Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Tak Tahan


__ADS_3

Victor tidak menjawab pertanyaan Elena, dia sudah kewalah menenangkan detak jantungnya sendiri. Dia bergeming.


Apapun kata Elena saat itu, dia mengamininya, namun logikanya masih jalan, dia tidak mau jatuh ke dalam jurang yang sama berkali-kali. Dia mau setia pada Agni, tidak ada perempuan lain selain Agni lagi, Victor sudah pernah berjanji pada dirinya sendiri.


Elena memegang pipi Victor sebelah kanan, diusapnya sebentar, seperti hendak menyadarkan Victor dari pikirannya yang pergi entah ke mana.


"Victor!" Elena memanggil pelan Victor.


Victor masih terdiam, namun kali ini dia menatap lekat-lekat mata Elena yang masih mengiba itu.


"Victor, kalau kau tidak mau, katakan saja. Aku bisa mencari pria lain." Elena kecewa di dalam hatinya. Dia hampir putus asa karena sikap Victor yang acuh tak acuh itu.


Elena merasa tidak dihargai oleh Victor. Kesombongannya runtuh.


"Apakah kau berusaha balas dendam padaku?" Elena melihat mata Victor, dia membalas tatapan elang Victor itu dengan tatapan iba seekor kelinci yang putus asa karena dikejar-kejar elang liar yang baru turun gunung setelah melakukan hibernasi sekian lama.


"Bu..., bukan, bukan maksud saya begitu!" Victor memalingkan wajahnya dari tatapan penuh iba dari Elena.


"Lalu kenapa?" Elena masih mengejar alasan dari Victor.


"Aku..."


"Aku minta maaf jika perbuatanku saat itu membuatmu marah." Elena minta maaf karena merasa saat ini Victor sedang memabalas perbuatannya ketika di Bali.


"Aku tidak apa-apa, tidak ada dendam. Kalau aku dendam, itu artinya aku sangat menginginkan itu, dan kalau kau memintaku sekarang, harusnya tanpa kau mengiba aku yang sudah meminta duluan." Entah dari mana kata-kata itu bisa Victor keluarkan dari mulutnya.


"Maksudnya...?"

__ADS_1


"Bukan, bukan itu maksudku. Aku tidak tahu apa yang sudah kukatakan. Aku hanya ingin sendiri." Victor meminum minuman yang ada di gelasnya, sekaligus.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, cek di profil)


"Artinya, kau sama sekali tidak menganggapku. Padahal saat itu kau sangat ingin memilikiku. Ternyata keputusankku untuk meninggalkanmu sangat tepat. Kau bukan pria yang pantas dipertahankan dan dikejar-kejar, kau tidak pantas menerima itu semua." Elena mengungkapkan semua isi hatinya.


"Apa maksudmu, Elena?" Victor bingung dengan apa yang disampaikan Elena barusan.


"Kau memang pria yang payah." Elena meninggalkan Victor, dia sempoyongan.


Belum beberapa langkah dia berjalan, dia rubuh di tengah-tengah kerumunan. Victor langsung membantunya untuk berjalan, entah ke mana dia harus membawa Elena sekarang.


"Elena, kau tidur di mana?" Victor berusaha bertanya pada Elena sambil memapah Elena keluar dari ruangan itu.


"Aku mau mengahabiskan malam bersamamu, itu saja yang kuinginkan sekarang, Victor. Victor yang bodoh!" Elena benar-benar tidak bisa mengontrol dirinya sendiri sekarang.


"Elena, kamarmu di mana?" Victor tidak mau meladeni Elena yang dianggapnya sudah mabuk parah dan tidak bisa mengontrol apa yang telah dikatakan atau dilakukannya.


"Kamarku? Apa pedulimu? Lepaskan aku atau bawa aku ke kamarmu! Hehehe!" Elena terkekeh, ketawa khas orang mabuk.


"Elena jangan macem-macem. Aku sedang ingin sendiri!" Victor tegas.


"Aku tahu lagunya tuh. Aku sedang ingin, bercinta, karena..." Elena bernyanyi, semua vokal dinyanyikan dengan tempo yang sangat lambat.


"Elena, sebutkan nomor kamarmu agar aku menghantarmu ke sana!" Victor mengulangi pertanyaannya.


"Lepaskan aku Victor, kamu benar-benar budek ya ternyata!" Elena berusaha melepaskan diri dari Victor yang memapahnya.

__ADS_1


Victor tahu jika Elena tidak akan menyebutkan nomor kamrnya. Maka dia pergi ke resepsionis dan bertanya kamar atas nama Elena ada di mana.


Petugas yang sedang berjaga itu tidak mendapati nama Elena yang sedang menginap di hotel itu.


"Tidak ada tamu atas nama Ibu Elena, pak." Penjaga itu melemparkan senyum pada Victor. Entah apa sekarang yang ada di dalam pikiran penjaga itu melihat Victor dan Elena.


"Elena, kamu nginap di mana?" Victor mengubah peratanyaannya.


Sia-sia saja Victor bertanya pada Elena, dia sudah tertidur pulas di pegangan Victor. Tubuh Elena tiba-tiba terasa semakin berat.


"Sial!" Victor mengumpat. Dia tahu jika Elena sedang tidur.


Victor akhirnya membawa Elena masuk ke dalam kamarnya. Sempat terlintas di pikiran Victor jika ini hanyalah akal-akalan Elena, sebenarnya dia belum tidur.


Tapi sekuat apapun Victor berusaha membangunkan Elena, perempuan itu tidak pernah menjawab lagi Victor, selain erangan-erangan Elena karena mabuk yang keluar dari mulut Elena.


Setelah Victor meletakkan tubuh Elena di atas kasur, dia mengambil celana pendeknya dan mengganti celananya yang basah tadi.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, cek di profil)


Saat Victor hendak memakaikan celana pendeknya, Elena menahan celana itu.


Elena memeluk Victor dari belakang.


"Kau, bukannya kau sudah tidur?" Victor terkejut dengan ulah Elena.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2