
Victor hanya melempar senyum saja pada wanita muda itu. Dia tidak mungkin menjadikan dia sebagai istri lagi. Satu saja dia sudah kewalahan apalagi harus beristri dua. Victor bisa mati gila dibuatnya. Iya kalau akur, kalau tidak, pasti lebih repot lagi.
“Kau tidak mau?”
“Kau tidak takut padaku?” Victor meyakinkan wanita muda itu.
“Aku takut tapi kalau bersamamu, aku yakin akan merasa lebih baik!” wanita muda itu pura-pura lagi.
“Kau tidak usah pura-pura lagi, kau tidak benar-benar menyukaiku, kalaupun kau benar-benar menyukaiku, kau menyukai uangku saja, kan?” Victor berterus terang dengan apa yang ada di pikirannya terhadap wanita muda itu.
Wanita itu terperanjat, “Mengapa dia bisa menebak apa yang kupikirkan ya?” dia berbisik pada diri sendiri.
“Kau tidak usah terkejut, aku sudah terbiasa menghadapi wanita-wanita seperti kau, bukan kali ini saja.” Victor menyeringai, senyumnya menyeramkan sekarang.
“A, aku, aku benar-benar ingin menikahimu kok!”
“Tutup mulut kotormu ini, penipu kecil. Kau tidak bisa mengadali singa sepertiku!”
“Bukannya biasanya buaya ya, kok singa!?” wanita muda itu berusaha mengeluarkan senjatanya yang baru.
“Garing, nggak usah berusaha membuatku tertawa!” Victor memeluk wanita muda itu dengan mesra. “Jangan berbicara lagi, tidurlah di pelukanku, aku jijik padamu tapi tubuhmu tidak!”
__ADS_1
Wanita muda itu tidak mau meronta, dia biarkan tubuh mungilnya didekap tubuh atletis Victor, sangat kuat dan hangat, di satu sisi dia menikmatinya tetapi di sisi lain, dia takut mati karena kuatnya pelukan Victor padanya.
“Bisa jangan peluk terlalu kuat?” wanita muda itu terbata-bata di dalam pelukan Victor yang seakan tidak rela jika tubuh wanita itu pergi darinya.
Victor melonggarkan sedikit pelukannya, wanita itu kini bisa bernfas lebih lega lagi.
***
Elisa membuka pintu untuk Agni. Hujan lagi-lagi mengguyur Agni, setelah di tengah jalan menuju kontrakan Ellisa, hujan turun dengan derasnya, seolah tahu perasaan Agni yang hancur.
“Lu basah lagi?” Elisa menyelimuti tubuh Agni dengan handuk putih yang besar dan hangat.
“Hatchim!” Agni bersin. Hanya sebentar dia kena hujan, saat turun dari taxi menuju pintu kontrakan Elisa namun itu mampu membuat Agni flu. Ingusnya yang sudah penuh karena tangisan keluar semua.
“Terima kasih, Sa!” Agni hanya mampu mengucapkan terima kasih pada sahabatnya itu, dia tidak menjawab semua pertanyaan yang memang tidak membutuhkan jawaban itu.
“Duduk dulu di sini!” Elisa mendudukkan Agni di kursi plastik berwarna hijau. “Gw ambilkan baju untukmu, bajumu yang tertinggal sudah aku cuci, sebentar gw ambil dulu ya!” Elisa bergebas menuju lemari pakaiannya, mengambil baju Agni yang pernah tertinggal di sana dan menyerahkannya pada Agni.
Baca juga: Zora’s Scandal (Lihat pada pofil)🙏
“Gantilah bajumu dulu, nanti lu semakin sakit, aku buatkan the hangat dulu ya!”
__ADS_1
Agni meraih baju yang diberikan Elisa membuka bajunya dan memakaikan baju yang kering itu.
Elisa memandanginya sementara dia membuatkan Agni teh.
“Bisa gw minta kopi saja?” Agni membuat permintaan.
“Ah, lu ini. Gw udah buat nih, tapi nggak apa-apa, ini buat gw aja, gw buatkan kopi untukmu, gw takut lu merengek lalu ngambek lalu pulang ke rumah kesayangmu lagi!” Elisa menyinggung kebebalan Agni yang mau kembali lagi ke rumah Agni hari dimana dia dijemput saat lari dari rumah dan mampir di kontrakan Elisa, kontrakan yang sama dengan hari ini.
“Gimana, masih mau pulang ke sana?” Elisa bertanya pada Agni sambil meletakkan kopi itu di meja, di depan Agni.
“Sepertinya tidak lagi!” Agni menjawab pelan, penuh keragu-raguan.
“Elu nggak bisa ragu-ragu lagi, Agni. Ketika lu memutuskan untuk meninggalkan rumah, jangan pernah kembali lagi!” Elisa menguatkan tekat Agni untuk tidak kembali lagi ke rumah itu.
“Iya, sudah bulat, biarlah gw sendiri yang akan merawat anak ini!” Agni mengusap lagi perutnya yang buncit.
“Kalau begitu kita harus pindah dari kontrakan ini!” Elisa memegang tangan dingin Agni.
Agni melihat wajah Elisa dengan penuh keragu-raguan. “Akankah aku harus benar-benar meninggalkan Victor?” Agni berbisik pada dirinya sendiri.
Bersambung…
__ADS_1
Jangan lupa kasih like, komen, vote, favorite agar dapat notif jika ceritanya sudah up lagi. Danke!