
dikantor setelah dari kantin Shinta duduk di depan Meera. karena saat itu orang-orang masih berada di kantin. sedangkan diruangan hanya ada Meera dan Sinta
"eh meer kmarin gimana?" tanya Shinta
"apanya?" jawab Meera
"yang di resto itu, kamu betengkar ya sama presdir? ehh tau gak. aku dianter pulang sama Asisten Adit, huuuuu. sepanjang perjalanan uda gemeter aku tuh, nafas aja aku atur biar gak kedengeran dia.. " Shinta bercerita
"oh, gapapa tuh, ga betengkar kok" jawab Meera. sambil bersender di kursinya.
"ohh kiraiinn.. keliatan banget Meer kalau dia tuh sayang sama kamu, mimpi apa kamu Meer bisa nikah sama presdir, buktinya dia cemburu gitu" kata Shinta sambil fokus menatap wajah Meera.
"ciihh sok tauuu" jawab Meera sambil membuang senyum kecut pada shinta. dan tanpa sadar ia mengibaskan rambutnya kebelakang. Shinta melongo melihat Leher Meera.
"aaaa.. Meera.. itu apa..aku mauu.. uuu gimana meer rasanya" Kata shinta sambil menunjuk leher Meera histeris
Meera tersadar maksud shinta.. "aah apaan sih, minta tuh sama Vian" kata Meera menutupi malunya.
"Meer.. enak ya di gituin, apa lagi sama cowok setampan presdir... sumpah aku mau Meer" kata Shinta kepo
"sudah sudah. nikah sana biar tau rasanya" kata Meera
"bakar kata-katamu shinta.. kau tidak tahu gimana gilanya Bara saat seperti itu .. huh " batin Meera.
sedangkan Bara dengan sangat santai dan tenang saat orang yang bertemu dengannya menampakan wajah herannya tapi tidak berani bersuara ketika melihat leher Bara ada tanda merah bekas ciumannya.
"Tuan, sudah diputuskan tempat pesta tahunan di pantai X dan kita akan menempati hotel milik WSC yang ada di pinggir pantai, kegiatan akan berlangsung 3 hari 2 malam, dan jika anda berkenan hadir, sudah saya siapkan Vila milik Anda di sekitar pantai juga"
"hmm... " jawab Bara. sambil meminum teh nya
"Tuan, untuk pertandingan adik nona Meera akan digelar mulai lusa, tetapi hanya akan di buka untuk umum saat putara final saja, mengingat ini kejuaraan nasional, menghindari kejadian yang tidak diinginkan"
"hmm..." jawab Bara lagi
"tidak ada kata-kata lain kah tuan muda ku yang terhormat selain Hmmmm" batin Adit
"nanti aku akan pulang dengan Meera, kau pulanglah sendiri" kata Bara.
"siap tuan" kata Adit "hihii.. andai aku bisa berkata Hmmm"
"tunggulah di mobil ku nanti saat pulang" Bara mengirim pesan pada Meera
__ADS_1
"mobilku gimana?" jawab Meera
"akan ada orang yang mengurusnya" jawab Bara.
"siap Tuan Muda" jawab Meera.
Bara hanya menyinggungkan senyum tipis melihat jawaban istrinya. bisa-bisanya Meera berkata seperti itu. memanggilnya Tuan Muda sungguh membuat Bara merasa Aneh.
karena Hari ini Bara tidak ada Meeting sore. kini ia bisa pulang kebih Awal bersama Meera.
Didalam Mobil Bara tak langsung menjalankan mobilnya. ia menatap Meera yang ada disebelahnya.
"mau kemana? terserah padamu, hari ini aku akan menurutimu" kata Bara.
mendengar ucapan Bara. Meera pun langsung menghadapkan tubuhnya ke Bara "Benarkah?" tanya Meera. Bara lalu mengangguk. Meera sangat bahagia.
"Baik kita pulang dulu, habis itu bersih-bersih, lalu kita pergi menemui Rangga, lalu kita Makan malam diluar" Kata Meera semangat.
"Baiklah tuan putri" Kata Bara dan langsung melajukan mobilnya menuju mansion
Sesampainya di mansion Bara dan Meera cepat-cepat mandi, setelah mandi Meera membuka lemari dan mengambil kaos couple yang dibelinya kemarin dari dalam lemari. dan memakainya dengan di padukan dengan celana jins warna hitam pula. Meera menggerai Rambutnya begitu saja. dan di tambahkan jepit pita warna coklat untuk menahan poninya. tak lupa dengan make up tipis yang membuatnya tampak seperti ABG. "aaaa.. ternyata aku masih cantik hihi" gumam Meera didiepan Cermin.
sedangkan Bara baru keluar dari toilet dibalut handuk menutupi pinggangnya dan menuju ke ranjang. dilihatnya pakaian yang telah di siapkan Meera. "Bara.. pakai kaos itu yah.. biar samaan sama yang aku pakai ini" kata Meera manja sambil melihatkan baju yang dipakainya kepada Bara.
"yasudah kalau tidak mau, aku kasih Rangga" kata Meera berjalan menghampiri Bara. dengan segera Bara memakai kaos itu. karena ia tak rela barang yang dibelikan Meera kepadanya di pakai orang lain.
"hihihi.. lucuuu" kata Meera.
Bara sangat bahagia melihat Meera kembali ceria, senyumnya yang manis itu menjadi candu buat Bara. karena sudah beberapa hari ia tak melihat Meera sebahagia ini. meskipun sebenarnya ia tak nyaman dengan kaos ya g di belikan Meera namun ia tak bisa menolaknya. karena ia tak ingin Meera kecewa.
Bara terlihat lebih santai, dan lebih terlihat muda kali ini. Wajahnya yang tampan semakin membuatnya mempesona. sungguh pasangan yang sangat cocok.
Meera menyisir rambut Bara dan menatanya sedemikian Rupa. Bara hanya diam menatap tingkah istrinya dan terkadang tersenyum melihat wajah Meera didepannya.
"suudah.. sudah sangat tampan" Kata Meera.
Mereka turun dari kamar dan menuju ke garasi, disana sudah berjejer beberapa mobil mewah Bara. "mau pakai yang mana?" tanya Bara sambil merangkul pinggang Meera possesive
"terserah" kata Meera
Bara berjalan menuju mobil lamborghini warna hitam nya. diikuti Meera. karena mau pakai yang manapun semua mobil mewah dan produk terbatas jadi menurutnya sama saja. Bara lalu melajukan Mobilnya. sebelum menuju ke asrama Rangga. Meera meminta Bara untuk berhenti di supermarket. sesampainya di supermarket Bara turun bersama Meera. dari parkiran sampai didalam supermarket semua wanita menatap Bara seperti binatang buas. semua orang menatap penuh kagum. namun Bara tetap cuek.
__ADS_1
"lihatlahh.. tampan sekali" bayak sekali yang mengatakan itu dan terdengar telinga Meera.
Meera tentu tidak senang. ia lalu mencari Topi dan Masker di supermarket itu, karena supermarket itu juga termasuk supermarket besar maka akan dengan mudah menemukannya.
"pakai ini" kata Meera menyerahkan topi hitam dan masker hitam kepada Bara
"kenapa?" tanya Bara.
"Kau tidak lihat, semua wanita disini hampir keluar bola matanya melihatmu" jawab Meera
"cemburu?" kata Bara
"aah sudahlah pakai saja. aku tidak suka dengan tatapan mereka" jawab Meera.
Bara hanya tersenyum tipis di bibirnya karena tahu jika Meera cemburu. ia lalu memakai topi dan masker yang di berikan Meera. setelah membeli belanjaan yang begitu banyak dan tentunya dibayar oleh Bara, mereka berjalan menuju ke mobil. dan melajukan mobilnya keasrama Rangga.
didalam mobil Bara melepas maskernya. namun tidak dengan topinya. Bara menggoda Meera.
"Disana apa ada banyak perempuan?"
"Sepertinya banyak, kenapa?" tanya Meera
"kalau begitu aku tidak akan memakai topi dan masker lagi, biar mereka melihat ketampananku" Goda Bara.
"coba saja.." kata Meera sambil memalingkan wajahnya kekaca. ia kesal dengan Bara. sedangkan Bara melihat Meera merajuk. akirnya tak bisa menahan tawanya.
"Hahahaha.. kalau cemburu itu bilang, jangan diam terus marah" kata Bara.
Meera berbalik dan memukul mukul lengan Bara berulang karena gemas dengan suaminya itu.
sesampainya di Asrama Rangga. seperti kemarin Meera mendatangi resepsionis disana. dan menanyakan Rangga. Resepsionis disana sedikit gagal fokus karena melihat Bara ada dibelakang Meera. meskipun memakai masker dan topi. tapi kegagahan Bara tak bisa di sembunyikan. ia mempesona dengan apa yang ia kenakan
"mbakkk halooo" Meera sedikit menaikan suaranya dan membangunkan resepsionis itu dari lamunanya. karena lusa sudah berangkat ke pertandingan. maka hari ini Rangga diberikan waktu luang oleh pelatihnya untuk merilekskan badan dan pikirannya.
Meera dan Bara menuju ke sebuah ruangan Besar yang digunakan para atlet untuk berasantai. disana ada banyak atlet dan beberapa dari mereka juga dikunjungi oleh keluarganya.
Rangga sedang berkumpul dengan teman-temannya sesama Atlet karate sambil bernyanyi-nyanyi, ada yang bermain gitar, ada yang bernyanyi. dan kebetulan Rangga sedang bermain gitar disana.
Meera melangkah menuju Rangga diikuti Bara di belakangnya dengan membawa 2 kantong resek berisi snack sedangkan Meera membawa 1 kantong berisi buah buahan.
Rangga tak mengetahui kedatangan Meera. karena posisi duduknya membelakangi. sesampainya di belakang Rangga. meera meletakan bawaannya lalu memeluk adiknya dari belakang. "Rangga..." sapa Meera.
__ADS_1
Rangga lalu menghentikan petikan gitarnya lalu berbalik menghadap kakaknya. "eehh kakak.dan kak Bara.. " kata Rangga sambil menyalami kedua kakaknya