiringi taxi yang membawa Agni pergi dari rumah itu.


***

__ADS_1


Sementara Victor sedang bergumul di dalam kamar mandi. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi di luar kamar mandi itu. Hanya kenikmatan yang dia rasakan saat itu, bersama wanita muda yang disewanya seharian dari para kerabatnya, sesama mafia.


Setelah menyelesaikan ritual yang sangat intim itu, Victor dan wanita muda itu membersihkan tubuh masing-masing dan memakai kimono, keluar dari kamar mandi dan tidur dengan pulas di kamar itu.


“Kau boleh pulang besok pagi, temani saya tidur mala mini!” Victor melempar segepok uang pada wanita muda itu.


“Terima kasih Tuan,” wanita muda itu memungut uang yang dilemparkan Victor dan memasukkannya ke dalam tas kecil bermerek namun kw miliknya.


“Apakah kau menkmati permainan tadi?” Victor bertanya pada wanita muda itu.


“Sangat menikmati tuan, tuan sangat perkasa, aku beruntung dua kali!” Wantia muda itu berbohong, tidak sedikitpun dia menikmati perlakuan Victor, dia terlalu kasar dan sangat memandang rendah dirinya.


“Harusnya kau yang bayar padaku!” Victor menjadi sangat percaya diri.


“Hehehe, tuan, bisa saja!” Wanita muda itu pura-pura tersipu malu.


“Maaf tadi istriku kurang ajar padamu!” Victor teringat pada Agni.


“Tidak apa-apa, tuan. Kalaupun aku dimadu, aku siap kok tuan!” wanita muda itu lagi-lagi berbohong, agar Victor menjadi baik padanya, dia harus melambungkannya setinggi-tingginya, bertekuk lutut padanya adalah pilihan yang maling pas. Dari pengalamannya menjadi wanita malam, hal itu sangat ampuh untuk menjaga pelanggannya, agar pelanggannya kecarian, ketagihan.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan share ke teman-teman yang lain ya! Terima kasih🙏🙏🙏🙏


Bersambung…


__ADS_2