
Victor makan dengan sangat lahap tanpa takut perutnya akan penuh. Agni semakin takut jika dia akan kalah dalam perlombaan yang dia usulkannya sendiri.
"Apa lirik-lirik?" Victor memainkan alisnya pada Agni.
Agni melotot pada Victor. Di dalam hatinya dia menggerutu, tapi dia mau bertahan dulu, barangkali Victor sedang akting, pura-pura bertahan.
"Makan terus, enak-enak nih!" Victor menggoda Ani dia yakin kalau Agni akan berhenti secepatnya.
Tiba-tiba dia melihat ada seseorang yang dikenalnya.
"Astaga, Elena lah itu, kenapa dia selalu mengikuti, bahkan sampai ke Korea? Ini nggak bisa dibiarkan!" Victor berbicara pada dirinya sendiri.
Victor tiba-tiba permisi pada Agni dengan makanan masih ada di dalam mulutnya. Victor tidak berbicara, dia hanya memberikan kode pada Agni kalau dia mau ke belakang.
Dia memastikan jika Elena turut mengikutinya. Dia melirik terus pada Elena dari kejauhan.
Benar saja Elena datang mengikutinya.
Agni senang, Victor kalah dalam perlombaan ini. Dia buru-buru menghentikan memakan jajanan itu setelah Victor pergi ke belakang.
"Yes, Victor kalah!" Agni bersorak di dalam hatinya.
__ADS_1
Dia menyuap lagi si kembar dengan perasaan bahagia seperti para pemenang olimpiade Di Tokyo baru-baru ini.
Sementara Elena berjalan ke arah belakang, mendapatkan Victor.
Victor gusar. Dia tidak ingin Agni melihat Elena ada di sana.
"Kamu kenapa mengikutiku terus?" Victor melotot pada Elena.
"Aku tidak mengikutimu!" Elena memberi senyumnya sebagai salam perjumpaan pada Victor.
"Kalau tidak, kenapa bisa ada di sini?"
"Om, sejak kapan aku dilarang masuk ke kota ini?" Elena masih dengan senyumnya.
"Aku sudah bilang, aku tidak pernah mengikutimu."
"Kalau tidak, apalagi alasanmu sampai ke sini?"
"Kamu lupa kalau aku bukan orang miskin, aku bisa pergi ke manapun aku mau. Kau tidak perlu selalu tahu kenapa aku sampai ke sini!" Elena masih tersenyum.
"Katakan, kau mau apa sebenarnya dariku!" Victor terus mendesak Elena.
__ADS_1
"Kau mau tahu? Kau akan terkejut mendengarnya. Kalau kau merasa aku sampai di sini hanya karena kau, aku mau bilang, aku menginginkanmu, Victor!"
"Gila, kau benar-benar gila. Jangan pernah harap kau akan bisa memisahkan aku dengan Agni!"
"Nanti juga akan pisah sendiri, aku tidak akan berusaha memisahkan kalian berdua. Aku tidak butuh status, tapi aku hanya mau pertanggungjawaban darimu, kau harus ada selalu bila aku mau."
"Jangan mengada-ada, pertanggungjawaban bagaimana?" Victor mulai gusar. Dia bisa menebak arah pembicaraan Elena.
"Kau tidak perlu tahu sekarang, tetapi, aku mau membicarakannnya secara lebih terperinci di tempat yang lebih layak!"
"Jangan mencoba mengancamku, Elena!"
"Aku tidak sedang mengancam, tapi temui aku di alamat ini, malam ini!" Elena memberikan alamat hotel tempat dia menginap.
"Aku tidak tahu apa maksudnya, apa yang membuat kau merasa aku akan mengikuti permintaanmu ini?" Victor melihat tubuh Elena yang biasa-biasa saja, tidak ada perubahan.
"Ada apa ini?" Victor bertanya pada dirinya sendiri.
"Kau mesti datang, kalau kau masih mau bersama dengan istri jelekmu itu!"
"Jangan merendahkan Agni seperti itu!"
__ADS_1
"Kalau kau bisa melakukannya pada Ani, seharusnya aku juga mendapat perlakuan yang sama."
Victor semakin bingung Elena berbicara terlalu berbelit-belit, namun jika yang ada di dalam pikirannya ini benar, dia betul-betul belum siap jika ingin mengatakannya pada Agni.