
sesampainya di rumah Meera, Mereka melihat Rangga yang sedang mencuci mobil kakaknya dan disamoingnya juga ada motor rangga yang sudah selesai di cuci.
Rangga sudah menunjukan wajah ceria seperti biasanya. seaaan tidak ada apapun kemarin sama halnya Meera. Bara yang melihatnya pun menjadi senang.
"Ehh kak Bara.. kak aku tidak bersalaman yaa.. tanganku kotor hehe" kata Rangga dan hanya di balas senyum jenaka oleh Bara.
"Rangga nanti kau akan diajak kak Bara keluar jalan-jalan. kau mau tidak?" tanya Meera.
Rangga pun antusias menjawab jika ia mau..
"kalau begitu cepat lah mandi aku tunggu" kata Bara
Bara menunggu di teras depan Rumah ditemani Meera "aku yang akan berbicara pada rangga nanti tentang pernikahan kita" kata Bara. Meera pun mengangguk nurut.
"sepertinya bukan hanya kau dan Rangga yang tinggal disini. aku melihat 2 orang perempuan tadi lewat di dalam rumahmu" tanya Bara
"iya memang. itu karyawanku yang aku minta mereka tinggak dirumahku. agar rumahku tak terlalu sepi. aku kasihan Rangga. jika aku belum pulang dia sendirian dirumah. ada 1 laki-laki juga yang ikut disini. aku senang mereka mau tinggal bersamaku. sudah seperti keluarga bagiku mereka baru pindah malam kemarin" penjelasan Meera dengan kata-kata yang menyejukan
"kau sudah tak pernah pergi ke tokomu?" tanya Bara
"Tunggu. bagaimana kau tahu tentang toko ku? " meera curiga pada Bara
"apa yang tak ku ketahui tentangmu" jawab Bara.
hiiii benar-benar berbahaya laki laki ini. ia tahu semuanya tentangku ..... batin Meera
__ADS_1
"aku kan kerja, lagian sudah ada Della yang mengurusnya. aku percaya padanya" kata Meera
Bara hanya diam mendengarnya. karena ia pun tahu semuanya. namun hanya pura-pura tak mengetahuinya.
Rangga dan Bara segera meninggalkan Rumah, dan Meera tak beberapa lama kemudian juga sudah meninggalkan rumah. tentu Ke mall yang ia tuju bersama teman-temannya.
Saat mereka berada di foodcourt Ana meledek Meera "Meer sepertinya ada nyamuk besar yang menggigitmu, sampai lehermu merah seperti itu hihihii"
meera hanya tersipu malu. ia lupa jika kissmarknya masih ada. Temannya yang lainpun juga ikut meledeknya.
"ternyata diam-diam kau sudah punya pacar ya, ayo kenalkan kita" hehe kata Shinta
kalian akan menyesal jika tau siapa pelakunya....batin Meera
"ihh apa an sih" sangkal Meera dengan malu
Disisi lain Bara mengajak Rangga untuk pergi ke Toko olahraga. membeli semua perlengkapan Rangga. meskipun Rangga sudah mempunyai beberapa seragam karate. Bara membelikannya lagi dengan Kualitas terbaik yang pernah ada. Rangga tentu bukan orang yang memanfaatkan aji mumpung. ia terus menolak. namun Bara tidak menghiraukan. mungkin ini salah satu triknya mendapatkan hati calon istrinya.
Tiba-tiba ponsel Bara berdering.
"Halo pa.. ada apa" Tuan Dion menelfon Bara
"berbaliklah papa di belakangmu" Jawab Tuan Dion.
Bara yang kaget bertemu papahnya di Mall pun segera berbalik. Mall ini adalah milik keluarga WS Corps. tak ayal semua orang yang mengetahui tuannya akan datang pun mempersiapkan dengan baik. mulai dari kebersihan, keamanan, dan kerapian. Rangga pun sebenarnya bingung, dari pertama masuk sudah banyak orang seperti bodyguard di kanan kiri pintu masuk yang menyambutnya. namun ia masih tak sadar siapa yang berjalan dengannya.
__ADS_1
"selamat sore om. saya Rangga" sapa Rangga pada Tuan dion dengan menjulurkan tangannya dan mencium punggung tangan Tuan dion. Tentu tuan dion sudah tau siapa yang bersama putranya itu dan ia senang melihat Rangga. bagaimana meera bisa merawat adiknya seorang diri menjadi remaja yang begitu sopan dan tampan seperti ini.
mereka sudah berada di restoran mewah yang ada di Mall tersebut, Rangga berada di samping Bara. ia malu menatap tuan dion. Aura tuan dion sangat menekan namun juga hangat. tiba-tiba Tuan dion memecah kesunyian "sedang apa kau disini Bara?".
"aku hanya berjalan-jalan, sambil membeli keperluan untuk Rangga bertanding esok" jawab Bara.
Tuan dion sangat senang melihat Bara perduli kepada orang lain. karena memang ia tak pernah melihatnya. seakan Bara menemukan adik kandungnya sendiri. dari cara Bara memandang Rangga seperti ia menemukan teman Baru. memang Rangga juga anak yang sangat hangat tak butuh waktu lama pasti orang didekatnya akan merasa nyaman. Bara juga merasakannya.
"Nak, apa kau sudah tau kakakmu akan menikah dengan kakak di sampingmu?" tanya Tuan dion kepada Rangga
"kak bara sudah memberitahunya tuan, tapi saya rasa hanya bercanda. kak Meera tidak pernah pacaran. mana mungkin akan langsung menikah" jawab Rangga dengan Nada sedikit melindungi kakaknya. Tuan dion pun tersenyum dengan perkataan Rangga. Bara yang mendengarnya pun tersenyum.
"Hei bocahh.. aku sudah pernah bilang kan. aku tidak pernah main main dengan kata-kataku" kata Bara sambil menepuk punggung Rangga
"Tapi kak Bara bahkan tidak melamar kakakku, buktinya kakak masih belum menggunakan cincin pertunangan" saangkal Rangga.
"hahahahhaha... benar nak. suruh orang disampingmu ini melamar kakakmu dulu. atau mungkin dia tidak punya cukup uang untuk membelikan cincin tunangan pada kakakmu" tawa tuan dion lepas mendengar ucapan Rangga.
ciihhh papa malah mengejeku.. kalau meera mau. aku bisa membelikan cincin termahal di dunia ini, bahkan pabriknya aku beli untukya...... batin Bara panas setelah di ledek oleh papanya sendiri di depan Rangga
"Dengar ini, aku tidak akan membantu mu bicara pada kakakmu agar mengijinkanmu mengikuti pertandingan itu" Ancam Bara pada Rangga dengan wajah kesalnya. dan Rangga kanya tertunduk menahan tawa.
"tenang nak aku yang akan membantumu jika orang di sampingmu tidak melakukannya ahahahhah" kata tuan dion membela Rangga
huhhh apa lagi ini papa. senang sekali mempermalukanku.. hilang dahh karismaku didepan bocah ini......gerutu Bara yang sudah kesal dengan 2 orang didepannya ini
__ADS_1
mereka berdua hanyut dalam suasana yang nyaman untuk berbincang. Rangga yang semula gugup ia kini sudah mulai tenang. mereka menikmati harinya dengan bahagia.