Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Victor Punya Hukuman Tersembunyi


__ADS_3

Victor kembali ke meja yang masih penuh dengan makanan itu.


"Kamu kalah, hahaha!" Agni tertawa pada Victor.


"Kalah apaan?" Victor tidak terima.


"Kamu berhenti terlalu lama dan aku sudah berhenti juga karena kau terlalu lama, dan itu artinya kamu yang kalah!" Agni bersorak kegirangan.


"Enak saja! Tidak ada aturan seperti itu, siapa yang berhenti makan sebelumakan habis kan? Sekarang mari kita lanjtukan makan semua ini!" Victor menunjuk makanan yang masih menumpuk di meja itu.


"Ah, mana bisa begitu, kamu yang kalah." Agni tidak terima.


"Aku masih makan nih, siapa yang berhenti makan dia yang kalah!" Victor mulai makan lagi, dia tidak mau kalah dari Agni.


"Ah, aku nggak mau!"


"Kalau kamu nggak mau makan, itu artinya kamu mengaku kalah!" Victor cuek, dia makan terus.


"Ah, curang sekali!" Agni bersungut namun tetap makan lagi, dia tidak mau kalah dengan Victor, tidak mau kalah.


"Makan terus, yang berhenti makan selama sepuluh detik dia yang kalah!" Victor membuat aturan baru.

__ADS_1


"Loh, berarti kamu dong yang kalah, kan tadi kamu sudah berhenti makan sepuluh detik saat kamu ke toilet!" Agni masih tidak terima kalau lombanya dilanjut, dia sudah sangat kenyang sekali, tidak mungkin makan lebih banyak lagi.


"Kamu tidak tahu kan, dari tadi aku ngunyah selama di toilet? Victor bohong.


"Ih, jorok. Masa ngunyah di toilet? Gimana rasanya?" Agni mengerutkan keningnya, selera makannya benar-benar hilang, tidak hanya karena dia sudah benar-benar kenyang tapi karena Victor cerita ngunyah di toilet itu.


Victor tidak mau mendengar ocehan Agni, dia mengunyah terus.


"Aku tidak kuat lagi!" Makanan di mulut Agni masih ada.


"Nah gitu dong! Nyerah, jangan malu-malu kalau benar-benar kalah!" Victor senang akhirnya Agni menyerah juga.


"Tapi kamu harus habiskan semua makanan ini!" Agni melotot pada Victor.


"Kalau kau tidakl habiskan, berarti hukumannya batal!" Agni masih tidak terima jika harus mendapat hukuman dari Victor, dia tidak sudi dihukum.


"Ok, siapa takut!" Victor malas meladeni Agni yang cerewet, dia yakin jika dia bisa menghabiskan semua makanan itu.


Agni senang karena Victor tidak akan bisa menghabiskan makanan itu, masih terlalu banyak. Dia benar-benar tidak yakin jika Victor menghabiskan itu semua.


"Apa lihat-lihat?" Victor menegur Agni yang kini menyandarkan kepalanya di atas meja, melihat Victor melahap satu demi satu makanan yang masih banyak tersisa.

__ADS_1


"Kau kira aku tidak bisa menghabiskan ini semua? Kamu salah besar, sayang. Aku bisa menghabiskan bahakn jika harus ditambah lagi!" Victor nyengir pada Agni yang terheran-heran menyaksikan Victor makan.


"Kamu punya perut apa sih?" Agni mulai panik saat makanan di atas meja semakin sedikit.


Pelan tapi pasti Victor melahap habis semua makanan itu.


"Dari karet, bisa ditarik ulur, dan muatannya bisa sampai 20 kilogram sekali masuk!" Victor mencubit hidung Agni.


Dia harus memenangkan lomba ini dan bertindak seolah-olah tidak ada yang terjadi di toilet tadi.


Victor tidak mau Agni tahu jika Elena mengejarnya sampai ke Korea Selatan hanya mau menyampaikan berita buruk padanya, dan jika Agni tahu, bisa berabe, dan Victor tidak mau itu semua terjadi.


Victor sudah mengarang hukuman yang lain buat Agni agar dia bisa betemu Elena nanti.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel tamat saya di NovelToon/MangaToon)


Dan suapan terakhir sudah masuk ke mulut Victor.


"Yay, aku menang. Siap-siap ya sayang untuk menerima hukuman dari aku!" Victor mencubit hidung Agni yang kini kembang kempis.


"Astaga, pertumu benar-benar karet, sayang!" Agni terbelalak melihat meja itu kini kosong, tidak ada lagi makanan di atasnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2