Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love

Cinta Tak Bertuan - Unmanned Love
Toko Online


__ADS_3

"Siska, maaf ya, tadi aku terlalu emosi. Harusnya aku mengucapkan selamat ulang tahun padamu alih-alih membentakmu!" Agni meminta maaf pada Siska saat makan malam.


Mbo Ratih yang mendengar permintaan maaf dari Agni jadi heran. Namun dia diam saja mendengar apa yang sedang mereka diskusikan.


"Nggak apa-apa, Mba. Aku sudah maafkan kok." Siska memberikan senyum pada Agni.


Siska juga merasa heran mengapa tiba-tiba Agni mau meminta maaf padanya.


"Nah gitu dong. Sis, maafkan Mba Agni ya. Yang tadi jangan dimasukin ke hati ya." Victor meminta maaf juga pada Siska.


"Iya, Pak. Nggak apa-apa. Bapak nggak perlu minta maaf juga, sudah saya maafkan kok, pak." Mata Siska berbinar-binar, dia tidak menyangka jika Victor juga akan ikut meminta maaf untuk Agni.


"Nah, besok, Mba Agni mau buat kue, entah kue apa aku nggak ngerti. Kamu bantu ya Sis!" Victor menyampaikan rencana Agni ke depan.


"Baik, pak. Pasti." Siska menjawab cepat.


"Iya, kamu kan pandai masak juga, aku rencana mau buka toko online khusus jual kue-kue kering dulu sebagai percobaan." Agni melihat pada Siska lagi.


"Mbo Ratih kalau mau bantu juga boleh, Mbo!" Victor menyapa Mbo Ratih yang dari tadi diam saja mendengar mereka.

__ADS_1


"Oh boleh. Pasti dong." Mbo Ratih menjawab singkat lalu kembali makan lagi.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat pada profil saya)


Dia kesal ada sesuatu yang terjadi di rumah itu tapi dia tida tahu apa-apa, seolah dia menjadi tamu saja di rumah yang dari dulu ditempatinya.


"Mbo nggak apa-apa kan?" Victor tahu jika Mbo Ratih sedang ada pikiran.


"Nggak apa-apa kok, masakannya enak, aku mau menikmati saja dulu." Mbo Ratih mengelak dari pertanyaan Victor.


"Nggak biasanya Mbo diam saja!" Victor masih menyinggung perihal diamnya Mbo Ratih malam ini.


"Mbo, kalau ada yang mau disampaikan, silakan disampaikan!" Victor berbicara lembut sekali.


"Mbo!" Siska menatap ke arah Mbo Ratih lekat-lekat.


"Tadi, maaf-maaf tadi kenapa?" Mbo Ratih akhirnya berbicara tentang apa yang dia pikirkan barusan.


"Oh, itu. Bukan masalah besar sih, Mbo. Hanya..."

__ADS_1


"Tadi aku bentak Siska karena Victor belikan Siska kado ulang tahun tanpa sepengetahuanku, itu saja Mbo. Aku kira Victor bermain lagi dengan Siska. Makanya aku minta maaf pada Siska karena sudah berpikiran aneh-aneh terhadap Siska." Agni memotong Victor. Dia menceritakan apa yang terjadi.


"Oh, ya kamu sih, suaminya baik ke orang lain mikirnya macem-macem!" Mbo Ratih malah menyudutkan Agni lagi.


"Udah, Mbo. Ngak apa-apa, tadi Mba Agni kan sudah minta maaf." Siska tidak mau masalah itu diperpanjang lagi.


"Ya sudah kalau begitu, kita lanjut makan!" Mbo Ratih menurut pada Siska.


"Jadi besok, Siska temani Mba Agni belanja keperluan masak kue dulu ya. Besok saya nggak bisa temani, saya harus berangkat ke Makassar lagi. Ada sesuatu yang harus segera diselesaikan di sana." Victor meminta Siska lagi.


Agni hanya melempar senyum pada Siska.


Baca juga: Zora's Scandal (Novel Tamat, lihat pada profil saya)


Percakapan malam itu terjadi begitu saja. Seperti tidak ada beban, namun setelah selesai berbicara seperti ada yang menggantung perasaan Agni.


"Kenapa Siska begitu baik ya, kok sikapnya tiba-tiba berubah? Aku tidak bisa lengah dengan Siska. Sekarang Mbo Ratih juga semakin menurut padanya malah menyerangku terus, Mbo Ratih bukan begitu yang aku kenal." Agni berpikir keras dengan apa yang terjadi di rumah itu.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2