
Meera sudah ada di kamar nya dan sudah membersihkan diri. karena badannya terasa amat lelah meera langsung membaringkan badannya diatas Ranjang ia menunggu Bara datang tapi tak kunjung datang.
Meera pun memutuskan untuk menelefon Bara. 2 panggilan tidak di jawab. Meera semakin kesal dengan Bara. Meera menelfon sekretaris Adit tapi juga tidak diangkat.
"halah. bodo amat. tinggal tidur saja.." kata Meera.
Meera pun akirnya memejamkan matanya. Bara tak kunjung datang karena ada masalah di salah satu anak perusahaannya di kota lain. ia sedang menerima laporannya. malam itu mengharuskan Bara segera menuju ke kota asal untuk mempersiapkan perjalanan bisnisnya.
namun ketika masuk kekamar hotelnya. ia melihat Meera sedang tidur pulas. tak tega harus membangunkannya. ia pun menggendong Meera dalam keadaan tidur dan membawanya pergi menaiki pesawat pribadinya. Meera hanya sesekali menggeliat pelan, rasa kantuknya mengalahkannya. sepanjang perjalanan Bara terus Memeluk Meera di pangkuannya. merelakan tangannya kesemutan karena menahan Meera.
"Tuan apa perlu bantal?" kata Adit
"tidak. nanti bayi ini bangun" kata Bara sambil tersenyum
nona.. anda benar-benar telah merubah dunia tuan muda.. batin Adit.
"Berapa lama lagi?" tanya Bara.
Meera tiba-tiba menggeliat.. Takut jika Kesayangannya bangun Bara pun memberikan isyarat kepada Adit untuk diam tak menjawab pertanyaannya dulu. setelah Meera tenang Aditpun menjawab.
"15 menit lagi sampai bandara Tuan" kata Adit
sesampainya di bandara. ada banyak krang yang memperhatikan Bara yang sedang menggendong Meera yang masih memakai baju tidurnya.
Adit memberi isyarat agar semua orang diam. Bara melangkah menuju mobilnya. Didalam mobil Meera pun masih belum bangun.
"Lama-lama ku gigit habis pipimu ini sayang" kata Bara gemas melihat pipi merah istrinya.
Ditengah jalan tanpa Dugaan. Mobil Bara di pepet preman dengan menggunakan motor. preman itu ada 6 orang sedangkan Bara hanya ber 4 dengan Meera di dalam mobil.
"ada apa?" tanya Bara sambil memeluk Meera
"sepertinya ada baj*ngan mengganggu tuan" kata Supir
"Huh.. ada ada saja" kata Bara menatap keluar jendela. sedangkan Preman itu sudah turun dari motor dan menggedor-gedor pintu depan mobil.
"Cepat turun atau ku pecahkan mobil mewah mu ini" kata salah satu preman
Saat ini Bara tidak sedang dikawal Bodyguardnya karena ia tak memberitakukan kepulangannya.
"Tuan muda didalam mobil saja. saya dan supir akan keluar mengatasinya" kata Adit.
"Tidak.. Pak. apapun yang terjadi jangan keluar dari mobil. apa lagi istriku. aktifkan mode senyap di mobil ini agar istriku tidak terganggu" kata Bara memandang Supirnya
__ADS_1
"Jangan tuan, ini berbahaya. lihat mereka membawa senjata tajam" kata Adit.
"Cih. kau pikir aku tidak berani keluarkan pistolku," kata Bara.
Adit lalu mengeluarkan 2 pistol dari bangku depan. dan menyerahkan kepada Bara.
pelan-pelan Bara memposisikan tubuh istrinya agar nyaman. Di baringkannya tubuh Meera berbantalkan jaket yang ia pakai. dan Adit melepaskan jaketnya juga.
"kemarikan jaketmu" kata Bara. Adit dengan suka rela menyerahkan jaketnya kepada Bara. lalu Bara menyelimuti Meera dengan jaketnya.
"pak. kalau dalam waktu 10 menit kami tidak bisa mengatasi ini, kau pergilah dulu. amankan istriku" kata Bara.
kalau sampai terjadi sesuatu padamu. matilah aku tuan muda.... pasti Tuan Besar akan menggantungku.... batin Adit.
Meletakan pistolnya di balik bajunya. Bara kemudian melangkah keluar bersama Adit.
"Serahkan mobil kalian. kalian akan selamat" kata salah satu preman
Adit dan Bara hanya menyunggingkan senyum sinisnya.
"bos bos.. didalam ada wanita cantik"
"begini saja. berikan wanita itu padaku, kau bisa bebas, bagaimana?" kata preman itu.
"Kauuu!!!" teriak Bara. Adit yang tahu kemarahan Bara segera menarik tangan Bara
"jangan emosi tuan. harus tenang"
Adit pun maju didepan Bara.
"kalian ini sampah, cuma mau mobil begini sampai merampok. apa kalian sangat miskin?" kata Adit.
tanpa menjawab ke 6 Preman itu langsung maju menyerang Bara dan Adit. perkelahian tak ter elakan. Bara hanya akan membunyikan pistolnya jika sangat terdesak. jika cuma 6 orang ia merasa masih bisa mengatasinya tanpa senjata.
4 orang sudah jatuh ditangan Adit dan Bara. kondisinya memperihatinkan rata-rata tangannya patah
masih ada 2 orang lagi. Preman-preman itu mengeluarkan pisaunya. dan mereka bertanding 1 lawan 1. Supir yang melihat keadaan diluar menelan ludahnya kasar.
"ya ampun.. sehebat itu kedua tuan ku ini" batin Supir. waktu sudah lebih 10 menit ia tak ingin pergi dari sana tak tega meninggalkan pewaris utama WSC terlibat perkelahian. tapi mau bagaimana pun dia membawa nyonya muda Bara Suryatama.
Melihat mobil incarannya akan pergi salah satu preman yang terkapar namun masih punya tenaga segera melemparkan 2 pisau yang sangat tajam kearah ban mobil Bara. dan segera ban mobil itu meletus. "Dukkk" bunyinya. mobil itu pun menjadi tak seimbang. Meera yang berada didalam mobil untungnya tak terbangun. ia hanya menggeliat. sedangkan supir sudah ketakutan setengah mati.
"astaga bagaimana jika nona bangun" kata Supir.
__ADS_1
Bara yang melihatnya pun geram. ia mengeluarkan pistolnya dan menembak mati 1 orang yang sedang dilawannya dan 1 orang yang tadi melempar pisau kearah mobilnya.
"dooorr... dooorrr"
Supir melihat tuan mudanya membunuh orang pun mengeluarkan keringat dinginnya. tak berapa lama bodyguard Bara datang 10 orang. mereka berlari menghampiri Bara.
sedangkan Bara masih melihat Adit berkelahi pun tak membuang waktu banyak. melihat ada kesempatan bara lun membunyikan pistolnya lagi.
Adit yang melihat Bara membunuh 3 orang sekaligus pun tak karuan perasaanya. "Astaga jiwa predator tuan muda kembali lagi" batin Adit.
Bara menghampiri Adit yang masih mematung sedangkan di bawah kaki Adit telah tergeletak seorang yang telah mati ditembak Bara.
"kau tak apa?" tanya Bara
"tidak apa-apa tuan" kata Adit gugup.
Para Bodyguard Bara pun langsung berdiri didekat Bara.
Ketika Bara hendak melangkah. ia melihat masih ada 1 orang yang masih hidup. dia yang mengatakan untuk menyerahkan istrinya. Bara semakin emosi. karena pluru di pistolnya habis. Bara pun meminta Pistol Adit yang tidak di gunakan sedari tadi
"berikan pistolmu, masih ada 1 lagi yang belum menerima hukuman" kata Bara Dingin dan tatapannya sungguh membunuh
"tidak. jangan lagi tuan. kalau memang harus membunuh lagi biarkan aku saja" kata Adit.
"Hah... kalau begitu aku tidak akan membunuhnya. cepat berikan" kata Bara mengulurkan Tangannya.
Adit ragu-ragu memberikan pistolnya. tapi ia tak punya keberanian menolak. ia akirnya menyerahkan pistolnya.
"Good boy" kata Bara memandang Adit.
Bara pun menghampiri orang itu. menjambak rambutnya. "kau bilang apa tadi?" tanya Bara
"ampun tuan jangan bunuh saya" kata preman itu.
"baiklah trima hukumanmu" kata Bara dan langusng terdengar 2 tembakan lagi.
Bara menembak kedua kaki preman itu.. bisa dipastikan lreman itu akan cacat seumur hidup.
setelah itu Bara berjalan menuju adit dan menyerahkan pistolnya pada Adit.
"Ya tuhan... mengapa kau semengerikan ini tuan muda" kata Adit.
Bara membuka pintu mobilnya. ia mengangkat Meera dan menggendongnya keluar menuju mobil bodyguard dibelakangnya. semua di suruh diam oleh Adit agar meeea tak terbangun. Bodyguard yang lain membereskan sisa masalah tadi. dan Adit juga Bara pulang ke mansion Bara.
__ADS_1