Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Laki-laki Itu Terisak, Haru!


__ADS_3

Agni masuk dengan perasaan bercampur aduk. Dia penasaran akan laki-laki yang akan ditemuinya, bukan, yang akan dilayaninya lebih tepatnya.


Dia melihat punggung laki-laki itu, dari situ dia bisa tahu kalau laki-laki itu tidak seperti laki-laki yang kebanyakan dia layani, semua laki-laki yang dilayaninya rata-rata ditutupi lemak.


"Sebentar, spertinya aku kenal orang ini! Kok bisa?" Agni berbisik pada dirinya sendiri. Jantungnya tiba-tiba berdegup kencang, dia tidak tahu harus takut atau senang.


"Tinggalkan kami berdua!" laki-laki itu seperti berbicara pada pria yang menghantar Agni. Pria itu keluar dan menutup pintu kamar dari luar.


"Apa kamu menikmati hari-harimu di sini?" laki-laki itu berdiri dari kursinya, namun dia tidak berbalik melihat Agni. Hanya bagian belakang laki-laki itu yang boleh Agni lihat.


Melihat laki-laki itu, walau dari belakang, dia sepertinya tidak salah orang lagi.


"Kau tuli ya?" laki-laki itu mengencangkan suaranya dan saat itu juga Agni tahu kalau laki-laki itu adalah laki-laki yang sudah lama dia kenal.


"Victor?" Agni ragu, suaranya pelan namun Victor bisa mendengarnya dengan jelas, suara-suara dari luar tidak bisa masuk ke dala ruangan itu, maka jika berbisik pun, pasti yang lain bisa mendengar, kecuali memang kalau orang itu ada masalah di bagian telinganya.


"Kau jawab pertanyaanku!" Victor membentak, namun dia belum melihat ke arah Agni, dia masi saja membelakangi Agni.

__ADS_1


"Victor, kau bisa merasa jijik melihatku, tapi asal kau tahu, aku diculik, Victor!" Agni menjelaskan apa yang terjadi padanya, dia tidak mau jika Victor berprasangka buruk lagi padanya.


"Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa padaku!" Victor berbalik.


Agni tertegun, dia melihat air mata Victor di sudut-sudut matanya. Walau Victor sudah mengusap air matanya yang jatuh sejak dia tahu jika Agni segera menemuinya di kamar itu, tetap saja ada sisa kesedihan itu tampak di sudut-sudut matanya.


"Mas...!" Agni mendekat pada Victor, memeluknya dengan hangat. Victor tidak tahu harus bagaimana bereaksi, entah apa yang dia pikirkan sekarang.


Akhirnya dia memeluk Agni, semakin lama semakin erat. Dia mencurahkan semuanya, semua yang dia rasakan. Dia tidak sedikitpin berbicara pada Agni, istrinya itu.


***


Saat Victor berkunjung pada psikiater, dia baru sadar trauma yang dialaminya semasa kecilnya, saat ibu dan bapaknya selalu bertengkar di rumah.


Ibunya tidak pernah menunjukkan kebaikan dan kasih sayang yang tulus pada bapaknya sendiri.


Saat bapaknya di luar rumah, ibunya selalu dijemput laki-laki lain, setiap kali, laki-laki yang menjempunya tidak pernah sama. Kalaupun sesekali laki-laki yang sama menjemputnya, Victor kecil tidak tahu apa kriteria laki-laki pujaan ibunya itu.

__ADS_1


Belakangan dia tahu jika ibunya tidak pernah setia pada ayahnya. Walau Victor kecil selalu menyaksikan bapaknya memukul ibunya, Victor kecil tidak pernah merasa jika bapaknyalah yang salah. Ibunya dipukul memang karena dia pantas mendapatkannya, karena memang ibunya sudah selingkuh di belakangnya, entah dari siapa bapaknya tahu jika ibunya bermain dengan laki-laki lain di belakangnya.


***


"Maafkan aku, Agni!" Victor sesegukan sembari memeluk Agni begitu kuatnya.


"Aku yang minta maaf, mas. Aku meninggalkan rumah, meninggalkan mu dan anak-anak kita karena keegoisanku!" Agni juga terisak.


"Bukan, bukan, kau melakukannya karena kau memang harus mempertahankan diri." Isakannya semakin kuat.


Baca juga: Zora's Scandal (Lihat profil saya hanya di NovelToon atau MangaToon).


Agni heran mengapa Victor berperilaku demikian. Belum pernah dia melihat Victor sedemikian histeris. Dia mau melihat langsung ke wajah itu karena penasaran, namun dia menahannya, dia nyaman di pelukan Victor. Bagaimanapum dia sangat merindukan suaminya itu.


Akankah Victor mampu membawa Agni tanpa hambatan yang berarti dari pengusaha ilegal itu, nantikan kisah selanjutnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2