Cinta terhalang persahabatan

Cinta terhalang persahabatan
Ayla Bitchi


__ADS_3

Gedung pencakar langit yang berdiri amat kokoh dan megah itu terlihat ramai disibukan oleh para staff dan karyawan yang bekerja, terlihat pula ada security yang berjaga di lobby gedung. Sementara dari arah parkiran mobil terlihatlah seorang gadis cantik berkulit putih, bermata coklat dan berambut pirang sedang berjalan menuju kearah lobby.


Gadis cantik berdarah bule itu menghampiri security dan bertanya dengan menggunakan bahasa Inggris sebab dia belum faseh berbahasa Indonesia.


"Excuse me, can l meet Mr Gio?"


(Permisi, bisakah saya bertemu dengan Mr Gio?)


"Sorry miss, Mr Gio is not in the office, earlier l saw him go with Mr Azka" jawab security.


(Maaf nona, pak Gio tidak ada di kantor, tadi saya melihat dia pergi dengan pak Azka)


Sejenak gadis berdarah murni dari negara Australia itu berpikir seraya berkata dalam hatinya.


"l don't believe it, surely this is just Gio trick. it's better if l just break through his office, he can't keep avoiding me"


(Aku tidak percaya, pasti ini cuma akal-akalan Gio saja. lebih baik aku terobos saja kantornya, dia tidak bisa menghindariku terus)


Gadis bule yang bernama Ayla Bitchi itu menyernyitkan kedua alisnya sambil menatap security lalu dia menarik garis lengkung dikedua sudut bibirnya. Tanpa mengindahkan security itu Ayla lalu masuk kedalam gedung.


"Miss stop! Where are you going" pekik security.


(Nona berhenti! Anda mau kemana?)


Meski security itu terus memanggilnya tapi Ayla tak menggubris, dia terus melangkah untuk mencari Gio. Security itu lalu mengejar Ayla dan menghadangnya untuk tidak masuk karena mereka takut Ayla membuat keriburan di dalam gedung. Dan benar saja terkadang mereka, Ayla malah berteriak-teriak memanggil Gio.


"Giooo! Where are you! Gio where are you?" teriak Ayla.


(Giooo! Dimana kamu! Gio dimana kamu?)


Dengan terpaksa akhirnya kedua security itu mengusir paksa gadis bule itu. Ayla tak tinggal diam, dia langsung ngamuk di kantor hingga mengundang banyak perhatian dari orang-orang yang melihat. Kebetulan saat itu Jho dan Atar ada di kantor, mereka yang penasaran langsung menghampiri kerumunan.


"Ada apa ini kenapa ribut-ribut disini?" tanya Jho pada security.


"Ini Pak bos, ada bule nyasar ngamuk-ngamuk"


Jho langsung mengarahkan pandangannya pada gadis bule itu kemudian dia bertanya, "Sorry miss, why are you making a fuss in our office?"


(Maaf nona, kenapa anda membuat keributan di kantor kami?)


"I'm here justru to meet someone but this security guard is blocking me" jawab Alya.


(Saya kesini hanya ingin bertemu dengan seseorang tapi security ini menghalangi saya)


Saat gadis bule itu sedang diintrogasi oleh Jho dan Atar tak berapa lama Azka dan Gio kembali ke kantor setelah mereka pergi meeting bersama klien. Azka dan Gio langsung menghampiri mereka, Gio yang baru menyadari kalau gadis bule itu adalah Ayla, dia langsung membulatkan kedua netralnya dengan sempurna karena tak mengangkat dan kaget.


"Ayla! How come you are ini my office?" tanya Gio.


(Ayla! Bagaimana bisa kamu ada dikantorku?)

__ADS_1


Gadis bule itu nampak terlihat sumringah saat melihat kehadiran seseorang yang dicarinya, dia langsung menghampiri Gio dan menyapanya tanpa sempat menjawab pertanyaan Gio.


"Hi Gio! How are you?"


(Hi Gio apa kabar?)


"l'm fine. How did you get here?"


(Aku baik-baik saja. Bagaimana bisa kamu sampai disini?)


"l was looking for you address at the branch office in Australia, they have this office address to me so l justru went here" tutur Ayla.


(Aku nyari alamat kamu di kantor cabang yang ada di Australia, mereka memberikan alamat kantor ini ke aku jadi aku pergi saja kesini)


"Why are you far away from Australia to come here?"


(Kenapa kamu jauh-jauh dari Australia untuk datang kesini?)


"Bacause l heard that you returned to Indonesia without letting me know beforehand, you also couldn't be contacted, so l looking for you here"


(Karena aku dengar kamu kembali pulang ke Indonesia tanpa memberitahukan aku dulu, kamu juga tidak bisa dihubungi jadi aku nyari kamu kesini)


"Ya ampun, Ayla! Haruskah sampai segininya dia?" batin Gio lalu meraup wajahnya kemudian menghempaskan udara.


"Gio, kamu kenal nih bule? Ngomong-ngomong dia siapanya kamu? Dan ngapain dia nyari kamu kesini?" tanya Jho mulai curiga kalau Gio ada apa-apanya dengan gadis bule itu.


Sebelum dia menjawab dia membubarkan semua karyawan yang berkumpul ditempat itu kemudian dia mengajak Ayla dan ketiga temannya pergi keruangan kerjanya untuk membicarakan soal Ayla.


Ditempat berbeda.


Disekitar rumah Jani kini sedang digelar acara pernikahan anak tetangganya. Jani yang selalu ramah dan bersosialisasi dengan tetangganya pun pergi menghadiri acara pernikahan itu dengan mengajak Shabira dan Jidan, mereka bertiga nampak sedang duduk dikursi tamu undangan sambil menikmati hidangan yang tersedia. Dan tanpa mereka sadari Raisa pun ada diacara itu, dia terus memperhatikan Jani dan kedua anaknya.


"Bun aku mau ke toilet dulu ya" Jidan meminta izin pergi sebentar.


Jani pun mengiyakan lalu anak laki-laki itu pergi sendiri mencari toilet. Setelah Jidan tuntas membuang hajat kecilnya anak laki-laki itu kemudian kembali ketempat tadi dia duduk bersama bundanya dan Shabira.


Tanpa sengaja tiba-tiba Jidan melihat Raisa sedang mengambil segelas minuman kemudian wanita yang saat itu menggendong bayinya terlihat sangat mencurigakan, dia terlihat celingukan dengan mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat dia berada.


Dirasa situasi cukup aman dia lalu mengeluarkan sesuatu dibalik saku bajunya kemudian dia memasukan sebuah serbuk kedalam minuman itu dan menguceknya. Setelah itu dia menyuruh seorang pramusaji memberikan minuman itu ke wanita yang sedang duduk dipojokan bersama putrinya.


Tanpa rasa curiga apa pun pramusaji itu menuruti perintah dari Raisa.


"Mama Raisa ngasih apaan ya kedalam minuman itu?" batin Jidan bertanya-tanya.


Dia lalu mengikuti kearah mana pramusaji membawa minuman itu dengan mengendap-endap agar tak ketahuan oleh Raisa. Dari Jauh Jidan bisa melihat pramusaji itu memberikan minuman pada Rinjani.


"Permisi mbak ini minumannya" ucap ramah si pramusaji itu.


Jani pun tersenyum sambil menerima minuman itu kemudian menyimpannya dimeja.

__ADS_1


"Terimakasih mas" ucap Jani.


"Sama-sama mbak" pramusaji itu lalu pergi.


Jani dan Shabira kembali menikmati hidangan yang tersedia. Setelah cukup banyak dia memakan camilan Jani pun merasa haus dan dia hendak meminum minuman yang tadi diberikan oleh pramusaji.


"Bunda tidak boleh meminum minuman itu aku takut mama Raisa memberikan sesuatu yang akan membahayakan bunda" ucap Jidan merasa khawatir mengingat dia tahu kalau Raisa itu bukanlah orang baik.


Jidan segera berlari mendekati Jani dan Shabira kemudian dia segera merebut gelas minuman yang diberi serbuk oleh Raisa. Tanpa pikir panjang lagi Jidan yang tak mau bundanya kenapa-kenapa akhirnya dia meminum minuman itu hingga tandas.


"Jidan! Bunda mau minum kenapa minumannya malah diabisin?" protes Jani dengan keheranan akan sikaf Jidan yang tak biasa sebab anak laki-laki itu selalu merasa sungkan dan amat menghormati bundanya Rinjani.


"Aku tidak mau bunda kenapa-kenapa bun, aku juga tak bisa bilang jujur kalau mama Raisa memberikan sesuatu kedalam minuman itu" batin Jidan sambil menatap dalam-dalam netral bundanya. Kemudian anak laki-laki itu menyunggingkan senyuman pada Jani.


"Maafin aku bunda, aku haus banget jadi aku minum minuman bunda, aku ambil minuman yang baru ya bun" ujar Jidan.


"Ya udah, tolong ambilin bunda minum ya" Jani lalu tersenyum pada Jidan.


"Siap bunda" kata Jidan sambil memberi hormat pada Jani dan menegakan tubuhnya.


Anak laki-laki itu lalu pergi untuk mengambil minuman tapi tiba-tiba langkah kakinya terhenti karena dia merasa sakit dibagian perutnya.


"Aduh! Ko perutku sakit banget sih?" ringis Jidan sambil memegangi perutnya.


Lama kelamaan sakit perut itu semakin menjadi-jadi hingga membuat Jidan tumbang dan berguling-guling sambil meringis dan megangin perutnya.


"Aduuuhh! Perutku sakit" keluh Jidan.


Jani dan Shabira langsung menghampiri anak laki-laki itu.


"Jidan kamu kenapa?" Jani bertanya dengan cemas.


"Perutku sakit banget bunda"


Jani yang panik dan khawatir pada Jidan langsung membawanya kerumah sakit terdekat untuk segera ditangani oleh Dokter. Selama menunggu Jidan ditangani Dokter Jani menghubungi Atar untuk memberi tahukan soal Jidan. Panggilan telepon pun terhubung.


📞Apa?' tanya Atar singkat sebab dia masih marah pada Jani.


📞kamu ko masih dingin aja sama aku? Sebenarnya salah aku apaan sih sama kamu?


📞Nggak ada' ketus Atar.


📞Ah! Sudahlah terserah kamu, aku cuma mau bilang Jidan masuk kerumah sakit.


📞Apa! Jidan masuk kerumah sakit? Dia sakit apa?' Atar terdengar amat cemas diujung telepon.


📞Aku juga nggak tahu, tiba-tiba saja dia mengeluh sakit perut.


📞Baiklah aku akan segera kesana.

__ADS_1


Setelah itu panggilan telepon pun terputus. Atar segera meluncur kerumah sakit, butuh waktu 30 menit untuk sampai dirumah sakit.


Bersambung.


__ADS_2