Cinta terhalang persahabatan

Cinta terhalang persahabatan
Sakit hati


__ADS_3

"Jadi bagaimana? Apa mas Atar bersedia melakukan Tes DNA? Kalau mas besedia dan jika hasilnya positif aku mau kamu mengakui bayiku ini adalah anakmu dan aku juga mau kamu mengakuiku sebagai istrimu serta kamu dan mbak Jani harus menerimaku jadi istrimu dikehidupan kalian" tanya Raisa.


Atar tak langsung menjawab dia malah menatap sinis pada Raisa karena Atar yakin Raisa pasti punya rencana lain di balik Tes DNA itu.


"Mbak Jani, apa mbak bersedia menerimaku sebagai madu mbak jika bayiku ini benar-benar darah dagingnya mas Atar? Apa mbak Jani mengizinkan mas Atar untuk melakukan Tes DNA dengan bayiku?" tanya Raisa.


Jani langsung menyernyitkan kedua alisnya, ada perasaan tak rela dihatinya jika bayi Raisa benar-benar anak kandungnya Atar tapi untuk menyelesaikan masalah ini Tes DNA adalah jalan yang terbaik untuk menentukan siapa yang salah, siapa yang berbohong.


Atar langsung menatap Jani dengan perasaan khawatir, dia takut kepercayaan Jani pada dirinya akan di goyahkan oleh kata-kata Raisa, Atar berharap Jani menolak Tes DNA itu.


"Jani aku berharap kamu menolak Tes DNA itu karena aku yakin Raisa pasti punya rencana dibalik Tes DNA itu, aku berharap kamu tak menjadikan Raisa sebagai madumu" batin Atar merasa gelisah sambil terus menatap lekat wajah cantik istrinya.


Jani langsung menarik nafas dalam-dalam kemudian dia mengeluarkannya kembali untuk menguatkan hatinya yang terasa sakit akibat kehadiran wanita dengan bayinya itu.


"Baiklah, aku akan mengizinkan suamiku untuk melakukan Tes DNA dengan bayimu dan jika hasilnya positif aku juga akan menerima kamu sebagai maduku" ucap Jani dengan tegas.


Atar langsung memegang tangan Jani sambil menatapnya, "Kenapa kamu mengizinkan aku dan Raisa melakukan Tes DNA?" tanya Atar dengan memelankan suaranya.


"Aku ingin masalah ini cepat selesai. Kenapa, apa kamu takut hasilnya akan positif?"


"Tidak, aku sangat yakin hasilnya pasti negatif karena aku memang tidak pernah melakukan hubungan itu dengan Raisa, tapi firasatku tak enak aku takut dia punya rencana lain dibalik Tes DNA ini"


"Kamu tidak usah takut kalau kamu memang benar-benar tidak pernah melakukannya karena aku sendiri yang akan menunjuk rumah sakit untuk melakukan Tes DNA nya agar Raisa tak bisa melakukan kecurangan dengan Dokter yang melakukan Tes DNA nya"


Meski begitu hati Atar tetap merasa tak tenang sebab firasat buruk itu begitu kuat dirasakan oleh hatinya, tapi Atar terus berdoa semoga hasilnya negatif.


"Aku pertaruhkan kepercayaanku kepadamu, semoga hasilnya negatif tapi jika hasilnya positif sudah pasti aku akan sangat kecewa sama kamu karena kamu sudah membohongiku dan mengkhianatiku" ucap Jani dengan wajah datar tapi sesungguhnya hati dia merapuh dan tak sanggup menerima jika hasilnya positif.


Atar lalu mengangguk seraya menatap Jani seolah dia tengah meyakinkan istrinya bahwa dia tidak selingkuh dari Jani. Setelah mengajukan persyaratan tentang yang memilih rumah sakit tempat Tes DNA dilakukan, Raisa pun setuju ruma sakitnya dipilih oleh Jani.

__ADS_1


...****************...


Esok harinya Jani, Atar, Raisa dan orang tua Jani dan Atar pergi kerumah sakit yang ditunjuk oleh Jani untuk mencari tahu siapa yang salah dan siapa yang benar. Atar dan Raisa lalu memberikan sempel untuk Tes DNA kemudian Dokter segera mencocokan DNA Atar dan bayi Raisa.


Mereka semua terus mengawasi pergerakan Raisa dengan amat ketat agar dia tak bersekongkol dengan Dokternya untuk memalsukan hasil Tes DNA nya, cukup lama mereka menunggu hasilnya hingga rasa tak tenang itu terus menghantui perasaan mereka.


Tak berapa lama Dokter yang mencocokkan DNA Atar dan bayi Raisa datang menemui mereka dan langsung memberikan hasil Tes DNA itu. Jani meminta Dokter itu untuk membacakan hasilnya dan tanpa basa basi lagi Dokter itu langsung membacakan hasilnya.


"Hasil Tes DNA sodara Rafatar dengan ananda Alifya adalah hasilnya positif, sodara Rafatar dinyatakan sebagai ayah biologis dari ananda Alifya" ucap Dokter itu.


Sontak membuat kedua netra Atar membulat sempurna itu karena dia tak menyangka hasilnya akan positif padahal dia sudah mengawasi Raisa dengan amat ketat hingga tak mungkin rasanya jika wanita itu memalsukan hasil tesnya.


Hati Jani langsung merasa sakit akan hasil tes itu seperti diiris-iris lalu disiram air garam hingga sakitnya benar-benar amat sakit. Sementara Raisa nampak terlihat tenang bahkan nampakan garis lengkungan disudut bibirnya.


"Mbak Jani, Apa sekarang kamu sudah yakin kalau aku ini tidak berbohong bahwa bayiku ini adalah anak kandungnya mas Atar?" tanya Raisa dengan senyuman sinis penuh kemenangan pada Rinjani.


Meski hati Jani rapuh namun dia tak mau menunjukan itu di hadapan Raisa, dia lalu memasang wajah tegar setegar-tegarnya di hadapan wanita itu kemudian Jani berkata.


Dia lalu menguatkan hatinya kembali untuk melanjutkan kalimatnya meski hatinya meraung-raung menangisi perselingkuhan suaminya itu "Suamiku telah mengkhianataiku tapi meski begitu aku akan memaafkan suamiku dan menerima kamu sebagai maduku sesuai janjiku padamu, Raisa!"


"Aku tak bisa membiarkan Raisa mengemis cinta pada suamiku, harus selalu namaku yang memenuhi hati suamiku, aku harus tetap menjadi ratu dihati suamiku, jadi aku harus tegar menghadapi semua ini dan menyingkirkan lalat yang hendak hinggap di bunga rumah tangga kami" batin Jani seraya menatap sinis pada Raisa.


Mendengar ucapan Jani, Atar jadi panik. Sebisa mungkin dia meyakinkan Jani untuk tak percaya dengan hasil Tes DNA itu.


"Tidak Jani, hasilnya tidak mungkin positif, ini pasti ada kesalahan saat sedang mencocokan hasilnya, aku yakin ini pasti salah" ucap Atar pada Jani.


Kemudian Atar meminta Dokternya untuk mengulang kembali Tes DNA itu karena dia yakin hasilnya pasti salah.


"Dok, saya yakin ini hasilnya pasti salah, coba dicek sekali lagi. Ayo! Dicek sekali lagi" pinta Atar pada Dokter.

__ADS_1


"Maaf mas saya susah mengecek dengan teliti dan hasilnya memang positif jadi saya yakin ini tidak ada kesalahan sedikit pun" ujar Dokter itu.


"Tidak mungkin Dok, tidak mungkin, dia bukan anakku bagaimana bisa hasilnya bisa positif? Ayo! Dicek sekali lagi Dok" pinta Atar tak bisa menerima hasilnya.


Jani yang sudah tak tahan melihat suaminya masih menyangkal hasil Tes DNA itu kemudian menghardiknya dengan suara lantang dan keras, "Cukup, Atar! Semua sudah jelas. Kenapa kamu masih menyangkalnya?"


"Jani, aku mohon percayalah sama aku, ini pasti tidak benar, hasil Tes DNA nya pasti salah, tidak mungkin bayi itu anakku, ini tidak benar Jani" ucap Atar meyakinkan Jani dengan wajah amat frustasi sambil hendak menyentuh Jani.


Tapi tangan Jani menepis tangan Atar karena dia masih marah pada pria yang sudah mengkhianati cintanya. Jani lalu menatap Atar dengan tatap sedih dan amat kecewa.


"Cukup Atar! Semua sudah jelas bagiku, sekarang kamu urus saja, sana! Wanita selingkuhanmu itu, jangan sia-sia kan bayi yang dia lahirkan karena dia adalah anak kandungmu" lirih Jani lalu pergi meninggalkan semua dengan hati amat terluka.


Jani pergi sejauh mungkin dari mereka dan dia pergi ke tempat sepi dimana tak akan ada satu orang pun yang bisa melihatnya meneteskan air mata akan rasa sakit yang hanya dirinya seorang yang bisa merasakan itu, karena sudah dari tadi dia menahan air matanya agar tak tumpah membasahi kedua pipinya sebab dia tak mau terlihat rapuh didepan semua orang.


Sesampainya ditempat sepi Jani langsung menangis meraung-raung dan melupakan semua rasa sakit yang sudah tak bisa tertahankan lagi.


"Hiks... hiks... hiks...Kenapa kamu tega mengkhianati aku, Atar! Hiks... hiks... hiks... Apa salahku selama ini padamu hingga kamu melakukan pengkhianatan ini padaku? Kenapa kamu melakukan ini padaku, kenapaaa... hiks... hiks... hiks"


Jani yang amat terluka tak bisa berhenti menangis hingga dia terus menangis.


...****************...


Karena bayi Raisa dinyatakan sebagai anak kandung Atar jadi mulai sekarang, mau tak mau semua harus menerimanya, meski Hadi merasa marah pada Atar karena sudah menduakan anaknya tapi dia tak bisa berbuat banyak. Hadi memang tak ingin Jani terluka lebih dalam lagi, dia maunya Jani bercerai dari Atar tapi ini adalah rumah tangga anaknya jadi semua keputusan akan dia serahkan pada Jani.


Apa pun keputusan Jani untuk kedepannya tentang rumah tangganya itu, Hadi akan menerima apa pun itu karena dia percaya keputusan yang diambil oleh Jani adalah yang terbaik untuk Jani. Tapi rupanya Jani memilih untuk bertahan meski ada wanita lain didalam rumah tangganya itu.


Ya, sejak melakukan Tes DNA itu Raisa dan bayinya tinggal dirumah yang ditempati oleh Atar, Jani, Shabira dan Jidan. Lalu akan seperti apa jadinya jika satu atap disinggahi oleh dua wanita?


Nantikan episode selanjutnya ya🥰😍🙏 Sepertinya besok tidak akan up date karena aku lagi sibuk jadi belum sempat nulis dan maaf belum bisa berkunjung ke lapak para author lain yang selalu mendukung karya recehku ini tapi aku berjanji kalau sudah sempat akan segera mampir🙏

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2