Cinta terhalang persahabatan

Cinta terhalang persahabatan
Diusir


__ADS_3

Mendadak hati ketiga pria tampan itu jadi panas, Gio yang tak terima dan tak tahan dengan adegan yang dilihatnya itu langsung memanggil mereka.


"Jani! Atar!"


Pekikan Gio itu membuat bola mata Jani dan Atar merotasi ke sumber suara. Atar yang baru menyadari kehadiran tiga sahabatnya itu, seketika dia langsung melepaskan tangannya dari Jani dan dia langsung bangkit dari duduknya. Ketiga pria itu langsung menghampiri Jani dan Atar.


"Apa-apaan ini, Apa selama ini kamu menjalin hubungan spesial dengan si Atar dibelakang kami Jani?" tanya Gio dengan mengintimidasi.


Jani jadi kelabakan dan bingung harus jawab apa akhirnya dia hanya diam sambil menunduk.


"Kenapa kamu diam aja Jani? Apa kamu juga akan jadi pengkhianat sama seperti si Atar?" desak Gio.


"Bukan seperti itu Gio ini tak seperti yang kamu lihat" sangkal Jani.


"Sudah Jani, jujur saja pada kami, kamu akan menerima si Atar kan buat jadi suami kamu lalu mengkhianati kami iya kan? Kalau kami menolak si Atar tidak mungkin kalian bermesraan seperti tadi"


Jani masih terus menunduk sedih dan matanya mulai berkabut ketika Gio menunjukan rasa kecewanya sama Jani.


"Jani, kenapa kamu tega sama kami dengan mengkhianati kesepakatan kita ini. Apa kamu tahu aku rela mengubur dalam-dalan perasaanku padamu yang sudah ada sejak kita duduk di bangku sekolah menengah pertama, karena apa? Apa kamu tahu Jani, aku ngelakuin itu semua karena ingin menjaga persahabatan kita lalu kenapa sekarang kamu malah memilih berkhianat dengan si pengkhianat itu? Aku kecewa sama kamu Jani ternyata kamu sama saja seperti si Atar" ungkap Gio lalu menunjukkan telunjuknya kearah Atar.


Gio kemudian pergi dengan membawa luka dan kecewa dihatinya.


"Aku juga sangat kecewa sama kamu Jani, aku tidak menyangka ternyata kamu akan tega menyakiti perasaanku padahal selama ini keluargaku kurang baik apa sama kamu, ibuku sendiri bahkan sudah menganggapmu seperti anak kandungnya sendiri lalu sekarang kenapa kamu tega menyakiti perasaanku dengan mengkhianati perjanjian kita untuk tak menjadikan salah satu dari kami sebagai suami kamu agar tak ada hati yang terluka" ujar Jho seraya mengungkin-ungkit kebaikan keluarganya pada Jani.


"Jho aku minta maaf, bukan aku tidak tahu bagaimana caranya balas budi tapi aku hanya ingin putriku bahagia karena dia adalah hartaku satu-satunya yang paling berharga, aku minta maaf Jho" Jani memohon maaf dengan memelas seraya menggantung tangannya diudara karena hendak menyentuh Jho tapi Jho keburu pergi meninggalkan tempat itu.


Jani akhirnya hanya bisa menatap berlalunya punggung pria bertubuh tinggi itu pergi, kini netranya menatap Azka yang masih mematung ditempatnya.

__ADS_1


"Azka aku minta maaf tolonglah pahami keadaanku saat ini" pinta Jani dengan memelas.


Tapi nampaknya hati Azka sudah dipenuhi oleh rasa ego yang tinggi hingga dia pun menutup mata dan hatinya demi mengedepankan perasaan terlukanya atas hubungan Atar dan Jani. Azka lalu tersenyum kecut seraya berkata.


"Jani, kamu sudah berhasil mematahkan hati dan harapanku setelah kamu memberi harapan palsu, kamu kan tahu aku sangat menyukaimu lalu kemarin-kemarin kamu memberi harapan seolah-olah kamu akan menerima cintaku tapi nyatanya semua harapanku kandas" lirih Azka lalu menunduk sedih.


"Dulu saat kita mengikuti masa orientasi siswa kita pernah dikerjain dengan disuruh nikah bohongan, padahal saat itu bohongan tapi aku merasa sangat gugup seolah semua itu nyata dan kita benar-benar seperti akan menikah, setiap mengingat itu aku selalu membayangkan bisa menikah dengan kamu Jani tapi kini lagi-lagi harapan itu dipatahkan oleh kamu, karena kamu lebih memilih si Atar dari pada aku. Aku sangat kecewa sama kamu Jani" Azka lalu pergi.


Kini air mata itu mengalir deras membasahi kedua pipi karena tak bisa dibendung lagi. Jani merasa sedih ketika ketiga temannya merasa kecewa pada dirinya karena cinta mereka ditolak oleh Jani tapi apalah daya dia juga tak mungkin menerima cinta keempat pria tampan itu.


Kalau pun harus memilih pastilah dia memilih salah satunya karena jani tak mungkin menjadikan keempat pria itu sebagai suaminya.


"Jani, aku tahu kamu pasti merasa bersalah dan amat sedih karena Gio, Jho dan Azka kecewa pada kita. Tapi hatimu tak boleh goyah, kamu harus memprioritaskan Shabira diatas segalanya jadi aku mohon tetaplah pada keputusanmu untuk menikah denganku demi anak kita" bujuk Atar agar hati Jani tak berubah.


"Aku tidak tahu Atar, aku bingung, aku butuh waktu untuk berpikir jadi aku butuh waktu untuk sendiri"


...****************...


Terangnya sang rembulan malam yang membulat sempurna itu tak mampu menerangi hati kelima insan yang tengah berkabut itu, akan cinta segi lima mereka. Siapa pun yang pada akhirnya akan menjadi pelabuhan terakhir Jani dan dia berusaha keras untuk memantaskan diri menjadi calon imamnya Rinjani, tetap saja dia tak akan bisa bahagia sepenuhnya.


Itu karena ada tiga hati yang terluka diatas ikatan suci mereka kelak dan itu juga artinya mereka akan hidup diatas penderitaan orang lain, lalu kehidupan seperti itu apakah akan membuat hati seorang Rafatar dan Rinjani tenang? Kalau tidak melihat sang buah hati mereka, mungkin Jani dan Atar akan lebih mengesampingkan lagi perasaan mereka demi menjaga hati ketiga sahabatnya.


Tapi yang lebih dominan dihati dan pikiran Atar adalah mereka ingin membuat Shabira bahagia dan memberikan keluarga yang utuh untuknya meski itu sangat ditentang oleh ketiga sahabatnya.


Atar yang masih dilanda dilema pada akhirnya memilih untuk pulang ke Vila meski dia ragu karena ketiga sahabatnya pasti masih sangat marah atas kejadian tadi siang itu. Dia lalu menekan bel ketika sudah berada didepan pintu Vila.


Ting... tong...

__ADS_1


Tanpa harus menunggu lama ketiga sahabatnya langsung membuka pintu untuk Atar, tapi setelah melihat ketiga sahabatnya berdiri diambang pintu, bukan hal yang menyenangkan yang didapatnya. Gio, Azka dan Jho melempar koper dan barang-barang milik Atar seraya Jho berkata.


"Kami tak sudi lagi melihatmu Atar! Kami tak mau tinggal dengan mu lagi jadi sebaiknya malam ini juga kamu angkat kaki dari sini, jangan pernah kembali lagi kesini"


Atar yang tadi segera menangkap barang-barangnya, benar-benar tak menduga kalau ketiga sahabatnya itu akan mengusir dia di waktu yang sudah malam begini.


"Jho, Gio, Azka tolong maafin aku, tolong kalian jangan memperlakukan aku seperti ini"


Gio yang sudah merasa muak melihat wajah Atar lalu mendorong Atar hingga dia beringsut mundur sambil mengusirnya dengan kejam.


"Pergi sana, aku tidak mau melihatmu lagi, dan kamu jangan pernah kembali lagi kesini!"


Setelah itu mereka menutup pintu dan menguncinya agar Atar tak bisa masuk kedalam Vila.


POV Rafatara


Tuhan bukannya aku menyalahi atas garisan takdir yang kau berikan padaku, tapi ini terlalu menyesakan dada jika aku harus memilih ketiga sahabatku atau putri Semata wayangku, aku benar-benar dilema dengan semua ini. Ketika aku memilih putriku tapi aku malah mendapat perlakuan seperti ini. Apakah ini adil bagiku?


Ini semua berawal dari kesalahanku yang sudah merenggut kesucian Jani hingga dia hamil dan melahirkan anak kami lalu dalam waktu yang berbeda ketiga sahabatku malah mencintai Jani, dan mereka merasa terdzolimi ketika takdir lebih berpihak padaku sebab aku lebih berhak memiliki Jani ketimbang mereka.


Tapi apakah mereka pernah berpikir, Apakah ini adil bagi Shabira dan Jani jika aku tak bertanggung jawab pada Jani dan putri kami? Kenapa mereka begitu egois, hatiku benar-benar kesal dengan ini semua, kenapa harus ada cinta jika menyebabkan perpecahan diantara kami?


Harus kah persahabatan yang dijalin dari masih kita kecil hingga kita tumbuh dewasa berakhir begitu saja hanya karena seorang perempuan? Kalau saja aku tahu akan jadi seperti ini aku ingin mengulang waktuku kembali, aku tak akan pernah mau ikut berlibur ke Vila milik Azka agar aku tak pernah membuat kesalahan ini.


Tapi apalah dayaku semua itu terjadi begitu saja diluar kendaliku. Jika hati mereka hancur karena cintanya ditolak maka hatiku jauh lebih hancur karena meski mungkin aku lebih punya kesempatan untuk memiliki Jani, tapi harus ada harga mati yang harus ku tebus, yaitu aku akan kehilangan ketiga sahabatku yang sudah aku anggap sebagai saudaraku sendiri, aku juga akan kehilangan pekerjaanku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2