Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
kebahagiaan Meera


__ADS_3

"ciee Rangga di jenguk kakak cantik lagii" celetuk salah satu teman Rangga. Meera hanya senyum-senyum mendengarnya. beda dengan Bara. ia hanya memperhatikan dari balik masker yang dipakainya.


"apaan sih. tuh jajan, makan.. mumpung lagi santai. lusa udah tempur kita" kata Rangga.


Bara dan Meera meletakan 3 kantong kresek berisikan makanan di atas meja. serempak teman-teman rangga bergantian memilih snack dan buah yang mereka mau. begitu juga Rangga. Rangga memakan apel kesukaannya. Teman-teman Rangga pergi satu persatu meninggalkan Bara, Meera, dan Rangga. mereka duduk di sana, Rangga masih memangku gitar.


Meera melihat adiknya sedang makan Apel tersenyum karena tampak sekali habagia di wajah Rangga. setelah habis 2 apel dan satu kotak jus jambu Rangga mulai merasa kenyang.


Rangga memandang ada yang aneh dari kaos kedua kakaknya. "Cieee kaosnya samaan.. aku kok ga di belikan" kata Rangga.


"kak, pasti kak Meera ya yang memaksamu memakai kaos gajah itu hihihi" celetuk Rangga memandang Bara.


"ya, siapa lagi, bagaimana persiapanmu?" kata Bara sambil tersenyum, seumur-umur hanya Meera yang berani meminta Bara menggunakan kaos berkarakter seperti ini.


"100% siap kak" kata Rangga menunjukan jempolnya


"apa yang kau perlukan, katakan saja, besok akan ku kirim" kata Bara.


"tidak ada, kak, pertandingan babak penyisihan tidak di buka untuk umum. hanya putaran final saja yang bisa di tonton" kata Rangga


"cih siapa yang mau melihatmu" kata Meera


"hahaha.. aku tambah senang kalau kak Meera tidak datang langsung, karena pasti dia heboh sendiri di bangku penonton. bikin malu" Jawab Rangga menggoda kakaknya.


Meera lalu melempar apel yang di pegangnya kearah Rangga setelah mendengar ucapan Rangga. sontak Rangga langsung menangkapnya dan melepaskan gitar di depannya. ketika gitar akan jatuh segera ditangkap oleh Meera.


"ayo kak mainkan lagi" Kata Rangga


Meera melotot kearah rangga memberikan isyarat jika disini ada Bara. Rangga yang mengetahui maksud Meera pun malah sengaja menggoda kakaknya.


"eeh.. kak Bara ku kasih tahu rahasia ya, sebenarnya kak meera itu jago memainkan gitar dan suaranya sangat merdu" Kata Rangga menutup sebelah ujung bibir dengan tangannya seperti orang sedang berbisik


"Rangga!!!!" Bentak Meera kesal


"ohh benarkah?" Kata Bara pura-pura tidak tahu. dan menunjukan wajah kagetnya.


"Tidak-tidak, jangan percaya" kata Meera.


Mereka berbincang-bincang dan sesekali terdengar gelak tawa mewarnainya. Bara melihat jam di tangannya sudah menunjukan pukul 20.00 ia segera mengajak Meera pergi. mengingat Rangga juga perlu istirahat. setelah berpamitan Bara menggandeng Tangan Meera menuju ke mobilnya.


"huhh.. senangnya ketemu Rangga lagi" kata Meera di dalam mobil dengan wajah senangnya. Bara melihat sepanjang hari meera menampakan senyumnya pun ikut merasakan Bahagia.


"mau kemana lagi?" tanya Bara.


"makan bakso" jawab Meera. Bara mengernyitkan alisnya. "dimana resto yang menjual bakso malam-malam?" tanya Bara.

__ADS_1


"bukan Di resto, dipinggir jalan saja. lebih santai, aku pernah lihat di dekat mansion ada bapak-bapak tua penjual bakso, kelihatannya enak" Kata Meera sambil memegang tangan Bara.


"astagaa.. tempat seperti itu lagiiii" gumam Bara.


"Baik tuan nyonya" Kata Bara sambil melajukan mobilnya.


didalam mobil Bara menggenggam tangan Meera berkali-kali dan sesekali mencium punggung tangan Meera, Meera sangat bahagia mendapat perlakuan seperti itu dari Bara. cobaaa setiap hari begini.. alangkah bahagianya aku.. kata hati Meera


sesampainya di tempat tukang bakso yang dituju Meera. Bara memarkirkan mobilnya di tepi jalan.


Meera turun dari mobil dan memesan 2 mangkok bakso, sedangkan Bara menunggu di mobil. Meera membawa baksonya kedalam mobil. karena tidak ada tempat lagi, karena keadaan saat itu lumayan Ramai


"ini baksonya. makan" kata Meera menyerahkan semangkok Bakso


Bara mengernyitkan alisnya. seumur-umur baru kali ini makan bakso di pinggir jalan dari grobak sederhana. Meera yang melihat tatapan yang aneh kearah mangkuk baksonya pun berkata "kenapa? apa tidak suka?" tanya Meera


"tidak, akan ku coba memakannya" kata Bara, ia tak mau mengecewakan Meera. perlahan ia menyendok bakso tersebut dan memakannya


enak juga ternyata.. batin Bara. Meera sangat menikmati Baksonya.


setelah beberapa saat Meera dan Bara sudah menghabiskan Baksonya dan menenggak es jeruk yang tadi dipesannya.


"enak ya.. gimana kalau kita bungkuskan untuk penghuni rumah?" tanya Meera


Meera kemuar dari mobil membawa 2 mangkok dan 2 gelas keaeah tukang bakso dan memesan 15 porsi bakso beserta es jeruk. setelah itu ia kembali ke mobil.


didalam mobil Bara tersenyum sendiri melihat istrinya


membuatnya bahagia sangatlah sederhana. hmmm... benar-benar gadis baik ... kata Bara.


didalam mobil Bara bertanya pada Meera. mengetes kejujurannya


"apa benar kau bisa bermain gitar?"


"jujur gak yaa.. ahhh. sudahlah lagian dia suamiku" batin Meera


"Sedikit" kata Meera.


"kapan-kapan kau harus menunjukan padaku" kata Bara. beberapa saat kemudian penjual bakso menghampiri mereka dan menyerahkan pesanan.


"ini pesanannya nona cantik"


"ohh terimakasih pak" kata Meera sambil menerima kantong baksonya. setelah diletakannya di bawah ia membuka dompetnya hendak membayar. namun keduluan Bara. Bara mengeluarkan 5 lembar uang 100.000 an kepada Tukang Bakso


"wah ini kebanyakan tuan" kata tukang bakso

__ADS_1


"untuk bapak sisanya" kata Bara. Meera melihatnya pun tersenyum setelah itu mereka perjalanan pulang. .


dalam perjalanan pulang Bara bertanya lagi "mau kemana lagi?" dijawab meera "cukup, aku sudah sangat bahagia hari inii.. terimakasih suamiku" hal itu membuat Bara tersenyum lalu menggenggam tangan Meera dan mencium punggung tangan Meera lagi.


sesampainya dirumah. bahkan Bara sendiri yang membawa kantong-kantong makanan itu kedalam rumah. sedangkan Meera sudah berjalan didepan.


"mba.. mba sitii.." panggil Meera.


"iya nonn" kata Mba siti muncul dari balik tangga


"ini ada bakso. dimakan ya. cukup kok untuk semuanya" kata Meera.


siti yang melihat tuan mudanya menenteng kantong bakso pun segera mengambil alih


"terimakasih tuan, terimakasih nona" kata Siti sopan menunukan kepalanya.


"ahh jangan terlalu kaku, sudah di makan dulu nanti keburu dingin" kata Meera. lalu ia beranjak pergi ke kamarnya di susul Bara dibelakangnya.


sedangkan Siti melihat Bara sebenarnya agak aneh. baru pertama kali ia melihat Bara menggunakan kaos karakter kartun seperti tadi.


"pasti non Meera yang meminta Tuan muda menggunakan kaos itu hihi" batin Siti.


didalam kamar, meera segera mengganti pakaiannya dengan baju tidur. sama haknya dengan Bara. meera duduk di ranjang sambil melihat-lihat galeri diponselnya. yahh.. sebelum mereka berangkat tadi Meera mengajak Bara untuk berfoto selfi.


"hihihi... bagus bagus" kata Meera.


Bara yang melihat istrinya tertawa memandang ponselnya pun berjalan mendekat.


"Bara lihat, bagus hihi.. tuan muda keluarga surya yang di segani semua orang dan ditakuti semua karyawannya, hilang wibawa setelah memakai kaos gajah ahahaha" kata Meera. Bara hanya tersenyum tipis melihat istrinya.


Melihat Meera menggunakan baju tidur seksi membuat Bara ingin sekali menerkamnya. Bara duduk di semping Meera. ia melingkarkan tangannya pada pundak Meera. dan mengarahkan Wajah meera agar menghadap kearahnya.


"mau apa? tanya meera


"ayolah, sebentar saja" kata Bara memelas. karena Bara kecil sudah tidak tahan, Meera hanya memandang Wajah Bara.


mengingat seharian tadi Bara memperlakukannya dengan Baik Meera pun menganggukan kepalanya pelan tanda ia bersedia melayani suaminya. Bara tentu senang, karena jarang sekali Meera menyerahkan dirinya dengan sukarela. biasanya jika tidak di paksa tidak akan terjadi hal itu.


mereka larut dalam ci*man panas nya. Tangan mereka saling melucuti pakaian pasangannya. nafsu yang sudah tidak bisa terkontrol menguasai Bara. dan Meera juga membalasnya. ciuman Bara semakin turun. dari dada ia turun lagi. sampai lah di depan v***** Meera. Tapi ditahan oleh Meera. karena ia belum pernah mengalami bagian ini


"Bara mau apa, jangan" kata Meera.


"sebentar saja" kata Bara dengan suara yang sedikit aneh. Meera akirnya pasrah dengan apa yang dilakukan Bara. 2 jam pertempuran akirnya mereka menyelesaikannya.


remuk sudah badan Meera. ia harus membayar mahal kebahagiannya hari ini dengan tubuhnya. sedangkan Bara segera menuju ke toilet membersihkan diri. Sedangkan Meera yang selalu K.O jika berhubungan denhan Bara memilih langsung tidur. karena juga sudah tidak bisa menahan badannya yang pegal disana dan disini..

__ADS_1


__ADS_2