Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
kekewcewaan Rangga


__ADS_3

Meera berada didepan cermin dan melihat Kissmark di lehernya.


"aaihh kenapa letaknya disini, bagaimana aku menutupinya, apa nanti kata Rangga" gumam Meera kesal


"pakai ini" Bara tiba-,tiba muncul di belakangnya dan melempar Syal pada Meera


"ohh terimakasih Tuan ini sangat membantu" Meera langsung memakai syal itu


didalam Mobil Bara bertanya "siapa yang mau kau temui?"


"adiku Rangga" jawab Meera sambil terus memandang kearah kaca samping


di Cafe Lattos Rangga sudah menunggu di dalam. dan tak berapa lama kemudian Meera datang bersama Bara. Meera memang sudah memesan tempat duduk disana.


Melihat kakaknya datang Rangga langsung berdiri dan menyalami lalu mencium tangan Meera begitupun ia lakukan pada Bara. "Anak ini sopan juga, kelihatannya ia anak baik" batin Bara menatap Rangga.


"Bara ini Rangga adiku" "Rangga kau boleh memanggilnya Kak Bara" Meera Berbicara.


"Halo kak aku Rangga, apa kakak adalah pacarnya kak Meera?" tanya Rangga Kepo


"heiii jaga ucapanmu bocah" kata Meera dengan pipi merah menahan malu.


"aku calon suami kakakmu, senang bertemu denganmu" jawab Bara santai memandang Rangga


"kenapa ya di depan orang ini aku merinding.. hiiii" batin Rangga ketika di pandang tajam oleh Bara.


ditengah perbincangan Meera mulai bersuara tentang maksudnya mengajak Rangga kesana


"Rangga.. kau tahu kakak menyayangimu?" kata Meera menatap adiknya


"hehe iya lah siapa lagi yang kau sayang jika bukan aku" jawab rangga dengan senyum jenaka

__ADS_1


"ciihh bocah" batin adit mendengar Rangga


"Rangga.. jika kakak melarangmu pergi ke pertandingan itu bagaimana?, kakak tidak setuju, kakak melakukan ini demi mu juga" Meera menatap dalam adik didepanya


ddeeeggg.. Rangga merasakan jantungnya sedikit berhenti


"kenapa kak? bukankah kakak sudah berjanji? kak.. aku sudah berlatih dengan giat, aku ingin mengikutinya, bisa jadi ini pertandingan terakirku sebelum aku lulus sma kak, dan orang-orang di kota ini mempercayaiku, kenapa kakak ku sendiri tidak bisa percaya, sekarang kenapa kakak membahasnya lagi" kata kata rangga menyayat hari Meera. Bara mengatakannya dengan mencengkeram gelas ditangannya


"Rangga dengarkan kakak, orang-orang diluar sana bisa mencari penggantimu, tapi jika ada sesuatu denganmu kakak tidak akan bisa menemukan penggantimu, mengertilah!" Meera tak mau kalah ia pun bersuara dengan nada Tinggi


"Kak aku tidak akan terluka kau bisa mempercayaiku, kenapa kakak sekarang jadi orang yang suka melanggar janji kakak sendiri, kaka melarangku untuk tidak lagi mengikuti even offroad aku menurut, kakak bilang jika aku konsisten dengan pelajaran sekolah aku boleh melakukan hobiku. sekarang kakak melarangku mengikuti pertandingan itu apa aku juga harus menurut" Rangga juga tak mau kalah ia pun berbicara dengan sama tegasnya. seakan menumpahkan isi hatinya


baru kali ini Meera melihat adiknya seberani itu padanya.


Bara melihat perdebatan Kakak dan adik ini. dan ia memilih untuk diam. meskipun ia melihat Meera yang marah karena di bantah oleh adiknya. namun ia juga tak bisa menyalahkan rangga sepenuhnya.


"kak sudah sejauh ini, bahkan minggu depan aku mulai karantina pemusatan latihan. aku akan tetap pergi, jika aku tidak pergi apa kata official nanti" kata Rangga dengan nada tegas menentang kakaknya


Rangga yang kaget karena pertama kali ia ditampar oleh kakaknya pun memandang kakaknya dengan tatapan kecewa matanya merah menahan tangis, "kak, ibu dan ayah tidak akan senang melihat ini" mata Rangga berkaca-kaca lalu pergi meninggalkan Meera.


Meera mematung disana. Ia menyesal menampar adiknya. adik yang disayanginya. tubuhnya lemas dan dia terduduk kembali di kursinya dan Bara yang tak tega melihatnya pun memeluknya tanpa bersuara.


Bara mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan pada bodyguard yang memang selalu mengikutinya . "ikuti adik Meera kemanapun, segera beri tahu aku lokasinya"


meera masih menyesali perbuatanya. ia menangis di pelukan Bara. Bara masih tidak mengatakan apapun. hanya tepukan hangat di punggung Meera berusaha menenangkan persaaan Meera.


"sebenarnya apa yang terjadi Meera" batin Bara bertanya-tanya.


Bara membawa Meera pergi dari sana. didalam mobil pun tidak ada yang bersuara. Bara tidak membawa Meera pulang kerumahnya. karena ia tau jika ia membawa Meera pulang kerumahnya ia akan mengingat kejadian tadi. Bara membawa Meera pulang ke rumah pribadinya.


mansion mewah itu sungguh sangat luas. Meera sudah tertidur didalam mobil. dan Bara mengangkatnya dan membawanya kekamar. lalu ia meminta pelayan untuk membantu mengganti pakaian meera. mungkin karena suasana hatinya sedang lelah maka ia sampai tertidur dimobil.

__ADS_1


Setelah memastikan Meera tidur dengan baik Bara mengecup kening Meera dan berkata "apa yang terjadi padamu dan adikmu Meera, kenapa kalian bertengkar sampai seperti itu". tak lama kemudian ia mendapat pesan bahwa rangga ada di taman tengah kota sendang duduk sendirian.


Bara bergegas menuju mobil mewahnya dan mejukannya secepat dia bisa menuju lokasi rangga.


sesampainya disana ia memarkirkan mobilnya di samping motor rangga. dia berjalan menuju tempat rangga dan setelahnya ia langsung duduk di samping Rangga. Rangga menyadari itu dan ia kaget bagaimana bisa Bara berada disana.


"kakak ngapain disini?, kakak ku apa sudah pulang" tanya Rangga


"bocah ini keadaan marah masih perduli juga dengan kondisi kakaknya, benar-benar anak baik" bara tersenyum tipis.


"tenang saja. kakakmu berada di tempat yang aman. jika kau mau, kau bisa bercerita padaku" kata Bara.


Entah mengapa Rangga yang baru pertama kali bertemu dengan Bara pun langsung bisa percaya pada Bara. ia tanpa ragu menceritakan semuanya. dan Bara menjadi pendengar yang baik


"aku akan membantu berbicara pada kakakmu, tapi kau harus berjanji, jangan berbicara sekeras itu lagi pada kakakmu, ia sangat mengkhawatirkanmu" kata Bara menenangkan Rangga yang sudah hampir menangis.


"heii bocah. kau tidak malu, wajahmu itu tampan, tampilanmu Keren, tubuhmu bagus kau juga seorang atlet. kenapa jadi pria yang cengeng begini" kata bara karena Rangga terus menundukan kepalanya.


Rangga hanya diam mendengar kata-kata Bara.


"kau sudah makan?" tanya Bara dijawab gelengan kepala oleh Rangga.


"Baik,sekarang pulanglah sudah malam nanti akan kusuruh orang mengantarkan beberapa makanan kerumahmu, untuk kakakmu ada ditempatku, besok aku akan mengantarnya pulang" sambung Bara sambil berdiri.


Bara memastikan Rangga pulang dengan selamat kerumahnya dan ia bergegas menuju mansionya.


dalam mobilnya iya berfikir ia merasa kasian dengan Rangga. anak yang begitu penurut dan baik sedangkan ia tak bisa menyalahkan Meera. namun jika ia tak segera mendamaikan keduanya akan jauh tidak baik.


didalam mansion mewahnya pelayan yang menu ggu kedatangannya memberikan hormat. Bara hanya cuekk dan langsung menuju kamarnya.


disana ia melihat Meera yang masih tidur. ia oun membaringkan tubuhnya di sisi Meera. tak lama kemudian ia ikut kealam mimpi. sambil memeluk Meera

__ADS_1


__ADS_2