
“Ok, sekarang, bersiaplah. Aku akan membawamu dari sini!” Victor memegang pundak Agni dengan lembut setelah mengusap air matanya sendiri.
Agni masih dengan keheranannya.
“Ayo, cepat, sebelum penjaga di sini tahu jika aku akan membawamu dari sini. Aku sudah mempersiapkan segalanya agar kita bisa lari dari sini!” Victor mendesak Agni agar Agni segera bersiap-siap dan membuang jauh-jauh wajahnya yang keheranan itu, tidak saatnya untuk berwajah demikian sekarang.
“Perlukah aku mengambil beberapa bajuku dari kamar?” Agni melirik ke wajah Victor yang mulai bergegas, memegang jasnya.
“Tidak usah, kita bisa beli baju lagi nanti di Jakarta!” Victor menjawab Agni, memegang tangannya dan membisikkan sesuatu di telinganya.
Victor mengambil ponselnya dari saku celana dan berbicara dengan seseorang. Tampaknya ada seseorang yang menunggu mereka di tepi pantai pulau itu, dengan speed boat.
***
Tampak Victor bercakap-cakap dengan penjaga gerbang lokasi usaha illegal itu. Penjaga itu mengangguk-anggukkan kepala kemudian memanggil seseorang yang badannya lebih besar dari dirinya sendiri untuk mendekati mereka.
Pria yang datang itu lumayan kekar, hampir sama kekarnya dengan Victor. Victor menyalami pria itu dan Victor memanggil Agni dengan melambaikan tangannya. Agni mengenakan topi sekarang, mereka akan menuju pantai bersama Victor dan satu orang penjaga tentunya.
Agni menggandeng lengan Victor yang kekar itu dengan manja, memperlihatkan kemesraannya pada pria yang mengikuti mereka dari belakang.
Pria itu pura-pura tidak melihat, dia tetap menjaga jarak dari mereka.
Akhirnya mereka sampai di pantai. Victor melihat ada speed boat yang terparkir tidak jauh dari mereka. Dia tahu jika speed boat itu adalah pesanannya dari seberang pulau untuk membawa mereka ke Jakarta.
“Cium aku sekarang!” Victor memberikan aba-aba pada Agni.
Tanpa pikir panjang Agni menarik kepala Victor dan ******* bibir itu dengan lahap. Mata Agni dan Victor sekilas melirik pada pria yang menjaga mereka, pria itu segera memalingkan wajahnya.
Pria itu tentu saja tidak tau apa yang telah direncanakan Victor.
Victor menyambut kecupan hangat Agni, walau mereka sedang ber-acting, kecupan Agni lumayan juga. “Kurang ajar, dia memang sudah terlatih tampaknya, sudah berbagai laki-laki digauli istriku. Ah, bodoh amat!” Victor bergulat denga pikirannya sendiri.
__ADS_1
Victor mengangkat tubuh Agni yang semampai dan terus mengecupnya, dia berjalan sambil menggendong Agni mendekati speed boat yang sedang parkir di sana. Dia berbalik dan melihat pria penjaga itu masih ada di sana dan segera kembali memalingkan pandangannya ke arah lain karena Victor menatapnya dari kejauhan.
Saat penjaga itu memalingkan wajahnya, Victor melepaskan tubuh Agni.
“Kita lari ke dalam speed boat itu!” Victor sempat berbisik di telinga Agni sebelum melepaskan tubuh Agni ke bawah.
“Lari?” Agni bertanya.
“Nggak usah banyak tanya! Lari, cepat!” Victor menarik tangan Agni agar segera berlari mengikuti langkahnya.
Saat itu juga penjaga itu melihat mereka berlari mendekat ke speed boat, dan dia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dia berlari pula mengejar Victor dan Agni, dia tidak mau disalahkan karena tidak becus menjaga Agni dari pelariannya, dilarikan pelanggannya sendiri. Agni adalah asset yang berharga di pulai itu.
“Brengsek!” Pria itu membuang rokok yang tadi baru dihidupkannya, membuka ray ban-nya dan berlari mendapatkan mereka. Tapi sial, Victor dan Agnis sudah sampai di speed boat dan mesinnya sudah terdengar. Tandanya mereka akan segera meninggalkan pulau itu.
Penjaga itu tentu saja tidak mau menyerah beigtu saja. Dia berlari lebih kencang. Sementara Victor dan Agni sudah panik karena speed boat itu tidak segera melaju meninggalkan pantai dan pria penjaga itu sudah semakin dekat.
Sesaat sebelum speed boat itu berbalik menuju lautan luas, pria itu melompat dan bergantungan di speed boat itu memegang pipa besi yang melingkari kapal itu.
Pria itu naik dengan susah payah karena laju speed boat yang semakin kencang.
Victor tahu jika penjaga itu sudah berhasil naik ke atas speed boat karena dia tidak melihat penjaga itu ada di pantai. Victor memeriksa speed boat dan mereka bedua betemu di tengah.
Pria itu menyerang Victor. Victor mengelak pukulan itu dan memukul balik penjaga itu. Kali ini Victor belum berhasil memukul penjaga itu yang ternyata gesit juga.
Pria itu melayangkan pukulannya kembali pada Victor, Victor menangkis dengan tangan kirinya dan memukul penjaga itu dengan tangan kanannya, di perut, telak.
Pria itu tampaknya tidak merasakan kesakitan walau Victor sudah merasa jika pukulannya itu sudah sangat bertenaga. Dia terkesima sebentar kemudia kembali menyerang sebelum penjaga itu kembali menyerangnya.
Penjaga itu mengelak dari pukulan Victor dan menendang ke arah pinggang Victor, Victor terjatuh, pria itu melompat menindih tubuh Victor, memukulnya bertubi-tubi.
Saat Victor sudah mulai kewalahan menawah pukulan penjaga itu, yang sangat bertenaga tentunya, Agni memukulkan besi tumpul ke kepala penjaga itu dan penjaga itu terjatuh dan badannya menindih wajah Victor.
Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.
__ADS_1
Victor segera menggeser badan penjaga itu dan menindihnya balik, memukulinya bertubi-tubi. Darah dari wajah Victor menetes ke wajah penjaga itu dan darah mereka bercampur di wajah penjaga yang mulai mengeluarkan darah pula.
Victor tidak memberi ampun, ditinjunya terus wajah itu sampai tidak melawan lagi. Dan akhirnya Victor menghentikan pukulannya saat dia tahu jika pria itu sudah tidak bergerak lagi. Mungkin sedang pingsan atau sudah mati.
Victor berdiri kelelahan. Memeluk Agni yang masih tertegun melihat Victor terutama penjaga yang sudah tidak bergerak lagi itu, sambil tangannya masih memegang besi yang dipukulkannya tadi ke kepala penjaga itu.
“Kau menyelematkanku, Agni!” Victor terengah-engah, nafasnya satu-satu.
“Kau yang telah menyelamatkanku, mas!” Agni masih melotot melihat penjaga itu. Baru kali ini dia melihat seorang manusia terkapar di hadapannya, berlumuran darah karena ditonjok bertubi-tubi oleh manusia lainnya, oleh suaminya sendiri.
Victor tahu apa yang ada di pikiran Agni.
“Jangan dipikirkan, kita akan bereskan dia segera, jangan takut. Tidak akan terjadi apa-apa dengan kita karena ini, tidak ada yang melihat kita tadi bersamanya!” Victor menenangkan Agni.
Sebelum Agni menjawab perkataan Victor. Victor sudah melepaskan pelukannya dan menyeret tubuh gempal penjaga itu menuju pinggir speed boat. Kemudian membuang jasadnya ke laut, tanpa perasaan sedikitpun.
“Sudah tidak apa-apa, jangan dipikirakan lagi, kita sudah selamat. Kau tidak akan jatuh lagi ke dunia yang sama!” Victor memeluk Agni, mengecup keningnya.
Agni masih tertegun.
“Hey!” Victor melotot ke wajah Agni.
“He eh!” Agni melihat mata Victor.
Dia baru sadar jika wajah Victor sudah berlumuran darah. Dia langsung menecari kotak P3K. Memberikan pertolongan pada Victor, menutup lukanya dengan perlengkapan seadanya sebelum mereka ke rumah sakit.
Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.
“Terima kasih!” Victor melihat wajah Agni dengan serius saat Agni sudah selesai melakukan tugasnya menutup luka-luka yang ada di wajah Victor.
Kini Agni bisa menyaksikan wajah Victor yang tampan. Ketampanannya tidak berkurang malah bertambah saat ada luka-luka di wajahnya.
__ADS_1
Bersambung…