
Elena menyambut pelukan Victor dengan ciuman di leher kekar milik Victor. Dia bisa mencium bau badan Victor yang khas bercampur dengan parfume yang pasti bukan murahan.
Tangan Victor meraba semuanya. Sangat lama mereka menghabiskan gelapnya malam.
Victor sudah terlalu lama tidak menyentuh perempuan. Apalagi perempuan cantik seperti Elena.
"****** ini harus kulahap habis. Kau ****** kan, ngakunya? Nikmatilah lahapanku ini!" Victor berbisik di telinga Elena, nafasnya hangat membuat Elena semakin menikmati permainan yang disuguhkan Victor padanya.
"****** itu sudah hidup kembali, sayang. Tangkap dan nikmatilah, kau mungkin butuh energi lebih jika ingin benar-benar menikmatinya!" Elena membalas bisikan Victor.
Kemudian Victor menarik kepala Elena persis di depannya dan mencium lembut bibir Elena yang ranum itu. Semakin lama semakin kasar.
Elena sangat menikmati permainan itu, dia membalas Victor dengan girang. Sudah lama dia nantikan peristiwa seperti itu.
Kalau dulu dia jual mahal pada Victor, itu karena mereka beru pertama kali bertemu, dan Elena tidak mau dianggap perempuan murahan oleh Victor karena segampang itu mengajak Elena tidur di Bali, di malam-malam yang paling sakral yang harusnya dihabiskan Victor bersama isterinya.
Namun Elena salah, kelakuannya itu justeru menyerangnya sendiri. Elena semakin hari semakin ingin bertemu dengan Victor dan menghabiskan waktu dengannya.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil)
__ADS_1
Elena ingin sekali merasakan tusukan pedang Victor yang jika dibandingkan dengan pedang-pedang yang lain lumayan beda sendiri. Intinya, Elena sangat terobsesi dibuatnya.
Saat itu, Elena juga sudah sangat terobsesi sebenarnya, namun dia harus menahan diri karena dia mau melihat apakah Victor akan mengejarnya atau tidak.
Kesalahan kedua Elena terletak di sana, ternyata Victor tidak mengejarnya, maka dia yang jadi setengah mati penasaran.
Akhirnya malam itu mereka habiskan dengan penuh peluh yang bercucuran dari badan masing-masing.
Elena terkulai dengan senyum di bibir sedangkan Victor terkulai lemas dengan pikiran yang kacau dan rasa bersalah yang muncul karena kini dia mengingat Agni, istrinya, ibu dari anak kembarnya.
Namun tiba-tiba sosok Siska melintas di hadapannya. Dia terkesiap. Siska dengan muka cemburu tiba-tiba muncul begitu saja, entah dari mana datangnya.
"Kenapa Siska tiba-tiba muncul di hadapanku?" Victor berbisik di dalam hatinya.
Tiba-tiba Elena memeluknya dari samping. Walau demikian, pelukan itu tidak membuyarkan wajah Siska yang ada di pikirannya saat itu.
Elena melihat ekspresi wajah Victor yang kebingungan.
"Kenapa, sayang?" Elena berusaha bertanya pada Victor.
__ADS_1
"Ah, nggak apa-apa, sebaikanya kau pulang sekarang!" Victor menyuruh Elena pergi dari kamarnya.
"Kau mengusirku?" Elena memegang wajah Victor yang kokoh itu.
"Victor, kau mengusirku setelah apa yang kau melakukan ini semua padaku, secepat itukah?" Elena melanjutkan bertanya pada Victor karena tidak mendapat jawaban dari Victor yang masih kebingungan.
"Ada apa sih?" Elena pensaran akan apa yang tengah terjadi pada Victor.
"Tidak apa-apa. Kalau kau tidak mau pergi, tidak apa-apa, kau bisa tidur di sini!" suara Victor datar.
"Terima kasih. Tapi kau tidak kenapa-kenapa kan? Mau main lagi?" Elena menawarkan.
"Entahlah, kalau kau mau, tidak apa." Victor masih dengan suara datar. Dia berpikir, mungkin wajah Siska bisa pergi kalau dia bercinta lagi dengan Elena.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil)
Elena bingung dengan suara dan ekspresi yang tidak bersemangat dari Victor. Namun tangannya tetap berjalan, meraba apa yang harus diraba agar Victor on lagi.
Victor melihat wajah Elena yang mulai ***** lagi. Nafas Elena semakin berat. Dia membiarkan Elena mempermainkan pedangnya lagi.
__ADS_1
Bersambung