Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
ini sangat nyaman


__ADS_3

Rangga tinggal di rumah Meera. namun Bara sudah membeli rumah yang tak jauh daru kediaman Meera untuk menempatkan pengawal yang setiap saat memantau kegiatan Rangga. Bara menganggap Rangga seperti adik kandungnya sendiri. Meskipun tumbuh menjadi pria yang tampan gagah dan pintar Rangga sama sekali tidak sombong. Bahkan tetangganya sangat menyayangi Rangga pula. Bara memberikan Sebuah mobil sport untuk Rangga. ketika Rangga yang diantarkan Adit, Bara dan Meera pulang Baru sampai Rumah Ia terkejut dengan adanya sebuah mobil Lamborghini berwarna hitam yang terparkir di depan rumahnya.


"mobil siapa ini" tanya Rangga sambil mengelilingi mobil mewah itu.


"Mobil mu" kata Bara dingin sambil merangkul pinggang Meera possesive. jelas kata-kata Bara mengagetkan Meera. seketika Meera memalingkan wajahnya menatap Bara


"yang benar saja" kata Meera.


"ya benar. ini milikmu asal kau mau menuruti kata-kataku" kata Bara.


"serius kak? wooaaahh.. siap laksakan perintah!!" kata Rangga bersemangat.


"Sebentar.. " kata Meera menarik Tangan Bara menjauh dari adiknya


"apa maksudmu memberikannya mobil semewah itu?" tanya Meera


"Dia adiku, apa salahnya" jawab Bara


"sayang jangan memanjakannya. dia sudah punya motor. mobilku juga ada. buat apa lagi belikan dia mobil mewah begitu" kata Meera kesal.


"sudah terlanjur. kalau.kau tak mengijinkan buang saja mobilnya. aku tidak akan menerima barang yang sudah ku berikan" jawab Bara tegas.


"hah??? buang?? sekaya apa dirimu ini sampai mobil belasan milyar mau kau buang begitu saja" kata Meera


Bara menampakan senyum kecutnya. bahkan istrinya ini tidak tahu asset dan seberapa kaya dirinya. dan itu membuatnya geli. ketika orang diluar sana sangat tahu tentang kekayaannya tapi istrinya sendiri malah tidak tahu dan tidak mau tahu. Bara tak menghiraukan Meera ia lalu pergi menemui Rangga.


"kalau kau mau mobil ini, turuti kata-kataku. kau tahu kan aku tidak akan berbuat jahat padamu," kata Bara didepan Adik bodohnya itu sambil melipat tangannya, Rangga pun segera mengangguk karena terlena dengan mobil mewah didepannya.


"kau masih ingin menjadi pilot pesawat tempur?" tanya Bara.


"tentu, itu cita citaku dari kecil. " kata Rangga


"kalau kau ku masukan ke sekolah militer khusus penerbang terbaik di luar negri mau?" tanya Bara.


"woooaaahh.. mauu. tapii.. " kata Rangga sambil melirik kakaknya.

__ADS_1


"apa?" tanya Meera.


"kata kak sam. aku akan di bawa menimba ilmu untuk menjadi lebih dari seorang pilot. bahkan dari hasil bisnis yang kak sam ajarkan ke aku, aku bisa membeli pesawat tempurku sendiri, dan kata kak sam Kak Meera sudah setuju. jadi aku mau belajar sama kak sam saja." kata Rangga bangga menjelaskan kata-kata yang didengarnya dari Sam


Bara membelalakan matanya. "sialaan.. sudah terdoktrin ternyata otak anak.bodoh ini" batin Bara. sedangkan Meera handa tertunduk tak menjelaskan apapun.


"kalau gitu aku ambil lagi mobil ini." kata Bara.


"eh eh.. jangan kakk... aku mau ini.. kakak mau aku gimana.. " kata Rangga menyembunyikan kunci mobilnya.


"kau harus pergi ke sekolah militer di luar negeri dan aku akan mengurusnya" kata Bara.


"tapi kak sam" kata Rangga


"kau ini bodoh atau apa. kalau punya cita-cita itu dikejar. bukan malah terpengaruh orang lain" kata Bara


"yaaa yaa.. bantu aku bicara dengan kak sam kalau gitu aku sudah berjanji padanya" kata Rangga.


Bara mengernyitkan alisnya. "astaga anak ini sangat mudah dipengaruhi. booodoooohh sekali" batin Bara.


setelah beberapa lama Meera dan Bara juga Adit kembali ke mansion. sesampainya di mansion jam menunjukan pukul 21.00. Adit pun kembali ke rumahnya.


"dari mana benda itu?" tanya Meera


"samudra Xu" kata Bara


"apa kau juga punya?" sambung Bara.


Meera lalu berjalan menuju lemari dan mengeluarkan sebuah kantung berwarna merah hati lalu ia berjalan kesisi Bara. dan mengambil pin juga kartu yang diberikan pada Bara.


terdapat tulisan #1KING Meera pun menampakan senyum tipisnya.


"kau tahu, itu adalah identitas kami, aku juga punya, dan hanya ada 4. King, Rapunsel, Phoenix, dan Prince. dan yang kau dapat itu adalah King, itu milik kak Sam" kata Meera.


"apa kau membawanya kemanapun kau pergi?" tanya Bara. namun Meera menggeleng.

__ADS_1


"sejak lulus sma aku sudah tidak pernah membawanya. aku hanya menyimpannya" jawab Meera.


"kenapa samudra Xu memberikannya padaku?" tanya Bara


"itu artinya ia percaya denganmu, dimanapun dirimu. jika kau menemukan orang berlogo seperti pin ini, dan kau menunjukan kartu ini, mereka akan tunduk padamu" kata Meera.


"apa kau juga sama?" tanya Bara. Meera mengangguk.


Bara hanya diam dan tercengang di buatnya..


"sudahlah jangan dipikirkan. jangan menjadi bebanmu, jika kau tak mau. simpan saja. nanti kita kembalikan bersama. tapi untuk saat ini. mungkin kak sam akan lama berada di thailand" kata Meera.


" kenapa?" tanya Bara


"Tn. Peter. musuh kak Sam. aku pernah merusak sistem kerjanya sampai benar-benar tidak bisa di gunakan. akibatnya.semua jaringannya terputus dan ia mengalami kerugian triliunan rupiah. ia sangat geram bahkan ia sempat menyerang balik dan berusaha mecari tahu siapa yang merusaknya hingga menyewa beberaoa ahli IT. tapi aku dan Lexa sudah membuat proteksi yang kuat dalam sistem Black Eagle. identitas kami dilindungi penuh oleh kak sam. kali ini sepertinya tidak akan mudah melewati hukuman dari kak sam untuk tuan Peter." jelas Meera.


"kalau kau ku masukan kedalam departemen IT bagaimana?" tanya Bara.


"aku juga penasaran. bagaimana sistem perusahaanmu. jika boleh aku kan memulainya besok. tak perlu mengarahkanku ke departemen IT. aku bisa melakukannya di posisiku sekarang" kata Meera. Bara pun menampakan senyumnya mendengar penjelasan Meera. Ternyata Meera gadis yang begitu pintar. dan cerdas.


Baiklah ayo tidur. besok akan menjadi hari-hari yang berbeda...


"tapi aku sangat rindu belaianmu Sayang" kata Bara sambil menempelkan kepalanya di pundak Meera.


"seperti ini kah" CUP... Meera mencium bibir Bara lembut.


Bara pun tersenyum tipis. "coba ulangi" kata Bara.


Meera pun mendekatkan wajahnya. namun sebelum sampai dibibir Bara. bara sudah mendorong Meera dan menindihnya. Mereka pun larut dalam ciuman yamg begitu berhasrat. Bara melum*t bibir tipis Meera tanpa ampun sambil menindihnya. sedangkan Meera yang merasakan ******n yang begitu dalam dan semakin menuntut itu pun pasrah dan berusaha mengimbanginya. tangan Bara mulai membuka kancing baju Meera. dan Meera membiarkannya. ia tahu prianya sangat menginginkannya sejak kemarin. Merasakan sentuhan tangan Bara pada dadanya pun tak bisa menagan meera untuk tak mengeluarkan desahan-desahan itu. meskipun bibirnya tak lepas dari ******* Bara. Bara semakin terpancing dan semakin berhasrat. Memberikan beberapa tanda kepemilikan di leher Meera dalah kesukaannya. entah mengapa hal itu menjadi rutinitas wajibnya jika sedang bercumbu.


Tangan Bara mulai turun namun Meera segera menghentikannya.


"jangan.. apa kau lupa aku belum selesai" kata Meera. Bara pun menganggukan kepalanya. ia pun melum*at dengan keras ujung gunung kembar Meera. membuat Meera sesekali menjerit kesakitan..


"biarkan aku tidur begini. ini sangat nyaman" kata Bara yang menempelkan wajahnya pada gundukan kembar itu.

__ADS_1


"aku tidak nyaman" kata Meera


"kau harus belajar" kata Bara. Meera pun menurutinya. dan tak lama setelah puas bermain dengan istrinya Bara pun terlelap dengan kepalanya berada di tengah gundukan itu. Sungguh Meera sama sekali tak nyaman. namun mau bagaimana lagi. Ia tak bisa menolak suaminya itu.


__ADS_2