Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Agni Menunjukkan Kuasanya


__ADS_3

Sebelum lanjut, kasih vote dulu ya kaks 😉


Victor dan Agni bangun kesiangan, mereka tidak mau beranjak dari ranjang dan saling melepas pelukan hangat itu, mereka mau menikmati peluk hangat masing-masing pasangannya.


"Sayang, nggak mau mandi?"


"Nggak ah, aku sudah lama merindukan suasana begini!" Victor memeluk lebih erat lagi Agni.


"Hmm, ya sudah, peluk semaumu!" Agni memeluk Victor juga lebih erat lagi, seolah dia tidak mau Victor melepas pelukannya.


Mereka untuk sejenak lupa dengan keberadaan Abisetya dan Abiwara sampai keduanya menangis.


"Mas, si kembar nangis!"


Victor dan Agni langsung saling melepas pelukannya dan berhamburan menuju Abisetya dan Abiwara.


Keduanya hanya mengenakan ****** *****. Pemandagnan yang paling absurd di pagi hari. Anak menangis minta makan dan minum, dan bisa saja karena popoknya sudah basah, mereka beruda masih berpelukan mesra seperti tidak punya anak, untung saja si kembar nangisnya kencang, kalau tidak keduanya masih akan berpelukan sepanjang hari itu.


Agni langsung memakai pakaiannya dan segera ke dapur mengambil makanan untuk si kembar. Popok keduanya dilepas sebelum dikasih makan agar si kembar merasa nyaman.


Victor memberikan makan Abisetya sedangkan Agni menyuap Abiwara. Sekali suap Abisetya kemudian giliran Agni yang dicium, begitu seterusnya hingga si kembar merasa kenyang. Kenyang dengan makanan yang disuapnya dan sekaligus senang melihat kemesraan Victor dan Agni.


***


Setelah si kembar dimandikan dan dipakaikan pakaian keduanya didorong ke luar kamar, Victor dan Agni hendak makan.


Mereka tidak melihat Mbo Ratih dan Siska ada di sana dari tadi. Agni melihat ke dapur, tidak ada makanan yang sudah di masak, begitupun di meja makan.

__ADS_1


"Sepertinya, Mbo Ratih dan Siska absen hari ini!" Victor melihat sorot kekecewaan dari mata Agni yang dari tadi kecarian makanan.


"Iya, biar aku panggang roti dan goreng telur ceplok saja, mau ya!" Agni menawarkan pada Victor.


Saat itu pula, Siska keluar dari kamarnya, tampaknya dia juga baru bangun dari tidurnya.


"Siska baru bangun?" Victor menyapa Siska yang merasa bersalah karena belum menyiapkan apa-apa.


"Iya, Pak. Maaf belum masak apa-apa. Sebentar ya, Pak!" Siska mempercepat langkahnya untuk menyiapkan sarapan bagi seisi rumah.


"Baik, aku buatkan susu coklat saja dulu ya, mas. Sis, panggang roti dengan telur ceplok saja ya. Buatkan dua ya, Sis!" Agni mengencangkan suaranya agar Siska yang ada di dapur bisa mendengar instruksinya.


Agni sengaja mengatakan itu agar Siska sadar bahwa dia adalah pembantu di rumah itu dan dialah nyonya-nya.


Pelan-pelan Agni berencana akan menunjukkan power-nya di sana.


Victor tersenyum balik pada Agni.


Susu coklat sudah siap diminum, sebentar lagi roti panggang mereka akan segera selesai juga.


***


Pagi itu, Agni puas dengan apa yang telah dilakukannya untuk Siska. Sekarang dia akan menyuruh Siska menyiapkan bahan-bahan untuk membuat cake.


Jar sudah masuk ke dalam oven untuk disterilisasi, membunuh kuman-kuman yang mungkin menempel di sana.


Cake akan segera siap dimasukkan ke dalam jar dan dipasarkan. Hari itu Agni akan kembali mencoba resep baru lagi setelah cake pertamanya lewat testing dari semua orang di rumah itu.

__ADS_1


Mbo Ratih yang hari ini sibuk di halaman belakang mengarahkan para pekerja kebun yang dipanggilnya sewaktu-waktu untuk megnurus halaman rumah Victor yang penuh dengan rumput, bunga dan beberapa pohon yang membuat rumah itu terasa sejuk.


Setelah mengarahkan mereka dia mau sarapan sebentar sebelum kembali lagi memeriksa hasil pekerjaan para pekerja kebun itu.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil saya)


Dia memakan sarapan yang sudah tersedia di meja makan dan melihat Siska dan Agni yang sedang sibuk mempraktikkan resep baru, resep coba-coba Agni.


Mbo Ratih kembali fokus pada makanan yang ada di depannya, entah kenapa dia malas nimbrung dengan Agni dan Siska yang tampak semakin kompak.


Victor lewat dari meja makan hendak ke dapur.


"Mbo, baru sarapan?"


"Iya, tadi lagi ngurusin halaman belakang."


"Oh, nggak mau ikut coba resep baru Agni?" Victor menunjuk ke dapur.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat di profil saya)


"Nggak ah, aku banyak urusan di halaman belakang!" Mbo Ratih melanjutkan memakan makanannya, dia berusaha memperlihatkan jika dia tidak tertarik untuk bergabung dengan mereka.


"Oh, ya sudah." Victor lalu berjalan menuju Agni dan Siska.


Bersambung...


Jangan lupa vote ya kaks🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2