Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
pertemuan tak sengaja dengan Aurel


__ADS_3

betapa terkejutnya Bara yang datang adalah Aurel. Bara keluar kamar dan menemui Aurel. lalu di tutupnya pintu kamarnya karena ia tak ingin Meera mendengarkan percakapannya


"tidak ada yang memintamu kemari" kata Bara. Benar-benar Bara di buat jengkel pagi-pagi oleh Aurel.


"aaah.. aku di suruh tante menemanimu" jawab Aurel seraya berjalan hendak memeluk Bara. sengan cepat Bara menepis kasar tangan itu.


"jangan macam-macam Aurel. cepat pergi atau kau akan menyesal nanti" ancam Bara.


"apa sih hebatnya Meera. aku jauh diatas nya. tapi kenapa kau tak pernah meliriku barang sekalipun" kata Aurel memelas. Bara enggan menanggapinya ia lalu menghubungi Adit dan memintanya untuk membawakan satpam.


Aurel melihat dada Bara yang sedikit terbuka ada bekas cakaran kuku Meera. ia pun memajukan badannya dan hendak menyentuk dada itu.


"apakah seperti ini kualitas ranjang istrimu itu? melukaimu seperti ini?" kata Aurel


Bara semakin kesal dibuatnya. ia hanya diam dan menunggu satpam datang.


Adit saat ini sedang mengurus pekerjaan di kamarnya hingga ia tak tahu kedatangan Aurel. setelah menerima pesan dari Bara. Adit segera menuju ke kamar Bara. dan disana sudah ada Bara yang tampak marah kepada Aurel. Wanita tak tahu malu yang menggunakan pakaian minimnya.


"jangan buat keributan nona" kata Adit tegas


"siapa juga yang buat keributan. aku hanya kesini menemui calon suamiku. apa salahnya, lagian calon mertuaku sendiri yang meminta" kata Aurel menyombongkan diri.


"bereskan" kata Bara lalu meninggalkan mereka berdua. Di sana Aurel mengoceh tak tahu arah. dirinya sangat kesal pada Adit.. karena Adit menbawakan scurity untuk mengusirnya.


Bara menuju kekamarnya. dan dilihatnya kasur itu telah kosong tak berpenghuni ternyata Meera sedang mandi. tak beberapa lama kemudian Meera keluar dengan menggunakan jubah Mandinya. dan dilihatnya Bara sedang memainkan ponselnya di satas ranjang.


"emm itu.. apa tidak ada baju kah disini?" tanya Meera.


"tidak usah pakai baju lebih baik" jawab Bara asal


"iissshh... mesum" kata Meera lalu mengeringkan Rambutmya.


"itu di paper bag" kata Bara. Bara telah menyiapkan pakaian untuk istrinya


"apa-apaan ini.. kenapa bajunya seperti ini" protes Meera. karena Bara memilihkanya pakaian yang tertutup dan besar apa lagi berwarna coklat tua.


"kenapa?" tanya Bara.


"yang benar saja. aku akan bermain di pantai dan berenang. kenapa harus pakaian seperti ini"


"justru karena itu kau harus memakainya. jangan berdebat denganku" kata Bara.


"ihh.. mending aku pakai bajuku semalam" kata Meera meletakan pakaian yang diberikan Bara lalu memungut pakaiannya semalam di sofa.


"kau ini kenapa susah sekali di bilangi, aku hanya tak ingin tubuhmu menjadi bahan angan-angan orang lain apa salahnya nurut dengan suami" kata Bara emosi melihat kelakuan Meera yang selalu tak bisa langsung tunduk padanya


"ya tapi... aaahhh. ya sudahlah.." Meera pasrah akirnya ia mengeluarkan baju dari Bara. yaitu setelan baju berwarna coklat dimana ukurannya 2x lebih besar dari badannya.


setelah memakai baju itu Bara yang melihat Meera tampak berdeda pun sedikit menarik ujung bibirnya sambil mengedipkan matanya. sungguh lucu sekali. Tubuh Meera yang begitu seksi tertutupi stelan baju yang tampak kedodoran itu. sedangkan wajah Meera sudah cemberut.


"aku pergi dulu, nanti malam jangan mencariku ya.. aku mau berkumpul dengan lainnya" kata Meera


"acara makan malam nanti jangan jauh dariku. atau kalau tidak aku sendiri yang akan datang menyeretmu" ancam Bara.


"yaa yaaa yaaa.." Kata Meera seraya meninggalkan Bara dengan tangannya yanh diangkat sambil melambai lambai..


Hari ini Bara tak bisa ikut acara karena harus bekerja di ruangannya menyelesaikan tugas-tugasnya yang menumpuk di dampingi Adit.

__ADS_1


sedangkan karyawan-karyawannya menikmati keindahan laut disanaa.. ada yang lagi berenang, ada yang bermain banana boots, ada yang berselancar ada juga yang hanya sekedar menikmati pemandangan.


Meera langsung menuju ke pantai dimana ia langsung berbaur dengan Ana dan Shinta.


"dari mana saja Meer" tanya Ana


"em.. dari suamiku" jawab Merra malu-malu


"iisshh.. aku reques beby boy ya hihi" goda Shinta


"aaaiissshh...." Meera semakin malu.


Meera tiba-tiba mengelus perutnya yang rata itu. membayangkan kehadiran janin dalam Rahimnya. ia pun tersenyum sendiri.


Ana, Shinta, Meera hanya menikmmati angin pantai ditemani bakso dan es kelapa muda saja tanpa ikit bermain air seperti yang lain.


tiba-tiba Meera melihat sosok yang dikenalnya. ternyata benar. itu Aurel yang sedang mengobrol bersama Melinda dan Viona. dimana ketiga perempuan itu tergila-gila dengan suaminya. Meera mendengus kasar.


"kenapa Meer?" tanya Shinta


"kalian lihat 3 wanita disana. Mereka tergila-gila dengan suamiku, entah mau ngapain mereka kesini" kata Meera berusaha tenang


malam hari waktunya Dinner pun tiba.


malam ini akan ada banyak hadiah dari perusahaan yang jumlahnya tak tanggung-tanggung. untuk beberapa kategori karyawan dan divisi terbaik tahun ini. semua karyawan berpenampilan semenarik mungkin untuk mengahadirinya. begitu pula Meera.


ia menggunakan salah satu dres mahal pemberian Bara dulu. yang panjangnya hanya sampai lutut dan memiliki lengan panjang ditambah swarovski di bagian dadanya. tampak sangat anggun dipakainya. sedangkan rambutnya di biarkan memanjang dengan dintambah hiasan kecil di atasnya. semakin membuatnya mempesona


"wooaah.. lihatlah artis kita.. cantik sekali benar saja presdir bertekuk lutut" kata Shinta memandang kagum Meera.


"aaaassh.. apa an sih. berhenti menggodaku Shin" kata Meera


didalam aula yang telah didekor dengan megah dan indah itu semua karyawan berkumpul sambil menikmati makanan-makanan yang disediakan. tak terkecuali Meera yang duduk melingkar bersama Ana, Shinta, Fian pacar Shinta, Anom.


Sedangkan Bara nampak belum hadir disana karena masih sibuk mengurusi hal lainnya.


tak beberapa lama kemudian host mengumumkan siapa saja yang layak mendapatkan penghargaan dan semua orang deg degan berharap dirinya lah yang mendapatkannya. tapi berbedan dengan Meera yang sedari tadi mengawasi gerak gerik Aurel. kejadian yang lalu lalu membuatnya sedikit Trauma. kalau kalau Aurel menjebak dirinya dan Bara lagi.


Bara datang dengan gagahnya berjalan santai dengan memasang muka dinginnya. semua sapaan yang terlontar dari bibir karyawannya tak satupun di hiraukannya. Bara duduk di kursi paling Depan dan paling mewah. Benar saja Meera melihat ketiga wanita itu langsung berhambur duduk di sisi sisi Bara. Bara cuek saja bahkan tak menghiraukannya. berbeda dengan Meera. yang nampak mengerucutkan bibirnya.


"huh.. dasar" dengus Meera


Shinta dan Ana hanya saling lirik melihat ekspresi Meera yang sudah tak bersahabat itu tanpa berani berkomentar


para tamu pun tak ada yang berani berbicara dengan Aurel karena setahu mereka Aurel adalah calon suami Bara.


Meera memilih meninggalkan ruangan itu sebelum acara selesai ia pergi ke taman dekat dengan Aula itu menanangkan diri. benar-benar sudah tak bisa ia bersikap biasa saja dengan Bara saat ini. karena berulang kali Aurel membuatnya dan Bara bertengkar hebat.


Meera pun memilih untuk pergi ke toilet. dan tanpa di sengaja dia bertemu dengan Aurel. Meera berusaha untuk tanang tapi aurel memancingnya terus.


"huh.. apa sebatas ini saja provokasimu nona?" tanya Meera sambil mengipatkan jarinya yanh basah tanpa menatap aurel.


"haha.. aku lah nyonya muda yang sebenarnya. jangan bermimpi terlalu jauh" kata Aurel.


"tinggalkan Bara dengan suka rela. aku tidak akan mengusik orang terdekatmu. oh bukan.. maksudku Adikmu" kata Aurel


Meera langsung menangkat wajahnya dan menatap perempuan sialan itu

__ADS_1


"aku bisa mencelakainya kapam saja jika kau tak kunjung meninggalkan Bara untukku"


Meera tersenyum sinis.lalu berkata.


"jika kau berani menyentuh adiku barang seujung rambut pun. kau bisa lihat nanti dengan siapa kau berhadapan" kata Meera penuh penekanan.


membereskan orang seperti aurel bukan hal suliy baginya. mengingat mafia besar yang berdiri di belakangnya begitu berkuasa.


Aurel seketika emosi mendengar kan suara Meera yang tak ada takutnya sama sekali itu. ia pun mengangkat tamgannya dan hendak menampar Meera tapi dengan cepat di tangkap oleh Meera dan dikibaskannya kasar hingga membuat tangan Aurel terbentur ke tembok.


"sialaannn!!!" teriak Aurel.


"itu hanya contoh kecil. jika kau berusaha menyakitiku atau adiku. sebelum kau berhasil melakukannya kau sendiri yang akan tersakiti" kata Meera lalu berjalan pergi meninggalkan Aurel. sungguh baru kali ini Meera menentang terang-terangan Aurel. jika selama ini dia diam. maka untuk saat ini dan seterusnya ia akan menentangnya.


keluar dari toilet Meera langsung menuju kekamarnya. hatinya gundah melihat keberadaan 3 wanita yamg seperti kuman itu.


Meera berusaha untuk memejamkan matanya. tanpa mengganti pakaiannya. tas dan ponselnya ia lemparkan begitu saja kesembarang tempat


Hingga acara selesai Shinta kembali kekamarnya. ia juga sebenarnya mencari Meera sedari tadi tapi tak menemukannya dan juga telfonnya tidak diangkat oleh Meera. melihat Meera tidur di kasurnya pun membuat hatinya lega. ia pun mengirim pesan kepada Ana bahwa ia sudah menemukan Meera.


ketika hendak keluar tadi Bara juga sempat mencari-cari Meera. tapi pandangannya tak menemukan Meera. Kejadian menjijikan baginya tadi ketika melihat Aurel dengan sombongnya mengaku sebagai calon istrinya didepan semua karyawannya. sesampainya di kamarnya Bara melepas jasnya dan kemejanya hanya di gulung asal melihatkan otot-otot kekarnya. ia lalu menghubungi istrinya itu namun sama sekali tak dijawab. karena Meera sengaja membuat mode senyap pada ponselnya.


Bara lalu menghubungi Adit untuk menanyakan pada Shinta apakah Meera sudah dikamar atau belum. dengan segera Bara mengetahui keberadaan Meera dan hendak menjemputnya.


diketuk oleh Adit pintu Kamar Meera dan Shinta, dan dengan santainya Shinta yang baru selesai mandi membukanya. dan alangkah terkejutnya ia melihat kedua orang itu.


"maaf mengganggu, Apa nyonya ada didalam?" tanya Adit


"ii..iiyaa..." jawab Shinta gelagapan.


Bara langsung masuk dan melihat istrinya sedang tertidur pulas dengan masih menggunakan dres. tanpa babibu Bara langsung mengangkat Tubuh istrinya itu dan di bawanya keluar.


Meera hanya sedikit menggeliat namun akirnya ia nyaman berada di pelukan suaminya. Shinta yang menatap kejadian itu pun menaruh kagum pada presdirnya. tampan, kaya raya, sayang istri pula.


sedangkan Adit yang melihat tatapan aneh Shinta pada presdirnya pun segera berdahem


"ehemm.."


shinta langsung gelagapan.. dan segera menurunkan pandangannya. Bara melangkah keluar di ikuti Adit.


Malam ini juga Bara dan Adit akan kembali ke kota mereka lagi. karena keadaan. tak lupa Bara juga akan membawa Meera pulang bersamanya.


namun saat berada didalam mobil Meera terbangun dan perlahan mengerjapkan matanya.


"eeemmhh" lenguh Meera sambil mengangkat kepalanya yang tersandar pada bahu Bara.


"sudah bangun?" tanya Bara.


"em. dimana ini" tanya Meera.


"kita akan pulang lebih awal" jawab Bara sambil mengelus kepala istrinya itu


"barang-barangku?" kata Meera


"akan ada yang mengurusnya" jawab Bara menyenderkan kepalanya pada punggung kursi mobilnya sambil memejamkan matanya. ia juga lelah saat ini.


"em tidurlah aku akan bergantian menjagamu" kata Meera. menarik kepala Bara agar bersender di pundaknya. lalu Bara melingkarkan tangannya pada perut Meera. dan tak butuh waktu lama Bara benar-benar terlelap. kini didalam mobil hanya Adit, Meera dan sopir yang masih terjaga.

__ADS_1


"dit.. aku ingin bertanya padamu. jawab jujur ya" kata Meera sedikit pelan takut Bara terbangun.


"baik nyonya" jawab Adit..


__ADS_2