Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
pengganggu


__ADS_3

Bara sudah menenteng 4 kantong plastik kresek ditangannya. semua adalah makanan yang dipilih Meera. Bara samasekali belum pernah merasakan semuanya.


setelah itu Mereka mencari tempat duduk bersama dengan pengunjung lainnya. Mereka duduk di sana tanpa alas apapun. padahal jika mau, Bara bisa menyuruh orang memoersiaokan tempat yang layak ditempat itu. namun Meera terlihat sangat menikmati. lalu Meera segera membuka makannya. ia mengeluarkan se potong cumi bakar ukuran besar. dan ia menawarkan pada Bara "Bara mau? aku suapin ya"


"kamu yakin mau makan makanan seperti ini?" Tanya Bara sambil memandang ragu makanan di depan mulutnya.


"ih Bara apa an sih. yakin lah. ini tuh enak.. kalau kamu gak mau ya udah aku aja yang makan. tuh di kresek banyak. kamu ambil aja" Jawab Meera lalu menarik cuminya dari depan bibir Bara dan memasukan ke mulutnya. Bara yang melihat itu semua pun memandang meera dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


2 tusuk habis. Meera mengambil lagi 1 tusuk gurita bakar ia lalu menawarkan kepada Bara. " ini.. mau gak? aku suapin yah" kata Meera


Bara akirnya mau menerima suapan Meera. ia sedikit ragu namun ia juga ingin merasakannya. ia membuka mulutnya lalu mengunyah gurita bakar dengan saus lada hitam, "Makanan ini bahkan lumayan rasanya, padahal harganya sangat murah" Bara mulai suka dengan makanan itu dan kini ia ikut menikmati makanan yang di beli Meera.


Meraka makan dengan bahagia sesekali dengan gelak tawa dibibir mereka entah apa saja yang dibahasnya.


bahkan meera bisa sangat bahagia dengan hal sederhana ini, baru kali ini Bara melihat Meera benar-benar tertawa lepas saat bersama Bara namun ada yang dilupakan. Mereka lupa membeli minum.


"Bara aku kesana sebentar yaa kamu disini aja gapapa. aku mau beli es kelapa muda" kata Meera sambil menunjuk pedagang es kelapa muda yang letaknya agak jauh jaraknya.


"Ayo aku antar" Kata Bara, lalu meera membereskan sisa sampah makannya dan memasukannya di tong sampah.

__ADS_1


Cuiitt cuiiitttt, cantikkk .... terdengar segerombolan pemuda disana menggoda Meera. Meera yang terlihat sangat cantik dan imut pun memang dari tadi setiap pria yang berpapasan dengannya pun memiliki pandangan yang tak bisa diartikan namun baru kali ini ada yang berani bersuara keras sengaja menggodanya. namun Meera cuek namun beda dengan Bara. Bara agak risih.


"cantikkkk.. yang kaos putih, main sama kita aja yokk" kata seorang dari mereka sengaja mengeraskan suaranya.


"sudah jangan di hiraukan. cewek cantik di sini banyak, yang pakak kaos putih juga banyak" kata Meera yang berada di samping Bara. saat ini mereka memang tidak sedang bergandengan. hanya jalan beriringan. Bara lalu mengeluarkan ponselnya ia mengirim pesan pada bodyguard untuk berjaga-jaga di sekitar mereka. namun naasnya saat itu bodyguard mereka berada agak jauh dari tempat mereka.


"Cantik dari pada di cuekin sama pacarnya mending sama kita aja" kata salah satu dari mereka yang masih mengikuti Bara dan Meera dari belakang.


Bara yang mendengar semakin Geram di buatnya. ia lalu menarik tangan Meera dan mengalungkan tangannya kepundak Meera. seakan memberi tahu preman-preman itu bahwa Meera dalah miliknya.


preman itu berjumlah 5 orang, mereka semua tampak seperti sedang mabuk. salah 1 dari orang itu melempar botol minuman mengenai siku Meera. "aaawww..." Meera menjerit kaget karena tiba-tiba sikunya terkena lemparan. Bara yang mengetahuinya segera menghadap Meera dan melihat siku Meera yang memerah. Bara lalu menarik Meera berada di belakang punggungnya. dan badannya menghadap ke preman itu tatapannya menajam menyapu semua preman itu. meskipun mereka di bawah pengaruh alkohol mereka masih bisa merasakan tekanan di bawah pandangan Bara. namun ada salah satu dari mereka yang mabuk berat melangkah mendekati Meera dan berusaha menyentuh tubuh Meera. Meera pun menggeser tubuhnya melihat orang itu mendekat. tanpa peringatan Bara memukul orang itu sampai jatuh hingga darah segar keluar dari hidungnya. "Bara ayo lari, aku takut" kata Meera menarik ujung baju Bara. namun tanpa di sadari 2 orang berikutnya maju berusaha berkelahi dengan bara karena melihat temannya jatuh setelah di pukul Bara


Bara dengan sigap menendang dan memukul habis orang-orang itu. ia sangat marah kali ini. banyak orang yang melihat kejadian itu namun tidak ada yang berani mendekat. sampai petugas keamanan pun datang dan bersamaan dengan bodyguard nya.


setelah penanggung jawab tempat itu datang ia pun membungkukkan dirinya didepan Bara .


"Maaf tuan muda. atas ketidak nyamanan ini kami tidak tau kalau tuan muda akan kesini" Penanggung jawab itu sudah takut. di depan Bara.


"apa yang kalian lakukan segera tundukan kepalamu beri hormat pada tuan muda. Tuan Bara yang punya tanah di sepanjang tempat ini! Perintah penanggung jawab itu kepada pengurus keamanan tempat itu. mereka lalu memberi hormat.

__ADS_1


"jangan biarkan aku melihat kejadian seperti ini lagi, atau ku tutup semua yang ada di sini" Titah Bara yang tak bisa di bantah oleh penanggung jawab, karena jika Bara menutup tempat itu maka akan banyak orang terdampak


"Bereskan sampah itu" kata Bara kepada Bodyguardnya. dan langsung di iyakan oleh bodyguardnya.


semua orang yang ada di sana pun tercengang melihat kejadian itu.


Meera masih takut dengan kejadian tadi, tangannya masih bergetar melihat Bara berkelahi menumbangkan 3 orang di depan matanya. Bara tahu Meera takut tentang kejadian tadi. ia pun menggandeng tangan Meera dan beranjak dari tempat itu dan menuju parkiran motornya. kini Bara pulang dengan pengawalan yang tak bisa di lihat oleh Meera. karena pengawal Bara sudah datang dan bersiaga di sekitar Bara. namun mereka sangat pintar berkamuflase hingga Meera tak bisa mengetahuinya. bahkan jalanan kini yang tadinya sangat ramai hingga ia juga harus ikut macet kini jalanan itu seakan terbuka untuknya. didepan Bara ada 1 mobil dan 2 motor yang membuka jalan untuk Bara. sedangkan di belakangnya ada 2 mobil yang menjaganya. Bara tahu itu semua tapi tidak dengan Meera. mereka pun saling diam ketika dijalanan. Meera masih Shock. sedangkan Bara memilih diam juga.


seampainya dirumah Bara hendak masuk ke kamar namun di cegah oleh Meera. Meera manarik tangan Bara "Bara, tanganmu sakit?" tanya Meera


"enggak" jawab Bara


"Bara maaf" kata Meera menundukan kepalanya


"kenapa?"tanya Bara.


meera tidak menjawab. ia mengangkat pandangannga, matanya terlihat merah, namun air matanya masih tidak jatuh. ia merasa bersalah. ia yang mengajak Bara kesana. hingga Bara berkelahi juga karenanya.. Bara tahu tatapan Meera ia lalu memeluk Meera dan berkata "jangan bersedih, sudah tugasku melindungimu" kata Bara sambil memeluk Meera.


Bara lalu beranjak menaiki tangga dan menuju ke kamarnya sedangkan Meera mengambilkan minum untuk Bara. ia membawa minuman itu kekamar mereka. disana Meera melihat Baea berganti pakaian di kamar mandi. Meera pun mengambil pakaiannya di lemari. setelah Bara keluar dari toilet gantian Meera yang masuk mengganti pakaian dan membersihkan diri.

__ADS_1


mereka kini sudah berada di ranjangnya Meera tidur membelakangi Bara. sedangkan Bara masih ngecek Ponselnya. Meera menunggu Bara selesai dengan urusannya. namun Bara tak kunjung menletakan ponselnya.


"Bara ayo tidur. ngantuk" kata Meera menghadap Bara tanpa menjawab Bara langsung meletakan ponselnya dan mengatur posisi meere dengan tangannya menjadi bantal untuk Meera tidur. lalu ia mendekap Meera. tak butuh waktu lama Bara dan meera pun tertidur


__ADS_2