
Malam itu Elena sangat senang bisa bertemu dengan Victor di sana. Dia sungguh penasaran dengan Victor sejak pertama kali mereka bertemu dan berkenalan langsung, di Pulau Dewata, Bali.
Seteguk, dua teguk, tiga teguk, sampai tidak tahu lagi berapa gelas minuman keras yang sudah mereka minum.
Victor sudah berusaha menghentikan Elena namun usahanya sia-sia, Elena minum dengan entengnya.
"Jangan kau kira aku ini anak kecil yang nggak tahu batasan, Victor!" tangan Elena memegag paha Victor.
Victor merasakan remasan kecil di pahanya oleh tangan lembut Elena.
"Elena, tampaknya kamu sudah terlalu mabuk!" Victor mengingatkan Elena dan menangkap gelas berisi minuman yang akan diminum Elena.
Elena menahan gelas itu dengan erat, namun tenaga Victor sangat kuat, elena tidak mampu bertahan dan karena hentakan itu semua isi gelasnya jatuh ke celana Victor.
"Aduuhhh, maafkan aku!" Elena berusaha melap celana Victor pakai tisu yang ada di meja itu.
"Tidak apa-apa, aku bisa ganti celana nanti kalau sudah di kamar." Victor menahan tangan Elena yang spontan itu.
__ADS_1
"Nggak apa-apa, itu salahku, biar aku lap sebentar, nanti kamu masuk angin loh!" Elena melirik manja Victor, wajah mereka sudah sangat dekat saat ini.
"Jangan Elena, sumpah biar aku saja!" Victor berusaha menahan tangan Elena. Kalau tidak, dia tidak akan mampu menahan birahinya sendiri karena sentuhan itu, belum lagi karena minuman yang mereka minum sudah mulai bereaksi juga pada kesadarannya.
"Nggak apa-apa Victor. Biarkan aku mengurangi basah di celanamu ini." Saat itu tangan Elena menyentuh bagian tubuh yang terlarang milik Victor.
Victor semakin menikmati aksi-aksi Elena di celananya itu. Pedang pusakanya sedikit demi sedikit semakin membesar tak terkontrol otaknya lagi.
"Elena..." suara Victor lebih pelan, dia semakin susah bernafas.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, cek di profil)
Victor menarik nafas panjang.
"Elena, cukup!" Victor kali ini benar-benar menarik tangan Elena. Dia tidak mau terjadi apa-apa dengan dia dan Elena malam itu.
Victor tahu jika Elena benar-benar sedang menggodanya saat ini.
__ADS_1
Elena berhenti dan menatap getir penuh permohonan pada Victor.
Walau tidak diucapkan secara verbal, Victor tahu apa permohonan yang ada di lubuk hati paling dalam dari Elena, tatapannya itu sungguh sangat familiar dengannya. Sudah terlalu banyak perempuan yang memasang wajah mengiba seperti yang dilakukan Elena sekarang padanya.
Karena tidak ada reaksi yang cukup positif dari Victor, Elena mengambil inisiatif untuk mencium bibir Victor. Sekali dilepasnya, dua kali dia cium lagi, Victor masih diam saja tidak bereaksi.
Victor tidak mau menjadi seorang yang munafik, bisa saja dia membalas kecupan Elena yang menggiurkan itu. Namun dia mengingat Agni yang ditinggalkannya di Jakarta. Kisah cinta mereka yang pasang surut karena perilaku Victor sendiri yang selalu membaut Agni marah.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat, cek di profil)
"Elena, cukup!" Victor mengiba pada Elena, nafasnya satu-satu.
Suaranya yang pelan itu membuat Elena samakin berhasrat.
"Kau tidak berusaha menolakku kan? Aku tahu kau juga menginginkannya, lebih dari aku menginginkan hal yang sama!" Elena menakar-nakar apa yang terjadi di benak Victor.
Bersambung....
__ADS_1