Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Bisakah aku habisi dia?


__ADS_3

Agni menatap mata Victor yang ternyata menatap kepalanya dari tadi, maka saat Agni berbalik, matanya langsung menangkap mata Victor.


"Apa?" Agni bertanya sambil membesarkan matanya pada Victor.


"Tidak ada apa-apa. Aku hanya ingin menatapmu saja!" Victor hanya menggerakkan matanya pada Agni.


"Kenapa, kenapa menatapku seperti itu?" Agni bertanya lagi, dia tidak nyaman ditatap begitu oleh Victor.


"Aku penasaran, apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan?" Victor bertanya lagi pada Agni.


"Merasakan apa? Jangan bertele-tele, ungkapanlah apa penasaranmu itu!"


"Kamu sedang merasakan apa sekarang?" Victor bertanya lagi.


"Tidak ada!" Agni tentu saja berbohong. Kini tangan Victor sudah memegang pahanya.


"Serius, tidak merasakan apa-apa?" Victor bertanya lagi.


"Jangan banyak teka-teki deh!" Agni kini tergoda dengan usapan tangan Victor di paha bawahnya.


Kini Agni mengerahkan kekuatan untuk bertahan, dia mau menikmati sentuhan Victor lebih lama lagi. Dia suka masa-masa seperti ini.


"Kamu bohong!" Victor masih menatap mata Agni sendu. Dia sama sekali tidak memandang ke yang lain selain ke mata Agni langsung.


Nafas Agni sudah mulai tersengal. Dia sudah tidak tahan, sekarang tangan Victor sudah menjalar ke paha bagian atas.

__ADS_1


"Yakin, tidak merasakan apa-apa?" Victor masih menggoda, tatapan matanya menusuk ke dalam mata Agni.


Baca juga: Zora's Scandal (novel tamat, lihat pada profil)


Kini Agni berkedip, dia menelan ludahnya sendiri.


Dia menarik tangan Victor menuju pingganggnya. Tangan hangat Victor mengelus lembut pinggul Agni.


Agni tidak tahan lagi, tangannya menuntun tangan Victor mendaki ke pegunungan Alpen, dingin seperti tertutup salju, namun tiba-tiba hangat karena sentuhan tangan Victor yang penuh kehangatan.


Agni merasakan hawa panas tiba-tiba menerpa badannya.


"Lanjutkan!" Agni memohon.


Kini tangan Agni juga mulai menjelajahi lengan Victor yang kekar. Dia mulai mencium tangan itu lembut.


Agni langsung bisa memanggil memori malam itu kembali. Betapa dia sangat terpesona dengan lekuk tubuh Victor yang menggoda. Agni memejamkan matanya saat Victor mulai mendekatkan wajahnya pada wajahnya.


Agni bisa merasakan desah nafas Victor yang hangat.


"Kau tidak perlu lagi jual-jual mahal padaku, sayang!" Victor berbisik di telinga Agni.


Agni merasa sial, dia tidak menyangka jika Victor ternyata membisikkan itu, dia mengira jika Victor akan menciumnya di bibir.


Mata Agni terbuka, dia mau melihat wajah jahil Victor.

__ADS_1


Victor langsung memagut saat mata itu belum jelas melihat ke wajah Victor.


Agni merasa kecolongan. Dia balas dendam, dia ******* apa yang perlu dilumat.


Desah nafas mereka berbaur jadi satu. Gerakan demi geraka mereka praktikkan. Bayangan terliar Agni ditumpahkan malam itu.


Tidak ada yang lebih berbagia dari mereka berdua malam itu.


***


Nun jauh di Jakarta yang panas, hati Siska terasa panas. Dia bisa merasakan jika Agni dan Victor sedang bermesraan di sebuah hotel.


"Mereka pasti sedang saling memadu cinta!" Dia menatap bonekanya itu.


Dihempaskannya boneka itu. Seolah Siska protes karena apa yang sedang terjadi. Dia bisa membyangkan Victor sedang bermesraan dengan Agni, dia sangat cemburu karena pikirannya sendiri.


"Aku terkurung di rumah ini, sendiri, dengan wanita tua yang perlu dikendalikan juga. Karena orang tua itu, Victor jadi susah dikendalikan." Siska masih berbicara dengan boneka itu.


"Bisakah aku menghabisinya saja?" Siska bertanya pada bonekanya itu. Ditariknya boneka itu lagi ke pangkuannya.


Baca jgua: Zora's Scandal (novel tamat, lihat pada profil)


"Bisakah aku habisi dia saja agar tidak jadi penghalang bagiku?" Siska tampak membujuk bonekanya itu, boneka itu hanya diam saja, tidak menjawab apa-apa. Kalau Siska menatap mata boneka itu, boneka itu seolah menatapnya balik.


"Aku lelah, aku mau tidur dulu!" Siska kemudian menyimpan boneka itu kembali ke dalam tasnya. Lagi-lagi dia tidak mau ada orang lain yang melihat boneka itu.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2