Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Samudra Xu


__ADS_3

Lexa mengajak Meera untuk berkeliling rumahnya.


"kemana kak Sam sa?" tanya Meera.


"ia diluar negeri menyelesaikan misi" kata Lexa


Sam adalah kakak Lexa. nama panjangnya Samudra Xu. ia juga sangat menyayani Meera sperti adiknya sendiri. Samudra Xu adalah penguasa mafia The Black Eagle yang sangat ditakuti didalam maupun diluar negeri.


"hmm.. aku miris melihat hidupmu. jika seperti ini mana ada yang mau menikahimu, mereka semua pasti takut" kata Meera.


"biarkan. toh percuma nikah jika sepertimu. mengenaskan hahaha" ledek Lexa. yang membuat bulu kudu pengawalnya merinding. Mereka jarang mendengar suara tawa Rapunzel.


"kau tahu. kak sam kemarin sempat mencari Ranggaku, ia ingin membawa Rangga kedalam bisnis ini, setelah melihat kemampuan Ranggaku dipartai final" kata lexa.


"coba saja jika berani, adiku ku jauhkan dari dunia selerti ini" kata Lexa.


sedangkan di mansion Bara. Bara sudah uring-uringan karena orang suruhannya sama sekali tidak menemukan jejak Meera. Bahkan Adit saja heran karena tak menemukan petunjuk sama sekali.


"Kalian ini bisa kerja tidak!!! kalau sampai istriku tidak kembali malam ini. habis kalian semua!" bentak Bara kepada orang suruhannya


sedangkan Adit masih sibuk menelfon kesana kesini mencari tahu keberadaan Meera.


sudah berjalan 3 hari sejak menghilangnya Meera. Bara menjadi sangat kejam terhadap karyawannya. entah sudah berapa orang yang dipecatnya karena melakukan kesalahan sekecil apapun. bahkan ketika sedang Meeting Bara tak segan menggedor-gedor meja hanya karena tak puas dengan penjelasan mereka.


3 hari dilalui dengan penuh adrenalin. Adit ikut pusing melihat kelakuan Tuan mudanya ini.


dalam 3 hari sudah 3 perusahaan yang di bumi hanguskan oleh Bara. di putus kerja samanya sama saja menghentikan perusahaan itu.


sedangkan Tuan Dion mengetahui kabar putranya yang menggila itu pun tak tinggal diam. ia pergi kekantor dan melihat putranya sedang bersender di kursi kerjanya sambil memejamkan matanya. sat ini ia sedang menikmati alkohol di tangannya tanpa gelas. ia langsung meminumnya di botolnha. mendengar suara pintu ruangannya terbuka Tanpa membuka matanya Bara langsung berteriak.


"cari mati kau ya berani sekali masuk ruanganku!" kata Bara.


"ehem..." dahem Tuan Dion. Bara segera membuka matanya. mata yang menggantung hitam karena kurang tidur.


"ada apa papa kesini?" tanya Bara masih tak beranjak dari kursinya

__ADS_1


"bodoh..!!! lihat keadaanmu! kau begitu menjikan!" kata tuan dion . melihat Anaknya yang berantakan.


"biarkan. aku sudah gila. istriku belum kembali sampai sekarang" kata Bara.


"letakan minuman mu" perintah Tuan Dion


"tidak mau. ini belum habis" kata Bara


Tuan Dion berjalan menghampiri putranya dan merebut botol alkoholnya.


"kembalikan!!!!!!!" Bentak Bara.


Plakkkkkkk!!!! Tuan Dion menampar pipi putranya .


"kau kira Meera suka melihatmu seperti ini. kalau aku jadi Meera akan sekalian ku tinggal pria lemah sepertimu!" kata Tuan Dion.


"apa maksud papa!" kata Bara yang setengah mabuk berbicara pada papanya.


"mandi lah. biar terlihat segar! kita cari Meera sama-sama. aku sudah tau dia dimana!" kata Tuan Dion.


"jangan bercanda. orangku sudah mencarinya tapi tidak menemukan petunjuk sama sekali!" kata Bara.


sebelum datang kemari. Tuan Dion sengaja mencari Meera kerumah Meera dan hanya bertemu Rangga. Dari Rangga lah. Tuan Dion mendapatkan Info bahwa nanti jam 4 Meera kan datang. Tuan Dion menceritakan keadaannya kepada Rangga. dan Rangga bersedia membantunya karena tak ingin kakaknya terus salah faham. sedangkan Rangga langsung menghubungi Lexa. dan lexa dengan berat hati menuruti permintaan Pangeran kecilnya itu untuk ikut dalam rencana Meraka.


Tuan Dion tak habis pikir putranya yang begitu disegani orang lain bisa segila itu ketika di tinggal istrinya. setiap hari menenggak minuman keras. merokok tanpa henti. benar-benar bukan Bara yang dikenalnya.


Sudah 1 jam Bara berada didalam sana. setelah itu ia keluar menemui papanya. kini Bara tampak lebih segar.


"jangan malu maluin keluarga Surya kamu! kamu satu-satunya pewaris WS Corps! tapi kelakuanmu seperti ini. mabuk siang bolong dikantor! apa sudah gila kau hah?" kata Tuan Dion


"maaf, aku frustasi mencari Meera. begitu marahnya dia sampai tidak pulang" kata Bara.


"aku akan membawamu menemuinya. tapi jika kau membuatnya marah lagi. sedikitpun papa tidak akan pernah membantumu lagi!" ancam Tuan dion


"baik baikk!!" Jawab Bara.

__ADS_1


Meera sudah berada di rumahnya untuk menemui Adiknya ditemani Samudra. padahal Samudra baru saja datang dari luar negri. tapi ia bersedia mengantarkan Meera karena ingin sekali bertemu Rangga.


Rangga Meera dan Samudra berbincang-bincang du ruang tamu. Perawakan Samudra yang tinggi dan badannya kekar serta pembawaannya yang garang khas seorang pimpinan mafia pun menjadi daya tariknya. Rangga sangat senang bertemu dengan Samudra. karena sedari kecik ia dijaga oleh Samudra. kemanapun Sam pergi Rangga pasti di gendongnya dan diajak bermain. Lexa tidak ikut kerumah Meera karena ada urusan mendesak.


sedangkan Bara dan Tuan Dion mengendarai mobil dengan cepat. karena tak sabar ingin bertemu Meera.


"kau ingin mati sebelum bertemu Meera hah?" kata Tuan Dion


"aku sudah tidak sabar" kata Bara. Tuan Dion hnaya menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra kesayangannya itu. sedangkan Adut berada di belakangnya mengendarai mobil sendiri.


sesampainya Bara dirumah meera Bara melihat mobil Lamborghini aventador warna hitam terparkir di depan rumah Meera. setelah itu Bara langsung masuk dan melihat Istrinya sedang berpelukan dengan Sam. Saat itu Sam akan pulang duluan karena ada urusan. ia akan menjemput meera dan Rangga nanti malam. Sam dan Meera berpelukan sebelum Sam pergi. Namun Bara keburu melihatnya. Seketika Bara tersulut emosi.. Tanpa berkata-kata Bara menarik bahu Sam dan langsung memukul wajah Sam hingga berdarah. Sam pun terhuyung karena kaget dengan serangan tiba-tiba itu.


"Kurang ajar!!! beraninya kau menyentuh istriku!!" bentak Bara. Sam yang mendengarnya pun tersenyum sisis sambil mengusap darah dimulutnya menggunakan ibu jarinya.


Meera segera menahan tangan Bara karena hendak memukul Sam lagi. "Bara sudah... !! kau ini apa-apaan" bentak Meera.


Bara langsung berbalik menatap istrinya dengan tatapan marah. "apa-apan apa maksudmu! aku hampir gila mencarimu dan kau disini berpelukan dengan pria lain!!! dimana pikiranmu!!" bentak Bara pada Meera.


"heii bung... jangan bentak-bentak Meeraku" kata Sam santai.


mendengar istrinya disebut "Meeraku" api dalam otak Bara semakin membesar. Bara segera mengeluarkan pistol dari balik jasnya dan mengarahkan pada Sam.


"Diam Brengsek!! apa hak mu menyebut istriku dengan sebutan itu"


Sam yanh melihat Bara cemburu buta pun sama sekali tak marah ia malah senang itu tandanya pria ini benar-benar mencintai Meera. Di todong pistol oleh Bara. Sam sama sekali tidak takut. ia malah tersenyum tipis.


sedangkan Meera sudah histeris. Meera berlari didepan Sam. "mau apa? mau menembaknya? tembak saja aku!" kata Meera merentangkan tangannya didepan Sam. sedangkan Sam hanya melihatnya.


Adit dan Tuan Dion hanya menggelengkan kepalanya melihat Bara yang sudah memucuk emosinya.


Rangga berjalan langsung memeluk Bara yang emosi Ia memeluk Bara dari depan.


"kak tenanglah.." kata Rangga. Bara hanya diam dipeluk Rangga. tapi tangannya masih menggantung di udara siap menembak sasarannya.


"tenanglah bung. aku akan pergi!" kata Sam

__ADS_1


"kak maafkan suamiku, suamiku tidak tahu.." kata Meera


"tidak apa. kakak permisi" kata Sam. malah memeluk Meera sekali lagi. semakin membuat Bara emosi lagi tapi ia tak bisa melepaskan pelurunya karena kini didepannya adalah tubuh istrinya yang membelakanginya. Sam tersenyum licik melihat Bara yang ingin membunuhnya tapi tak bisa karena dihalangi oleh istrinya sendiri.


__ADS_2