Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Sarapan


__ADS_3

Kehidupan Agni dan Victor terlihat sudah mulai stabil sejak Victor lebih mengenal dirinya sendiri. Setiap dia hendak bertindak, Victor selalu bertanya 'mengapa dia harus melakukannya?' sebelum Victor benar-benar melakukannya. Namun manusia tetaplah manusia, Victor tidak lalu berubah seratus persen menjadi laki-laki yang tidak memiliki cela, bukan serta-merta jadi suami idaman para isteri yang tidak punya khilaf.


Hari ini Victor akan pergi ke suatu kota yang terkenal dengan coto-nya. Dia permisi kepada Agni dan mencium kedua anaknya secara bergantian. Ada Siska di sana.


Siska pura-pura cuek pada Victor namun dia menaruh harap jika dia disapa pagi itu. Karena repot menggendong Abisetya yang entah mengapa rewel sekali pagi itu, Agni tidak sempat menyiapkan sarapan pagi untuk Victor.


Untuk beberapa waktu belakangan, Agni selalu menyempatkan diri menyiapkan sarapan untuk Victor, namun pagi ini Agni tidak sempat sama sekali karena harus menggendong Abisetya yang rewel dan tidak bisa dilepas begitu saja dari gendongannya.


Victor hendak berangkat tanpa sarapan pagi itu, dia tahu jika Agni tidak menyiapkan sarapan dan dia pikir dia akan sarapan di Bandara saja.


"Pak, tidak sarapan dulu?" Siska bertanya pada Victor. Dia selalu menyiapkan sarapan buat Victor. Setiap pagi. Kalau Agni ternyata menyiapkan sarapan pagi itu, maka sarapan yang disiapkannya untuk Victor akan dimakannya sendiri.


"Aku sarapan di Bandara saja!" Victor menjawab Siska dengan senyuman manis.


"Siska sudah siapkan kok, Pak!" Siska tidak sedikitpun melirik Agni yang melihat padanya dengan perasaan yang tidak bisa digambarkannya sendiri, perasaan apa yang sedang dia rasakan.


"Apakah aku sedang cemburu pada Siska?" Agni bertanya pada dirinya sendiri.


"Oh, begitukah?" Victor bertanya, dia melirik sebentar ke arah istrinya.


Baca juga: Zora's Scandal (Lihat pada profil saya)

__ADS_1


"Sarapan dulu Pak, awas sakit maag loh!" Siska mengingatkan Victor.


"Biar, saya sarapan di Bandara saja!" Ada perasaan tidak enak pada dirinya karena melihat ekspresi tidak menyenangkan dari Agni. Victor mengambil tas kecilnya dan hendak berangkat meninggalkan mereka.


"Makannya cepat-cepat saja, Pak. Pasti belum terlambat!" Siska menebak apa yang ada di dalam hati Victor. Bahwa dia sedang buru-buru dan tidak ada waktu untuk sarapan.


"Siska...!" Agni angkat bicara.


"Ok, tidak, apa-apa. Aku sarapan dulu, sebentar." Victor memotong kalimat yang akan disampaikan Agni.


"Mas!" Agni melotot.


"Tidak apa-apa, aku belum terlambat kok!" Victor menenangkan Agni. Dia tidak tahu apa yang ada di dalam hati Agni.


Agni mengikutinya dari belakang sambil menggendong Abisetya.


Siska sudah menyiapkan kopi dan roti dengan omelete untuk Victor, hanya untuk Victor.


"Loh, hanya satu, Sis!" Victor heran karena Siska hanya menyiapkan untuk Victor saja.


"Iya, Pak. Hanya untuk bapak saja." Tidak sedikitpun Siska merasa bersalah karena seolah dia tidak menganggap keberadaan Agni di sana.

__ADS_1


"Kalau begitu, siapkan untuk Mba Agni juga!" Victor memerintah Siska sambil melirik sebentar ke arah Agni yang semakin jengkel kelihatannya.


"Baik, Pak!" Siska hendak bergegas ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk Agni dan untuk dirinya sendiri.


"Tidak usah, aku bisa buat sendiri nanti!" Agni menolak tawaran Victor.


"Jangan begitu dong, sayang!" Victor memegang tangan Agni, berusaha menenangkannya.


Siska masih berdiri di sana, menyaksikan kemesraan Victor dengan Agni.


"Siska, kok masih berdiri. Buruan dong!" Victor melirik ke arah Siska yang menatap tangan Victor yang sedang mengelus tangan Agni.


"Eh, baik, Pak!" Siska langsung bergegas ke dapur, kepalanya tunduk karena tidak mau memperlihatkan perlawanan.


"Mas, kenapa Siska berlagak aneh ya?" Agni bertanya pada Victor saat Siska sudah berada di dapur.


Baca juga: Zora's Scandal (Lihat pada profil saya)


"Aneh bagaimana? Dia menyiapkan sarapan buat suamimu ya wajar. Dia emang dibayar untuk memperhatikan kebutuhan orang-orang di rumah ini kan? Anehnya di mana coba?" Mbo Ratih tiba-tiba berada di belakang Agni, entah sejak kapan dia sudah berada di sana.


Eh, jgn lupa like, komen dan share ya. Terima kasih! 🙏

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2