
Victor mengecup kening Agni, lama sekali, hangat. Agni terbawa suasana, tidak terasa, air matanya mengalir di pipinya yang putih mulus itu.
“Aku tidak akan menyia-nyiakanmu lagi, sayang!” Victor berbisik di telinga Agni sebelah kiri.
Agni hanya bisa mengangguk-angguk dalam pelukan hangat Victor. Dia benar-benar menikmati momen seperti ini, bukan karena akhirnya mereka bisa melawan penjaga yang terlatih itu, namun karena dia akhirnya bisa merasakan pelukan Victor lagi.
Akhirnya mereka sampai di bibir pantai, entah sudah di mana mereka sekarang, tetapi yang pasti Agni tahu jika mereka sudah ada di pulau Jawa lagi, mereka akan segera kembali ke rumah.
***
Elisa yang masih galau mau mencari bantuan entah ke mana terkejut mendengar panggilan di ponselnya, ada nomor tidak dikenal memanggilnya. Dia ragu ingin mengangkatnya, tapi dia harus mengangkat, manatahu itu merupakan panggilan dari polisi dan berniat untuk memberitahukan keberadaan Agni.
Dipandanginya agak lama ponsel itu, dia ragu, namun dia juga penasaran. Diangkatnya. Dia mendengar suara Agni di seberang sana, dia bertanya bertubi-tubi.
“Tenang, tenang Sa!” Agni menenangkan Elisa dari seberang sana.
“Kau di mana sekarang?” Elisa bertanya lagi, untuk yang kesekian kalinya.
“Aku sudah di Jakarta. Datanglah ke rumah sekarang!” Agni menyuruh Elisa datang menemuinya.
__ADS_1
“Rumah? Rumah di mana?” Elisa belum mengerti apa yang sudah terjadi dengan Agni, dan cerita panjang di baliknya.
“Rumah Victor!” Agni menjawab tenang.
“Victor? Manusia sombong dan dingin itu? Ngapain lagi sih ke sana?” Elisa kaget demi mendengar nama Victor disebut di seberang sana, oleh Elisa, sahabatnya yang berkali-kali disia-siakan oleh Victor.
Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.
“Tenang dulu, Sa. Elu akan tahu segera apa penyebabnya kalau elu sudah datang ke sini!” Agni berusaha menenangkan sahabatnya itu. Agni maklum dengan reaksi Elisa.
“Tidak, aku tidak sudi datang ke rumah itu lagi!” Elisa ngotot.
“Sa, datanglah, semuanya sudah berubah!”
“Sa!”
Elisa kaget, suara Victor terdengar dari seberang sana.
Victor langsung merebut ponsel dari tangan Agni saat ada perdebatan di sana.
__ADS_1
Elisa terdiam, tidak menjawab apapun, dia sudah mengutuk Victor dari sini, entah Victor juga sudah mendengar sumpah serapahnya dari tadi.
“Sa, maafkan aku. Datanglah, aku yang menyuruh Agni untuk mengundangmu ke sini. Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu karena telah memberitahukanku tentang penculikan Agni. Datang ya, kami tunggu!” Victor memohon, suaranya sangat lembut, seperti salju tipis di awal musim dingin di Eropa Timur.
Elisa tertegun, dia tidak tahu mau mengucapkan apa-apa lagi. Dia malah mematikan panggilan, entah sengaja atau tidak.
Lamunannya terganggu lagi karena ponsel yang di tangannya berbunyi dan bergetar sekaligus. Ada panggilan dari nomor yang sama.
Elisa mengangkatnya.
“Kok dimatikan sih?” Agni mengutakan suaranya dari seberang sana.
“Eh, maaf! Tidak sengaja!”
“Datang ya!” Agni mengulang lagi kalimatnya.
“Ok!” Elisa menjawab singkat.
Baca juga: Zora's Scandal (Baru tamat, lihat pada profil saya di noveltoon/mangatoon.
__ADS_1
Dia masih tidak habis pikir mengapa Agni lagi dan lagi jatuh ke pelukan Victor. Dia jadi berpikir jika Victorlah yang menculik Agni dan pura-pura hadir sebagai pahlawan lagi. “Tapi untuk apa? Bukankah Victor tidak benar-benar cinta pada Agni? Kenapa harus memakai cara yang seperti itu?” Elisa bertanya-tanya atas kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Bersambung….