
Agni tahu jika Vitor akan datang segera. Dia merasa sudah membalaskan dendamnya untuk menolak ajakan permainan kotor Victor di ruang terbuka. Sebenarnya dia juga mau mencoba hal baru itu tetapi dia tidak mau kalah dan hanyut dengan permainan Victor kali ini.
Dia berjalan pelan, mau memastikan jika Victor sudah datang mengikutinya, tetapi tampaknya Victor belum juga datang. Dia melirik ke belakang dan, “Astaga, dia sudah datang!” Agni mengutuk dirinya sendiri yang berani-beraninya memutar balik pandangannya ke belakang bukannya malah berjalan terus menuju kamar.
“Menunggu ya?” Victor berteriak, sudah sepi di sana, mereka hampir memasuki pagar Villa yang membatasi pandangan orang dari luar, yang menjaga privasi mereka tetap terjaga.
Agni tidak menjawab pertanyaan Victor, dia berjalan lebih cepat lagi, pura-pura tidak dengan. Tetapi dia malah membuat Victor semakin yakin jika dia sedang melirik ke belakang hendak melihat apakah Victor sudah menyusul atau tidak, dan langkah cepatnya itu memberikan sinyal kuat pada Victor kalau Agni sedang ingin sekali bercinta dengannya.
Victor tidak lantas melangkahkan kakinya lebih cepat dan mengimbangi Agni. Dia membiarkan Agni kikuk sendiri dengan apa yang telah dibuatnya sendiri. Dia ingin melihat reaksi Agni jika dia pura-pura tidak menginginkan Agni malam itu.
***
Victor melihat Agni sudah menarik selimut, menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut itu. Padahal cuaca malam itu sedikit panas, walau memang tidak sepanas Jakarta. Mereka sengaja tidak menyalakan AC, mereka membuka semua jendela dan pintu agar oksigen yang dikeluarkan oleh pepohonan di sekitar villa bisa masuk ke seluruh ruangan mereka.
“Hai, mau langsung tidur nih?” Victor mengajak bicara Agni yang berusaha menutup matanya.
Agni pura-pura tidak mendengar, walau dia tahu jika Victor tahu bahwa dia hanya pura-pura saja.
__ADS_1
“Kamu sakit ya sayang?” Victor mendekati tubuh Agni. Dia rebahan di samping Agni. Dia tidak mau menyentuh Agni sedikitpun.
Agni belum menyahut.
“Kenapa sih? Aku salah apa tadi?” Victor pura-pura bodoh.
Agni bergeser menghadap ke arah yang berlawanan dengan keberadaan Victor.
“Ya sudah, kalau mau tidur, tidur sudah!” Victor menarik selimut ke dalam tubuhnya juga. Di dalam selimut itu, dia membuka semua pakaiannya, dia benar-benar tidak memakai apapun sekarang.
Victor masih menunggu Agni mau berbicara padanya. Namun sialnya, sampai subuh Agni tidak mau bergerak, dia masih saja membelakangai Victor. Victor sebenarnya sudah sangat bernafsu ingin memeluk Agni, tetapi dia menahan diri, dia tidak mau memulai terlebih dahulu.
Akhirnya dia tertidur, nyenya sekali, mendengkur.
***
Pagi-pagi sekali, Agni terbangun dari tidurnya karena suara dengkuran Victor yang mengganggu. Malam itu dia juga menahan diri hingga akhirnya ketiduran, dia sudah berjanji pada dirinya sendiri agar menahan diri, dia tidak mau meminta duluan.
__ADS_1
Agni bangkit dari tempat tidurnya dan berniat ingin membangunkan Victor karena dengkurannya sangat mengganggu. Betapa terkejutnya dia melihat Victor yang tidak memakai sehelai benangpun di badannya. Dan adik kesayangannya sudah terbangun duluan dari Victor sendiri.
“Bener-bener ni anak!” Agni mengutuk di dalam hatinya tetapi dia masih melotot memandangi apa yang sedang dipandanginya.
“Anjing, gw tergoda!” Agni menelan ludahnya sendiri. Nafasnya tiba-tiba sesak. Dia melihat ke wajah Victor. Apakah dia benar-benar tertidur atau tidak.
Saat dia memandang ke arah wajah itu. Dia melihat mata Victor sudah memandangnya dengan senyuman di bibirnya yang tampak simetris.
“Hai, Good morning!” Victro menyapa Agni dan memainkan sebelah matanya. Agni tertangkap basah telah memelototi jagoannya.
Agni langsung memalingkan wajahnya, menutup matanya dengan kedua telapak tangannya, dai sangat malu pada Victor.
“Kenapa sih masih harus malu dengan suami sendiri?” Victor bangkit dari tidurnya, duduk di samping Agni yang malu karena tertangkap basah itu.
Baca juga: Zora’s Scandal (Lihat pada profil saya di NovelToon atau MangaToon, by Otom)
Victor menyandarkan dagunya pada pundak Agni. Agni masih tidak mau memandang wajah Victor.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya kaka
Bersambung…