Cinta terhalang persahabatan

Cinta terhalang persahabatan
Kini kembali


__ADS_3

Sejak pertemuan demi pertemuan Ririn semakin dekat dengan keempat pria tampan itu tapi mereka tak menyadari kalau wanita yang sedang dekat dengan mereka adalah wanita yang sama.


Azka, Atar, Jho mau pun Gio sering bercerita tentang perempuan yang dikagumi oleh mereka yang belakangan ini sering mereka temui,namun mereka tak menaruh curiga apa pun karena semuanya belum terungkap.


Disuatu hari mereka berencana untuk memperkenalkan wanita yang belakangan ini sering mereka bicarakan tapi ternyata si wanita tak bisa memenuhi undangan mereka dalam satu waktu yang sama kalau pun dia bisa memenuhi undangan harus berbeda-beda hari.


Keempat pria itu menyepakati ke inginan si wanita. Kali ini Ririn berniat memenuhi undangan Jho untuk datang ke vila tempat dia tinggal sambil mengembalikan jaket Jho yang pernah dipinjam oleh Ririn.


Ririn baru saja sampai didekat vila dan dari kejauhan dia sudah bisa melihat keempat pria itu sedang berada diteras sambil ngobrol. Betapa terkejutnya Ririn ketika melihat keempat pria itu tinggal ditempat yang sama. Tiba-tiba memori ingatannya mengingat sesuatu.


"Astagfirullahaladzim, jadi mereka tinggal ditempat yang sama? Mereka bersahabat? dan mereka itu Jhosua, Azkara, Gionino dan.....Rafatar" Ririn langsung menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilihatnya hingga totebag yang dipegangnya terjatuh ketanah.


"Masalah besar sedang mengintaiku apa yang harus kulakukan?" batin Ririn sedih.


Karena dikala dia mulai dekat dengan pria dan mulai membuka hatinya setelah sekian lama hatinyanya kosong tapi kenyataan baru malah terkuak, dia malah berhadapan dengan keempat pria yang bersahabat dan juga mengaguminya.


Ririn akhirnya pergi dan tak jadi menemui Jho. Sementara Jho mulai gelisah ketika seseorang yang ditunggunya tak kunjung datang. Jho akhirnya menelepon Ririn tapi ponsel Ririn tidak aktif, itu semakin menambah kekhawatiran bagi Jho.


Jho lalu mencari kabar tentang keberadaan Ririn yang tiba-tiba saja lost contact.Tapi sepertinya Ririn memang sedang menghindari Jho n'tah alasannya kenapa Jho tak tahu.


Rupanya bukan cuma Jho yang dihindari oleh Ririn, Atar, Azka dan Gio pun sama mereka kehilangan kontak dengan Ririn tanpa alasan yang jelas membuat keempat pria itu gelisah karena pujaan hati mereka tiba-tiba menghilang tanpa pesan apa pun.


Siang itu, matahari bersinar cukup terik. Gio sengaja berjalan-jalan sendirian untuk mengelilingi kebun teh sambil berharap dia bisa bertemu dengan Ririn tapi harapannya kandas dia tak bertemu dengan sosok yang dicarinya.


"Ririn kamu kemana sih belakangan ini? Ko susah banget nemuin kamu" gumam Gio.


Tiba-tiba pandangan matanya mengarah pada anak panti yang tak sengaja lewat dan berpapasan dengan Gio.


"Dek, dek tunggu!" teriak Gio.


Alsa dan Chika lalu berhenti sambil melirik ke arah Gio, Gio segera menghampiri mereka.


"Bukankah kalian anak-anak yang suka diantar jemput sama kak Ririn kan?" tanya Gio.


"Iya, emang kenapa Om?" tanya Chika.


"Ngobrol sebentar yuk sama Om sambil makan bakso, Om tlaktir deh" ajak Gio.


Mereka akhirnya mau diajak ngobrol sebentar sambil makan bakso. Gio langsung to the poin dengan maksudnya mengajak kedua anak itu untuk ngobrol.


"Ngomong-ngomong kenapa ya dek ko belakangan ini kak Ririn jarang anter jemput kalian kesekolah?"


"Nggak tahu, sepertinya kak Ririn ada urusan ke kota" jawab Alsa.


"Urusan apa ya dek?"


"Nggak tahu"


"Ke kotanya gak setiap hari kan dek? Apa setiap hari?"


"Nggak setiap hari juga sih"


"Terus dia pergi kemana lagi, Om cari dia ke panti tapi selalu tidak ada dirumah?"


"Kami tak tahu kak Ririn pergi kemana karena kami juga bertemu dengannya belakangan ini cuma setiap pagi dan waktu makan malam saja, mungkin Jidan dan Shabira tahu kak Ririn kemana karena diantara anak-anak lain Shabira dan Jidan paling dekat dengan kak Ririn" tutur Alsa.

__ADS_1


"Oh gitu ya, ngomong-ngomong ko kalian tidak diangkat anak sama kak Ririn emang kenapa?" tanya Gio penasaran


"Itu karena kak Ririn hanya mengangkat anak-anak yang seumuran dengan anak kandungnya umur kami 13 tahun sementara anak kandungnya kak Ririn umur 9 tahun" ujar Chika.


"Anak kandung? Jadi Ririn sudah menikah dan punya anak? Lalu suaminya dimana? " tanya Gio kaget seketika hancur sudah harapannya mendengar fakta terbaru tentang Ririn.


"Kami tidak tahu, karena semenjak kak Ririn masuk kepanti kami tak pernah melihat suaminya, Ibu dan bapak juga tak pernah bercerita apa pun tentang suaminya kak Ririn" jawab Alsa.


"Owh begitu ya, lalu siapa anak kandungnya kak Ririn?" tanya Gio makin penasaran.


"Namanya Shabira" jawab Alsa.


"Baiklah terimakasih atas informasinya ya adek-adek" ucap Gio.


Setelah selesai makan bakso, Gio pergi ketempat pembangunan tempat parawisata.


...****************...


Didepan rumah makan milik Pak Husen. Ririn hendak masuk sambil membawa kantong belanjaan berisi sayuran, lauk pauk dan berbagai bahan untuk bahan makanan dirumah makan itu. Tita-tiba ada yang memanggil namanya.


"Ririn!" serempak ketiga pria tampan itu memanggil Ririn.


Mereka saling berpandangan lalu bertanya satu sama lain.


"Kalian kenal sama Ririn?" tanya Azka


"Iya kenal dia yang sering aku ceritain pada kalian" jawab Atar.


"Eh! Eh! Dia juga yang sering aku ceritain sama kalian" tambah Jho


"Jangan-jangan kita bertiga menyukai wanita yang sama" terka Azka tak percaya.


"Lepaskan tanganku Jho" pinta Ririn sambil terus meronta-ronta minta dilepaskan.


"Kamu harus menjelaskan semua ini pada kami" ucap Jho penuh penekanan.


"Jelaskan apa? Kurasa aku tak perlu menjelaskan apa pun pada kalian" ujar Ririn.


"Aku yakin kamu pasti tahu perasaan kami lalu kamu kenapa membiarkan perasaan ini semakin berkembang sedangkan kamu malah dekat dengan banyak lelaki"


"Aku tidak tahu tentang perasaan kalian karena kalian tak mengungkapkannya, lagian apa aku salah hanya ingin berteman dengan siapa pun?" Ririn melakukan pembelaan terhadap dirinya.


"Kalau dari awal kamu tidak tahu perasaan kami dan tidak menyadari itu lalu kenapa belakangan ini kamu menghindari kami?" tanya Azka.


"Aku baru tahu belakangan ini ternyata kalian itu bersahabat, makannya aku mundur karena aku tak mau kalian bertengkar" jawab Ririn.


"Ya nggak bisa begitu dong, Apa kamu akan biarkan perasaan kami menggantung tanpa ada kepastian selamanya kaya gini" kata Atar.


Tiba-tiba Gio datang dan tak sengaja mendengar percakapan mereka.


"Ririn, jadi kamu adalah perempuan yang disukai oleh Azka, Atar dan Jho?" tanya Gio tak habis pikir.


Mendengar fakta tentang anak kandung Ririn saja sudah membuat Gio shock berat ditambah lagi ketiga sahabatnya mencintai wanita yang sama, Gio sudah benar-benar merasa tak karuan hatinya sudah hancur dan makin hancur.


Mereka tak menggubris pertanyaan Gio, mereka lebih tertarik pada pertanyaan Atar yang belum dijawab oleh Ririn. Atar lalu mengulang kembali pertanyaannya pada Ririn.

__ADS_1


"Jadi apa kamu akan terus menggantung perasaan kami tanpa ada jawaban apa pun?"


"Lalu apa mau kalian? Apa aku harus menerima salah satu dari kalian dan membiarkan yang lainnya terluka begitu?" tanya balik Ririn yang kala itu diterpa dilema.


"Itu lebih baik dari pada kamu menggantung perasaan kami, biar yang lain yang tak kamu terima cintanya mengubur dalam-dalam perasaan mereka terhadapmu karena kamu sudah mematahkan perasaannya" tegas Jho.


"Apa kamu pikir aku perempuan sekejam itu yang akan merusak persahabatan kalian dari kalian masih kecil hingga sekarang?"


Jidan dan Shabira baru pulang sekolah dengan menggunakan kendaraan umum dan untuk sampai kerumah mereka harus berjalan kaki melewati rumah makan milik keluarga mereka tanpa sengaja mereka melihat dan mendengar pertengkaran bundanya dengan keempat pria tampan itu.


Shabira hendak membantu bundanya tapi langkahnya terhenti ketika mendengar kalimat yang membuatnya tercekat kaget.


"Ririn, kenapa kamu bisa tahu kalau kami bersahabat dari kecil, perasaan aku nggak pernah cerita soal itu pada kamu?" tanya Azka


Atar, Jho dan Gio juga merasa belum bercerita tentang persahabatannya dengan ketiga sahabatnya itu pada Ririn lalu dari mana Ririn bisa tahu tentang kisah persahabatan itu.


Ririn lalu menunduk sambil menangis sesegugak. Dalam tangisannya Ririn berkata dengan lirih.


"Hidupku sudah tenang lalu kenapa kalian datang lagi dihidupku membuat rasa takut dan tak tenang dihatiku. Apa yang harus kukatakan kalau semua sudah seperti ini? Pasti semua menyalahkanku?"


Jho makin penasaran dengan ucapan Ririn seolah dia mengetahui segalanya, Jho lalu mendesak Ririn untuk berkata jujur.


"Kamu pasti tahu sesuatu, kata kan pada kami Ririn, Apa maksudmu kami datang lagi dihidupmu? Apa kamu mengenal kami sebelumnya?" desak Jho.


Ririn mendongakan wajahnya untuk menatap Jho dengan linangan air mata yang membasahi kedua pipi.


"Apa kamu benar-benar tidak mengenali aku Jhosua?" tanya Ririn.


Jho memicingkan kedua bola matanya, menatap lekat wanita yang kini ada dihadapannya.


"Benarkah kamu tak mengenaliku Jho?" tanya Ririn sekali lagi.


Jho masih tak bisa mengingat apa pun tentang wanita yang ada dihadapannya kini.


"Aku Rinjani Jho, Aku Rinjani Maharani" ucap Ririn sambil menunduk sedih.


"Jani jadi kamu adalah Jani sahabat kami yang menghilang 10 tahun lalu?" tanya Jho tak percaya.


Ririn lalu mengangguk pertanda mengiyakan pertanyaan Jho karena tak ada pilihan lain hingga terpaksa Ririn harus mengungkapkan semuanya. Jho lalu memeluk Ririn karena rasa rindu yang amat sangat, begitu pula dengan Atar, Azka dan Gio ikut memeluk Ririn.


"Aaaaaaa! Brengsek kalian ya, Apa kalian mau membunuhku, kalian sudah berubah tak sekecil dan sependek dulu lihatlah kalian sekarang kalian malah tumbuh lebih tinggi dari aku" protes Ririn sambil mendorong dan menginjak keempat pria yang sudah memeluknya hingga Ririn hampir kehabisan nafas.


Suasana yang tadi sempat menegang kini cair dengan gelak tawa penuh kebahagian karena Jani kini telah kembali dengan wujud yang jauh lebih berbeda dari masa remajanya yang sangat tomboy.


Masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya Gio mencubit pipi Ririn dengan kencang membuat Ririn kesakitan.


"Ini beneran kamu Jani? Kenapa beda banget, sekarang kamu lebih kaya perempaun dari pada laki-laki" tanya Gio.


"Aaauww! Sakit Gio" protes Ririn.


Mereka hanya tertawa melihat Ririn protes dengan bibirnya yang maju 10 cm. Dikala kebahagian sedang dirasakan oleh keempat insan manusia itu ada satu hati yang masih dirongrong oleh rasa sedih dalam hatinyanya, dia lah Shabira yang merasa sedih akan fakta baru yang didengar dan dilihatnya. Sahabira lalu menghampiri mereka.


"Kenapa bunda bohong sama aku? Katanya sahabat bunda itu sudah meninggal tapi kenapa mereka masih berjumlah 4 orang? Kenapa bunda harus bohongin aku" teriak Shabira merasa amat kesal pada Ririn.


Semua mata langsung menatap heran kearah gadis kecil itu dengan penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Shabira?!" lirih Ririn


Bersambung


__ADS_2