
Victor tidak lelah mencari keberadaan Agni. Setiap hari dia menanti-nanti laporan anak buahnya, menunggu kabar jika Agni sudah ditemukan di suatu tempat.
Banyak wanita yang menunggu kehadiran Victor. Satu per satu ditolak Victor, dia benar-benar berhenti dari semua yang membuat Agni tidak senang. Dia benar-benar tobat sekarang.
“Mbo, apakah Agni sudah benar-benar melupakanku?” Victor mengeluh pada Mbo Ratih yang selalu menyemangatinya.
“Aku yakin, dia juga rindu padamu, mungkin dia sedang memberi pelajaran padamu. Dia ingin melihat kesungguhanmu!” Mbo Ratih meyakinkan Victor, tidak lelah dia mendukung Victor dan Agni untuk bersatu kembali.
“Aku sedikit ragu dengan apa yang Mbo Ratih Yakini!” Victor menghela nafas dalam, dia mengatakan ketidakyakinanya dengan tidak yakin.
“Jangan ada sedikitpun ragu padamu, itu yang akan memperlambat pertemuanmu dengan Agni!” Mbo Ratih memegang dada Victor, berusaha menangkannya, seolah memberi sedikit keyakinan yang ada padanya untuk Victor lewat sentuhannya itu.
Baca juga: Zora's Scandal
“Tapi, kalau dia benar-benar rindu, tidak mungkin dia tidak mau datang ke sini, setegar itukah dia? Jangan-jangan dia benar-benar tidak cinta denganku!” keraguan Victor bertambah.
__ADS_1
“Dari caranya mempertahankanmu dan menjauhkan semua wanita yang kau bawa ke sini, itu menunjukkan jika dia benar-benar cinta padamu!” Mbo Ratih masih sangat yakin dengan apa yang dikatakannya.
“Bukankah dia hanya ingin anak itu lahir dengan keberadaan bapaknya di sisinya?” Victor menebak-nebak.
“Tebakanmu memang benar, namun, seiring berjalannya waktu, cintanya tumbuh padamu. Mungkin saja dia memang benar-benar mencintaimu dari awal, tapi kau tidak menyadarinya.” Mbo Ratih membentuk senyum di wajahnya untuk Victor, menyuruh Victor mengingat-ingat awal mereka bertemu.
“Tapi, kami bertemu di sebuah club malam, dan aku memilihnya untuk menemaniku tidur malam itu!” Victor mengingat-ingat lagi awal perjumpaannya dengan Agni.
“Kemudian?” Mbo Ratih ingin mendengar kisah selanjutnya.
“Kemudian?” Mbo Ratih menagih lagi ingatan Victor.
“Kemdian, dia memintaku untuk menikahinya,” Victor menatap mata Mbo Ratih.
“Ok, perkara cinta memang misteri, dia datang seperti pencuri di malam hari, saat kita lengah, tidak siap, tidak berdaya, kau mungkin saja tidak benar-benar menyadarinya!” Mbo Ratih melempar senyumnya lagi, seperti mengajari anak yang baru mengerti cinta.
__ADS_1
“Ah, Mbo mengada-ngada saja!”
“Begitulah cinta, kadang juga kita menganggap cinta adalah hal yang mengada-ngada karena kelakuan kita yang aneh setelah terkena virus cinta, megnada-ngada kan? Lihatlah dirimu sekarang, kau sampai uring-uringan, tidak selera makan, dan semua emosimu meluap-luap hanya karena Agni, perempuan yang kau abaikan selama ini, ibu dari calon anakmu!” Mbo Agni memegang dagu Victor seperti seorang nenek memegang dagu cucu pertamanya.
“Aku hanya tidak ingin dia dan anaknya kenapa-kenapa di luar sana!” Victor masih menyangkal teori Mbo Ratih.
“Kau khawatir dengan keadaan mereka, bukan? Itu tandanya virus cinta sudah menyebar padamu!” Mbo Ratih menepuk pundak Victor.
“Ah, Mbo seperti dokter cinta saja!” Victor masih mengelak.
“Kalau kau benar-benar tidak mencintai Agni, kau tidak akan segalau ini, Victor!” Untuk pertama kali setelah sekian lama Mbo Ratih memanggil nama Victor.
Victor untuk sejenak memikirkan semua perkataan Mbo Ratih. “Apakah aku sebodoh itu tidak menyadari cinta yang muncul di dalam hatiku ini? Setolol itukah aku?” Victor merenung di depan Mbo Ratih yang masih menatapnya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejaknya ya readersku❤