
"Mugkin kau bisa mempermainkan laki-laki lain, sesukamu. Namun, kau tidak bisa berbuat sesukamu itu dengan setiap laki-laki yang kau jumpai!" Victor mendengus, dia menghebuskan nafasnya kuat-kuat dan mendorong tubuh Elena hingga telentang. Antar suka dan tidak, dia melepas tangan Elena yang menari-nari di dua tiang penyangga yang kokoh itu.
"Kau suka, tapi kau masih melawan untuk tidak mengakui kesukaanmu ini." Elena masih menggoda Victor dengan aksi-aksinya yang nakal.
Bukannya Elena jera, dia semakin menjadi-jadi. Dia semakin berhasrat karena perlakuan kasar Victor padanya barusan.
"Kau benar-benar sudah sinting, Elena." Victor memungut baju Elena dan melemparkannya ke tubuh seksi nan menggoda dari Elena.
Elena menyingkirkan baju itu dari tubuhnya yang seksi, putih mulus karena jarang tersentuh langsung matahari.
"Aku akan hitung sampai sepulu. Jika kau benar-benar tidak mau, aku akan pergi selamanya dari hadapanmu!" Elena masih menggoyang-goyang tubuhnya agar Victor tergoda.
"Hitung sampai seratus, aku tidak akan tergoda. Pakailah bajumu dan keluarlah dari kamar ini." Victor masih mendengus, pribadi Victor yang lain yang ada pada dirinya seakan berontak ingin memeluk Elena saat itu juga, namun Victor yang lain melarangnya mati-matian agar dia tidak tergoda dengan rayuan Elena.
__ADS_1
"Satu..." Elena mulai menghitung sambil memegangi semua bagian tubuhnya pelan-pelan.
Victor masih terdiam. Dia sadar betul jika pedangnya dari tadi semakin menronta.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil)
Elena bisa melihat itu semua, maka dia mulai menghitung lagi dengan suara yang manja dan seksi, seksi, setidaknya di telinga Victor yang mendengar saat itu. Namun Victor masih bertahan dengan pendiriannya.
"Duaaaah..." Elena semakin menjadi-jadi. Dia mulai memegang-megang bagian tubuhnya yang lain yang lebih sensitif lagi. Sesekali dia mengerang seperti keenakan sendiri.
Mabuk yang tadi baru disaksikan Victor, seakan-akan hilang begitu saja, Victor tidak melihat lagi Elena yang mabuk beberapa menit yang lalu.
"Tigaaaah..." Elana mendesah lagi. Dia memainkan matanya sekarang, dia tahu persis jika Victor sedang menahan nafsunya mati-matian, bahkan kini sudah tidak berdaya lagi.
__ADS_1
"Elena, jangan buat aku semakin kasar padamu!" Victor mulai mendekat pada Elena, niatnya ingin menyeret Elena keluar dari kamar itu.
Namun laih-alih menyeret Elena, dia ingin sekali merengkuh tubuh Elena yang langsing dan seksi itu karena tiba-tiba kaki Elena menahan langkah Victor persis di mata pisau milik Victor.
"Elena, aku sudah mengingatkan engkau berkali-kali..." Victor menarik nafas panjang dan dia menggeser kaki Elena ke samping dan dia menarik tubuh Elena ke pelukannya.
Victor kini dikuasai oleh birahinya sendiri. Victor yang menasihatinya dari tadi telah lenyap, pergi entah ke mana. Victor yang buas dan bringas, yang penuh nafsulah yang tinggal di kamar itu. Telah siap dengan segala kekuatannya meneguk anggur yang ditawarkan Elena padanya, sampai memohon-mohon pula.
Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil)
Victor benar-benar tidak mau menyianyiakan waktu berdua dengan Elena. Setelah dipikir-pikir, tidak rugi juga meladeni niat Elena. Entah apapun niat di balik semua ini, Victor tidak lagi perduli dengan semuanya itu.
Elena tahu jika Victor sudah luluh, dia sangat senang sekali. Dia bangga pada dirinya sendiri karena telah mampu mengobok-obok perasaan Victor padanya.
__ADS_1
Bersambung