Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
BALI 2


__ADS_3

semua peserta sudah siap berhadap-hadapan. Meera tak suka sama sekali dengan situasi sekarang. mati gaya ia dibuat suaminya sendiri. semakin menenggelamkan wajahnya di bawah topi yang dipakainya agar wajahnya sedikit tertutupi menahan malunya. Sedangkan Bara sudah memiliki rencana usil kepada istrinya yang tampak imut itu.


"kau diam saja. biarkan aku yang melakukannya" bisik Bara. Meera tak menjawab. akan sangat metepotkan jika nanti semua karyawan melihatnya akrab dengan Bara.


"jangan memejamkan matamu, atau ku cium kau disini" kata Bara. seketika Meera mendongah menatap wajah Bara dengan tatapan kesalnya


"sialan.. bisa bisanya" batin Meera. Meera sejenak mengawasi sekeliling semua nya pandangan tertuju padanya.


Prriiiitt.......


Meera menggigit permen panjangnya. Bara juga. sama-sama menggigitnya diujung membuat pandangan mereka bertemu. meera sama sekali tak melakukan pergerakan karena ia tak mau sampai bibirnya bertemu dengan bibir Bara di depan semua orang. Bara menampakan tatapan devilnya. sorak sorai penonton membuat suasana semakin riuh. banyak orang memasang ponselnya bersiap merekamnya. tak lupa juga Adit melakukannya.


"Meeraaaaa.... Meeraaaaa...."


"presdirrr... presdiiirrr...."


teriak para penonton gemuruh.. sedangkan Meera semakin kesal mendengarnya. benar-benar kini ia sedang mengumpati Bara didalam hatinya.


Bara menarik pinggang Meera hingga menyatu dengan badannya dan dilingkarkan tangannya yang satu pada pinggang Meera. Meera melotot menatap mata Bara. Bara melihatnya semakin berniat membuat istrinya ini kesal padanya.


permen semakin pendek. jarak antara wajah mereka semakin dekat. Tangan Bara mulai. naik ke punggung Meera dan memeluknya Bara memiringkan wajahnya agar bisa lebih dekat karena Meera memakai Topi. adegan yang begitu dekat semakin membuat semua orang bergemuruh.


"persetan apa yang akan terjadi nanti diranjang.. aku tidak bisa membiarkan orang-orang disini melihat Bara menciumku" Batin Meera.


dan ketika Bibir Bara hampir menyentuh bibirnya dan tangan Bara sudah berada di tengkuknya Meera dengan cepat menggigit permen itu hingga putus dan segera menjauhkan wajahnya dari wajah Bara. Bara pun langsung menampakan senyum devilnya semakin gemas melihat wajah istrinya yang merah menahan malu itu..


namun ia tak langsung melepaskan Meera ia merangkul pinggang Meera possesiv. Tangan Meera dengan susah Payah melepaskan pelukan itu. hingga akirnya ia habis kesabaran dan menyubit keras perut sispek Bara hingga Bara menyernyit kesakitan.


"Rasain tuh" batin Meera. ketika pinggannya terlepas dari tangan Bara.


hingga wasit pun menyudahi permainan itu dan jelas saja Bara dan Meera kalah. hingga mereka harus menerima hukuman. namun sejenak pembawa acara tak berani menyuarakan suaranya. bagaimana bisa ia meminta presdirnya menerima hukuman. yang ada dia sendiri yang akan di depak keluar dari sana. namun Adit segera mencairkan suasana.


"aaahh.. apa kalian tidak berani menghukum yang kalah?"


"presdir tentu tidak keberatan menerimanya kan?" kata Adit.


"katakan apa hukumannya" kata Bara santai.


seketika suasana menjadi riuh kembali. hukumannya adalah yang kalah harus meminum sebotol kecil alkohol yang harus dihabiskan oleh pasangan itu.


Meera pun memicingkan matanya di bawah topinya. bagaimana bisa ia meminum alkohol didepan suaminya.


Namun Bara masih santainya dengan merangkul kembali pinggang Meera possesive didepan semua orang ia menerima botol alkohol itu dan menenggaknya hingga habis. bukan hal besar bagi Bara jika hanya alkohol dalam porsi kecil itu. Meera menatap penuh kekesalan suaminya bisa bisanya menenggak alkohol didepannya secara terang-terangan..


"wooooaaaahhhhhhhh........" teriak penonton semua mereka pun bertepuk tangan

__ADS_1


setelah menghabiskan hukumannya. Bara melihat istrinya yang tertutupi topi wajanya. dan berniat menggodanya lagi.


dan benar saja. Tanpa berkata-kata Bara melepaskan pelukannya. dan menunduk mensejajarkan wajahnya pada wajah meera lalu memiringkan wajahnya lalu..


Cupp....


Bara mencium bibir Meera secara tiba-tiba.. Tentu Meera langsung membelakakan matanya mendapat serangan tiba-tiba itu. segera setelah mencium Meera Bara meninggalkan tempat itu dengan santainya. dan suasana semakin ramai riuh melihat pemandangan yang ada didepannya itu. Meera serasa di hantam batu besar . ia malu semalu malunya. ingin rasanya ia membuang mukanya sejauh mungkin


"Bara sialann!!!"""" batin Meera. Meera lalu berlari meninggalkan lokasi dan menuju kekamarnya.


dikamarnya Meera tak berhenti mengomel sendiri mengingat kejadian tadi.


"haduuhh.. apa nanti kata karyawan lainnyaa......" kata Meera.


tiba-tiba kring... ponsel Meera bunyi. segera dilihatnya. dan ternyata Bara yang menelfonnya


tanpa berbicara Meera mengangkat telfonnya. disebrang sana Bara terdengar suaranya sedikit tertawa.


"bagaimna? mau diulangi lagi?" tanya Bara.


"eemm..." jawab Meera memutar bola matanya malas. dan langsung menutup telfonnya. tanpa disadari Tingkahnya itu dilihat Shinta yang barusan masuk.


"siapa yang kau putuskan telfonnya seperti itu Meer" tanya Shinta


"Bara"


"biarin. suami aku kok" jawab Meera kesal lalu merebahkan badannya di kasur itu.


shinta menceritakan kehebohan di lokasi melihat kejadian tadi.. Meera semakin membenamkan kepalanya pada bantal. tak mau mendengarkan Shinta. serasa tak punya muka dirinya didepan semua orang.


waktu sudah menjelang sore hari. Meera kini sudah tak berselera mandi. karena untuk kekuar bertemu karyawan lain ia malas.


dengan malas Meera mandi dan segera berdandan. malam ini adalah waktunya makan malam acara BBQ di taman hotel yang menghadap langsung kelaut lepas. Meera memakai kemeja berwarna putih dengan panjang selutut. dengan bagian pundak sedikit terekspose. lekuk tubuhnya yang seksi semakin membuatnya menawan dipadukan dengan rambutnya yang terurai panjang. Ia malas keluar namun Shinta mengajaknya. Meera pun menurutinya pada akirnya


ketika sampai di lokasi tak sesuai pikiranya. ia kira ia akan di gunjingkan kanan kiri. tapi ternyata semua orang seakan biasa aja. tak ada yang berani berkomentar sedikitpun. siapa lagi jika bukan ulah Adit dalang dari semua ini.


Meera duduk menikmati alunan lagu yang dibawakan penyanyi disana. ia duduk dikursi gantung menikmati angin malam dengan segelas anggur merah di tangannya. Anggur itu pemberian dari Anom ketika ia bertemu tadi. ia hanya menerimanya saja tanpa diminumnya.


"astaga.. aku teringat Lexa" batin Meera menatap sendu Gelasnya.


Bara melihat istrinya memegang gelas anggur pun segera menelfonnya.


"lihat keatas" kata Bara. Meera lalu menatap keatas dan pandangan mereka bertemu.


"kau yang kesini atau aku yang kesana?"

__ADS_1


"Huhhh.....!!!" kata Meera kesal lalu menutup telfonnya ia lalu pergi dari tempat itu. dan tak jauh dari tempatnya sudah ada Adit yang menunggunya.


"mari saya antar nyonya" kata Adit.


"kau harus membantuku kali ini" kata Meera sambil berjalan. Adit pun mulai was was.. apa lagi yang akan dilakukan Meera nanti..


didepan kamar Bara. Meera pun bersiap menggandeng tangan Adit. dan menyenderkan kepalanya manja pada bahu Adit.


"kalau kau menolak. awas kau. jangan lupakan aku anggota black eagle" ancam Meera.


Adit keringat dingin disana. tangan Meera sudah bersiap mencubit Adit jika saja Adit berani menggerakan badannya menjauh..


Tok Tokk.. pintu di ketuk.


keluarlah Bara dan seketika Bara langsung membelalakan matanya ketika melihat istrinya bergelayut manja pada Adit. Adit sudah tidak bisa berbicara hanya menggelengkan kepalanya saja ketika tatapannya bertemu dengan mata Bara.


"wanita ini benar-benar" batin Bara


"Lepas Meera" kata Bara dengan melipat tangannya di dada.


"gamau. ada apa? katakan saja" kata Meera


"masuk!!" kata Bara menaikan intonasinya


"ayo Adit.. kita Masuk" kata Meera sambil menggandeng Adit. sedangkan jari-jarinya sudah ditancapkan kekulit Adit hingga jika di tarik sedikit saja oleh Adit maka akan sangat sakit.


Bara memicingkan matanya.


"benar tidak mau menurut?"


Meera hanya memutar matanya malas..


melihat ekspresi istrinya Bara lalu maju mendekati istrinya itu dan secara paksa melu**t bibir seksi istrinya itu dengan Keras. hingga Meera mencengkeram tangan Adit sekuat-kuatnya karena ia juga merasakan sakit di gigit Bara. Adit hanya meringis melihat kelakuan 2 orang itu.


"astaga... bisa bisanya mereka ini" batin Adit membuang mukanya.


"aaaaooo auuuhhh...." lenguh Meera. tak tahan dengan gigitan Bara. Meera pun melepaskan tangannya dari cengkeramannya pada Adit.


"sesakit apa hingga Meera mencengkeramku begitu kuat" batin Adit


Meera memukul Dada Bara agar menjauh tapi bukannya menjauh Bara malah menarik pinggang Meera dan menempelkannya pada badannya. sedangkan tangan yang satunya ia gunakan untuk memegangi kedua tangan Meera yang di tariknya kebelakang punggung Meera.


Bara masih sempat melirik Adit dan memberikan lirikannya agar Adit pergi dari sana. tentu dengan segera Adit melakukannya. Hati adit terasa kebas melihat kelakuan 2 orang tadi. ia berfikir siapa juga yang akan tahan tidak melahap Wanita se seksi dan secantik Meera. bahkan dirinya pun ingin.


sedangkan Ciuman Bara semakin memanas. Meera sampai sampai tak bisa mengimbanginya hingga nafasnya tersengal. Bara menggeser tubuh Meera dan tubuhnya dengan saling berpelukan sambil masuk kedalam kamarnya lalu segera Bara menguncinya. Meera benar-benar kuwalahan mengimbangi kerakusan suaminya itu. Meera mendorong sekuat tenaga dada Bara agar menjauh dari badannya.

__ADS_1


setelah terlepas Meera sudah sesak dibuat Bara. ia lalu menarik nafas panjang sambil memegangi bibirnya. Sedangkan Bara memperhatikannya dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan. Ingin sekali ia melahap Meera sampai pagi, malam ini.


__ADS_2