
"halo"
"coba kau bilang dengan Raja, dia benar benar tidak mau mendengarkan ku, dia terus saja membuat ulah, Raja sangat patuh padamu" kata Meera di telefon
"tidak kali ini bukan hal sepele Adit, dia meretas situs berharga negara A. ayolah tolong bilangi anak itu, aku sudah menyerah" kata Meera kesal.
"Baiklah.. Raja.. ini telfon untukmu" kata Meera menyerahkan ponselnya. setelah perbincangan cukup lama.
"hahaha... oke ayah janji yah..." kata Raja dengan senyumnya, anak itu memang jarang tersenyum bahkan semua ornag menganggapnya dingin namun hanya dengan Meera, Adit dan Tuan Dion lah ia mau tersenyum. Bahkan Lexa selalu di buat gemas oleh kedinginan anak itu. Meera pun mengernyitkan alisnya. mengharapkan orang di seberang telefon itu mau menegur Raja namun sepertinya tidak ada yang berpihak pada putranya
Meera langsung merebut ponselnya.
"Kau bilang apa padanya. aku kan memintamu menasehatinya" kata Meera kesal pada orang di seberang sana
"sudahlah Nona.. biarkan saja Tuan Muda mengasah kemampuannya, jika ada masalah kedepan biar aku yang menyelesaikannya" kata Adit. Yah.. orang yang dipanggil Raja dengan sebutan Ayah adalah Adit sekretaris Bara. karena memang Raja mendapatkan kasih sayang seorang Ayah dari Adit dan Tuan Dion sendirilah yang mengijinkan Raja memanggil Adit dengan sebutan itu.
"Kau selalu saja membelanya Adit.." kata Meera bersungut langsung menutup telefonnya.sedangkan Adit hanya menghembuskan nafasnya kasar.
"Bilang apa ayahmu tadi?" tanya Meera pada Putranya yang kini sedang mengunyah permen karetnya.
"Ayah bilang dia akan membelikan aku Tab yang lebih canggih, dan akan membawaku berjalan jalan minggu depan.. Ayah akan datang Mommy" kata Raja. Meera menepuk jidatnya sendiri. ia benar benar kalah dengan anak itu.
"Kau ini persis seperti Daddy mu, selalu saja seenaknya sendiri" Batin Meera.
Di usianya yang baru menginjak 5 tahun Raja sudah bersekolah bahkan kini ia sudah kelas 6 SD. hal itu ia dapat karena sangat pintar hingga guru di sekolahnya pun merekomendasikannya untuk jalur akselerasi. Tuan Dion sedikit sedikit mengirimkan hadiah untuk cucu tunggalnya ini, terkarang Tuan Dion heran. kenapa Raja tidak suka sama sekali dengan mainan mainan seperti anak-anak pada umumnya, Raja lebih suka dengan alat alat elektronik, seperti TAB, laptop, ponsel dll. selama ini Yang Raja tahu hanya Adit sebagai Ayahnya. ia sangat menyayangi Adit. dan jangan lupakan kata kata Adit selalu di turuti oleh Raja. bahkan terkadang jika Adit sedikit memarahinya.Raja akan diam seharian dan jika bukan Adit lagi yang menenangkannya Raja tidak akan mau bicara.
sedangkan di negara lain, Bara hidup dengan kehampaan. hidupnya tak beraturan karena ditinggalkan oleh Meera. ia berusaha mencari Meera namun semua akses ditutup oleh tuan Dion. seberapa kerasnya ia mencari Istrinya sekeras itu juga Tuan Dion menyembunyikan Meera. dan Adit sangat kasihan dengan Bara. Jika tidak ada Adit mungkin Bara akan sangat kacau. tapi Adit selalu bisa menenangkannya.
entah berapa kali Adit memohon pada Tuan Dion untuk memberi tahu saja kepada Bara apa yang terjadi dan menemukannya pada istri dan anaknya. Namun Tuan Dion tetap bersikukuh akan menyembunyikan Meera sampai Meera sendiri yang mau menemui Bara.
banyak sekali perempuan yang mendekati Bara dari berbagai jenis kalangan. lagian siapa juga yang tidak tertarik dengan pesona Bara. wajah tampan, badan tegap, dan karir cemerlang membuatnya digilai banyak sekali perempuan. tak jarang ia juga di gosipkan kesana kemari oleh beberapa wanita di luar sana. namun ia selalu menyikapinya dengan dingin. dengan sikapnya yang seperti itulah yang membuatnya tak tersentuh sedikitpun
__ADS_1
seperti saat ini Bara sedang berada di kamar tidurnya bersiap untuk tidur. namun dikamarnya masih terpajang besar foto nya dan Meera.
"Dimana kamu Meera.. kenapa begitu tega meninggalkanku, apa aku terllau jahat bagimu.."
"apa kau hidup dengan tenang sekarang? apa kau bahagia tanpaku" kata Bara dengan sendu. hingga akirnya ia terlelap dalam tidurnya.
ia pun bermimpi bertemu Meera yang sedang bersama dengan Anak laki-laki yang tampan. ia mengejar Meera namun Meera dengan senyumnya malah melambaikan tangannya dan bersama Anak tampan itu Meera menghilang.
Bara pun terbangun dari tidurnya. nafasnya memburu..
"Astaga.. mimpi apa ini.." kata Bara lalu meminum segelas air putih yang ada di sampingnya.
keesokan harinya di negara lain. Meera sedang menjalankan bisnisnya dan ia sedang merapikan meja tempat nya mencari uang. namun ia mendapat kabar dari indonesia bahwa Shinta mengalami kecelakaan.. Meera pun shock di buatnya. Sahabat yang seperti kelaurga itu kinni sedang kritis. dengan isakan tangisnya Meera menghubungi Tuan Dion.
"Pa.. hiks.. Meera mau minta bantuan papa.. "
"Shinta kecelakaan pa.. dan sekarang kritis.. Meera akan ke Indonesia sekarang bersama Raja"
sepanjang perjalanan Meera tampak sangat sendu ia terus berdoa untuk keselamatan Shinta.
sesampainya ia di Indonesia. Raja sudah terbangun dari tidurnya.
"Momy.. kita dimana?" tanya Raja ketika ia sadar tengah berada di sebuah ruangan besar. menunggu jemputan yang diaturkan Tuan Dion
"kita di negara kakek, jangan nakal ya.." kata Meera mengelus rambut anaknya itu
"Berarti kita di negara Ayah kan?" tanya Raja lagi. Meera tersenyum lalu mengangguk..
sebenarnya ia sendu jika saja nanti bertemu dengan Bara harus bagaimana. apalagi Raja masih belum kenal dengan Bara sama sekali
"Momy kenapa kita kesini?" tanya Raja lagi.
__ADS_1
"onty Shinta sakit, kita harus merawatnya, Raja ingat, waktu Raja kecil yang merawat onty juga kan?" kata Meera. dan Raja hanya mengangguk lucu saja.
Meera tak mungkin membawa Raja kerumah sakit, tempat itu terlalu bahaya untuk anak kecil.
Meera menelfon Adit.
"Adit.. em.. apa kau luang?" tanya Meera
"bisakah kau temani Raja sebentar, aku harus kerumahsakit sekarang, sedangkan Raja tidak mungkin kuajak kesana kan" kata Meera.
"baiklah ku tunggu disini" kata Meera kata Meera yang kini sudah berada disebuah hotel untuk beristirahat sejenak
Meera merapihkan Raja yang bau selesai mandi dan kini tampak sangat menggemaskan. dengan kaos singlet nya.
"janji pada Momy kau tidak akan nakal nanti jika bersama Ayah" kata Meera sambil memakaikan jam pendeteksi lokasi pada Raja yang bisa tersambung langsung ke ponselnya.
"Enn.." kata Raja sambil menganggukan kepalanya.
"Tapi nanti momy akan menjemputku kan? atau nanti Raja tidur dengan Ayah?" tanya Raja
"Nanti momy jemput" kata Meera. dan tiba tiba pintu terbuka menampilkan Adit dengan setelan jasnya.
"Ayaaaahh...." teriak Raja lalu memeluk Adit. Adit mengangkatnya dan menggendongnya.
"Kenapa triak, bukan kah ayah suruh kau jangan teriak teriak?" tanya Adit dingin.
"Upss.. sory.." kata Raja sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Adit.
"Padaku saja berani sekali membantah, lihat lah kalau sama Adit kenapa menurut begitu" batin Meera.
"Aku titip Raja.. tolong. kau tau apa yang harua kau lakukan" kata Meera. tentu Adit tau apa yang dimakasud oleh Meera
__ADS_1