Cinta terhalang persahabatan

Cinta terhalang persahabatan
Proyek pembangunan


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu tapi Jani masih belum ditemukan juga. Polisi akhirnya menutup kasus ini tanpa bisa menemukan Jani karena tak ada petunjuk apa pun yang didapat. Meski tak rela dan berat hati Hadi akhirnya berusaha menerima kenyataan bahwa putrinya tak pernah kembali.


Meski kasusnya sudah ditutup, tetap saja rasa sayangnya pada putri semata wayangnya itu tak akan pernah lekang dimakan oleh waktu, dari itu meski mereka semua sudah kembali ketempat tinggal mereka tapi Hadi masih sesekali mengunjungi kampung tempat hilangnya Jani.


Berharap putrinya suatu hari nanti bisa ditemukan meski waktu terus berlalu hingga tak terasa 10 tahun kini telah berlalu namun gadis tomboy itu masih belum kembali.


...****************...


Seiring berjalannya waktu, meski kini sosok Jani hanya tinggal kenangan tapi keempat pemuda itu harus tetap meneruskan hidup mereka.


Ya, mereka tetap melanjutkan kuliah bersama diuniversitas dan jurusan yang sama hingga lulus. Setelah lulus mereka merintis bisnis bersama dari O dibidang Arsitektur hingga kini, perusahaan yang mereka bangun sudah semakin sukses karena perusahaan mereka merupakan perusahan dibidang Arsitektur terbaik diIndonesia berkat kinerja mereka yang memuaskan para investor.


Begitu banyak proyek yang sudah mereka tangani mulai dari perancangan dan pembuatan gedung tinggi dengan gaya kekinian, berbagai monumen, dan banyak infrastruktur yang mereka kerjakan hingga pembangunannya menggelontorkan dana triliunan.


...****************...


Langit yang kutatap kali ini masih tetap sama seperti 10 tahun lalu namun waktu dan cerita hidup yang kujalani kini sudah berbeda, meski begitu kenangan indah masa kecilku hingga kami remaja masih terekam jelas dalam memori ingatanku.


Sampai detik ini aku masih tetap tidak percaya akan kepergian Jani yang secara misterius tanpa jejak itu, dia yang hilang seperti ditelan bumi dan tak meninggalkan jejak sedikit pun membuat hatiku teramat sedih.


Jujur saja, sosok Jani bagiku sudah seperti bagian dari hidupku jika salah satu anggota tubuhku sakit atau pun menghilang maka anggota tubuhku yang lain akan merasakan hal yang sama.


Begitu berartinya dia bagi hidupku meski kini waktu 10 tahun sudah berlalu tapi sosoknya tak mampu dihapus oleh waktu, dia masih menjadi ingatan yang terindah dihatiku yang akan terus kusimpan dalam-dalam direlung hati ini.


Drrreeetttt... drreeeettt... drrreeeeettt...

__ADS_1


Sontak suara handphone yang bergetar itu membuyarkan lamunanku, aku pun segera merogoh saku celanaku, kuambil handphone yang kusimpan disaku celana kemudian kuangkat panggilan telepon yang masuk. Belum sempat aku mengucapkan 'Halo' diujung telepon itu sudah terdengar suara yang sudah tak asing bagiku. Dia adalah Jho yang terus bicara nyeroscos tanpa jeda, membuatku hanya bisa diam dan menyimak ucapannya.


๐Ÿ“žGio, kamu dimana? Ko belum ke kantor? Buruan sini, 20 menit lagi kita akan meeting. Kamu ngebut aja ya, jangan dilama-lamain nyetir mobilnya pokoknya awas! Aja kalau sampai telat. Kita tidak boleh ngecewain investor gara-gara jam yang ngaret.


Tut.. tut.. tut.. tut.. tut..


Tiba-tiba panggilan telepon pun terputus tanpa memberiku kesempatan untuk menjawab semua pertanyaan Jho.


"Dasar Jho! Belum juga dijawab udah dimatiin aja teleponnya" gerutuku sedikit heran pada Jho.


Setelah panggilan telepon itu berakhir aku beranjak dari pos ronda tempat biasa kami kumpul saat malam minggu, aku memang sengaja mampir kesana sebelum pergi berangkat kerja hanya untuk sekedar merasakan atmonsfir suasana disana seraya mengenang kembali saat pertama kali aku berteman dengan Jani. Setelah itu aku segera naik kemobil lalu pergi kekantor.


Dikantor


Diruang meeting semua sudah berkumpul, dan meeting pun segera dimulai. Investor itu yang mengawali pembicaraan tanpa basa basi terlebih dahulu.


Karena Atar punya bakat menggambar yang baik dan bagus serta dia juga sangat kreatif dalam membuat pola dan sketsa gambar yang akan dibuatnya jadi dia ditunjuk untuk memegang bagian desain sketsa denah dan bentuk bangunan.


Atar pun langsung maju kedepan sambil membawa alat-alat persentasinya. Dinyalakannya layar proyektor yang akan menampilkan gambar-gambar desain bangunan dan denahnya yang sudah dia rancang sendiri untuk pembangunan infrastruktur tempat parawisata yang akan dibuat paling besar seindonesia karena pembangunan yang rencananya didaerah pegunungan, itu diperkirakan akan menghabiskan 3/4 bagian gunung.


Atar pun menjelaskan bagian-bagian bangunan, denah, bentuk, ukuran dan tata ruangnya secara terperinci hingga selesai.


"Saya percaya dengan perusahaan kalian yang tidak akan mengecewakan, saya juga suka dengan rancangan pak Atar, sepertinya jika tempat itu sudah jadi, tempat itu akan dijadikan salah satu destinasi yang akan menarik pelancong untuk menyinggahinya. Baiklah pak Atar saya suka akan kerja anda, kalau begitu silahkan anda kembali duduk dikursi anda dan lanjut dengan persentasi berikutnya" ujar investor seraya bertepuk tangan penuh kekaguman.


"Terimakasih Pak Wilyam" ucap Atar sambil tersenyum.

__ADS_1


"Selanjutnya saya minta bagian pengalokasian tanah dan keuangan yang melakukan persentasi" titah Pak Wilyam.


Azka langsung berdiri sambil membawa berkas-berkasnya dia pun segera mulai persentasi.


"Saya sudah mensurvey tempat yang bapak tunjuk, lahannya bagus, alamnya masih asri, jalannya pun sangat strategis karena bisa dilalui kendaraan umum jadi saya rasa itu tidak akan mempersulit pengunjung soal kendaraannya. Dan alhamdulilahnya tanah warga yang terkena gusuran bisa dibeli dengan mudah sesuai harga yang disepakati tanpa ada sengketa sedikit pun" tutur Azka menjelaskan lalu dia melanjutkan kalimatnya.


"Saya rasa soal lahan tanah sejauh ini tak ada masalah, sekarang saya akan merincikan biaya yang harus dikeluarkan nanti untuk pembelian bahan baku bangunan dan dana untuk membayar biaya pekerja kontruksinya" tutur Azka lagi lalu dia menerangkan rincian biaya perkiraan sementara hingga selesai.


"Iya bagus kalau semua tidak ada masalah, selanjutnya saya mau tahu soal bahan bangunan yang nanti akan digunakan tolong pak Gio segera menjelaskan" pinta investor itu.


"Baik pak. Saya juga sudah mensurvey langsung ketoko bangunan dan tempat-tempat penyedia bahan bangunan yang terdekat dari lokasi pembangunan. Saya akan pastikan bahan yang kami gunakan untuk pembangunan berkualitas tinggi dan sudah SNI (Standar nasional Indinesia) jadi Pak Wilyam tak perlu khawatir akan keamanan bangunan, kekokohannya dan keawetan bangunannya karena saya pastikan semuanya berkualitas yang terbaik, saya juga akan pastikan saya tidak akan terlambat dalam mensuplay bahan bangunan agar pembangunannya selesai sesuai waktu yang sudah ditargetkan" tutur Gio panjang lebar hingga selesai.


"Oke, kalau begitu Pak Jho apakah anda sudah siap dengan para pekerjanya?" tanya investor.


"Tentu saja saya sudah siap dalam mengawasi dan mengatur para pekerja kontruksi dan para pekerjanya juga sudah siap bekerja, mereka hanya menunggu waktu untuk dipanggil saja agar mulai bekerja" jawab Jho.


"Baiklah kalau begitu, saya rasa semuanya sudah deal. Saya akan segera menyuruh asisten saya untuk segera mentransfer dana untuk pembangunan dan kami juga akan segera memberi kabar lagi tentang waktu pelaksanaannya"


Mereka semua lalu mengakhiri meeting dengan bersalaman lalu bubar dari ruangan meeting.


Satu minggu kemudian.


Keempat pria itu sudah mengemasi barang-barang dan pakainnya karena selama mereka menyelesaikan pembangunan infrastruktur itu mereka akan tinggal sementara disebuah vila yang tidak jauh dari tempat pembangunan parawisata terbesar itu, yang tempatnya sangat jauh dari rumah mereka karena membutuhkan waktu beberapa hari untuk sampai ditempat tujuan dengan menggunakan jalur darat.


Mereka sengaja menggunakan jalur darat meski lewat jalur udara lebih cepat menghemat waktu perjalanan alasannya karena disana mereka pasti membutuhkan kendaraan untuk pergi kemana-mana jadi mereka membawa satu mobil untuk kendaraan bersama.

__ADS_1


Karena perjalanan yang begitu jauh hingga berhari-hari dijalan, ketika mereka sampai divila mereka langsung istirahat dikamar masing-masing.


Bersambung


__ADS_2