Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
strategi meera yang gagal


__ADS_3

pagi hari pukul 05.30 Bara terbangun lebih dahulu dari pada Meera karena ia tiba-tiba ingin ke toilet. setelah dari toilet. ia berbaring lagi di samping istrinya. dilihatnya mata dengan bulu mata lentik dan cantik, lalu hidung yang mungil, bibir yang merah seperti cheri, dan beberapa helei rambut yang menutupi wajahnya. Meera masih nyenak dialam mimpinya.


"Maaf akir-akir ini selalu membuatmu sedih, aku tidak bisa mengontrol diriku jika menyangkut tentangmu, cemburuku menguasaiku ketika mekihatmu bersama pria lain" Kata hati Bara sambil mengelus pipi Meera yang tidur menghadapnya. Bara menyesali dirinya sendiri yang sedari menikah belum bisa menyenangkan Meera. selalu tangis dan kesedihan yang di berikan. Bara terus mengusap pipi Meera. tangan kiri nya di buat bantalan kepalanya. sedangkan tangan kanannya ada di pipi istrinya. Sedangkan Meera sudah mulai terbangun dari tidurnya.


Meera mulai mengerjapkan matanya. tubuhnya menggeliat di depan Bara. perlahan Meera membuka matanya. dan dilihatnya wajah suaminya ada di depannya.


"sudah bangun" tanya Bara sambil melingkarkan tangannya di perut Meera. hanya direspon dengan anggukan kepala oleh Meera sambil mengucek matanya.


Meera meraih ponselnya di atas meja. matanya terbelalak melihat ponsel sudah menunjukan pukul 06.00. seketika Meera langsung bangun dan duduk di sana, "aduh matii aku, sudah siang, aku belum masak" batin Meera.


Meera hendak turun dari ranjangnya namun Bara menahannya "Mau kemana?" tanya Bara sambil memegang tangan meera.


"aku harus masak untuk sarapan, ini sudah siang" kata Meera


"tidak usah. kau lupa kita tidak di mansion sekarang, tidak ada bahan makanan" kata Bara


"aaaaa... aku lupa, ini kan di aprtemen" batin Meera sambil memejamkan matanya dan tertunduk kepalanya.


"Mandilah, sudah kusuruh orang mengantarkan pakaian kerja mu" Kata Bara


"emm. terimakasih" kata Meera.


"itu saja?" tanya Bara sambil memandang wajah cantik istrinya ketika bangun tidur


huhh aku tahu maksudmu.. Batin Meera.


Meera lalu mendekatkan wajahnya kepada Bara. dan CUP... Meera mencium bibir Bara lalu pergi meninggalkan ranjang dan pergi ke toilet untuk Mandi ia segera pergi karena takut jika Bara ter pancing dan menerkamnya.


Bara tersenyum melihat tingkah istrinya. Setelah itu Bara menelfon Adit untuk membawakan set pakian Meera dan mengantarkan makanan ke aprtemennya. lalu ia pergi ke kamar sebelah untuk mandi.


Meera sudah selesai mandi. ia menggunakan handuk yang melilit dadanya. lalu ia mengeringkan rambutnya dan memoles wajahnya dengan make up yang ada di tasnya. Tak beberapa lama Bara masuk membawakan paper bag. "Ini bajumu sayang" kata Bara.


aaaaa meleleh aku tiap kali Bara memanggilku sayang .... batin Meera. Meera menerima paper bag itu lalu pergi ke toilet untuk berpakaian. sedangkan Bara sedang merapikan pakaiannya didepan cermin.


setelah bajunya terpakai Meera keluar dari toilet lalu menuju ke depan cerimin dan berdiri di samping Bara. Meera melihat 2 kismark yang ada di lehernya tampak begitu jelas. ia tak bisa menutupi nya dengan kancing kemejanya karena baju yang di pakai meera saat ini bukan kemeja yang memiliki kerah leher tinggi. "emm gimana ya nutupi nya, aahhh.. aku tauu.. kasih bedak aja" batin Meera.

__ADS_1


Meera mengeluarkan bedaknya dan di aplikasikan ke lehernya. Bara yang melihat tingkah Meera pun memicingkan matanya "hmmm.. ia berusaha menutupinya ternyata" batin Bara.


"mau diapakan lehermu" Kata Bara menghadap ke Meera sambil menunjuk leher Meera.


"di tutup bedak, biar tidak terlalu mencolok lah. mau apa lagi" kata Meera sambil terus menatap cermin


"hapus Meera" kata Bara


"tidak. nanti dilihat orang. malu " Meera berhadapan dengan Bara


"itu tanda kau sudah ada yang punya. jika orang lihat itu kan bagus mereka tidak akan menggodamu" Kata Bara memegang bahu Meera.


"ih apaan. yang ada aku terlihat cewek gak bener Bara kalau ada bekas seperti ini, orang-orang kan tidak tahu aku sudah menikah" meera tetap dengan kemauannya.


"baik akan ku umumkan jika kau istriku, dengan begitu tidak akan ada yang menilaimu cewek nakal, bagaimana?" Kata Bara dingin tapi penuh penekanan


"ya jangan" kata Meera." ihh gimana malunya aku kalau sampai orang-orang lihat tanda seperti ini.." Batin Meera.


"Hapus, atau mau ku tambah lagi di sini" Kata Bara sambil menyibak rambut di leher Meera.


benar benar seenaknya orang ini.. lihat saja. jika aku harus malu. kamu juga harus ikut malu Bara... Batin Meera.


setelah Meera menghapus Bedak yang menutupi tanda merah itu ia lalu menyisir rambutnya kedepan. agar tanda itu terlihat samar oleh rambutnya. Bara yang melihatnya pun tersenyum bahagia.


"gitu kan cantik" kata Bara.


"sini peluk" kata Meera. sambil merentangkan tangannya. Bara yang melihatnya langsung menyambar pelukan Meera dengan senang hati.


Benar saja. rencana licik meera akan ia realisasikan saat itu juga. ketika Bara sudah memeluknya. meera memiringkan kepalanya menghadap ke leher Bara dan terjadilah yang terjadi. Meera menyesap kulit itu sampai timbul bekas merah disana. tentu tidak akan bisa di tutupi oleh kemeja Bara. "Rasakan!! haha bagaimana nanti kau akan menutupinya, aku pemasaran" Batin Meera.


sedangkan Bara yang mendapatkam serangan mendadak pun kaget pasalnya hampir 2 bulan mereka menikah Meera tidak pernah melakukannya. alih-alih melepaskan, Bara malah membiarkan Meera melakukannya dan menikmatinya "hahaha kau mau balas dendam rupanya" Batin Bara sambil tersenyum di bibirnya.


setelah beberapa saat Meera melepaskan Bara dan cepat-cepat lari karena takut Bara akan membalasnya, ia segera pergi dari kamar dan membawa tas nya srampangan..


Setelah Meera pergi Bara tak langsung menyusulnya. ia membiarkan istrinya pergi dengan tawa di bibirnya dan menggelengkan kepalanya memandang punggung istrinya. ia menghadap ke kaca dan ia melihat tanda merah disana. "ternyata kau bisa juga melakukannya" kata Bara sambil menyentuh lehernya dengan senyum manis di bibirnya.

__ADS_1


Meera menuju ke ruang tamu. disana sudah ada Adit. dan dimeja sudah ada makanan.


"Pagi nona" kata Adit


"eeh iya pagi juga" kata Meera. Meera sibuk mengatur letak rambutnya sambil duduk di sofa.


tak lama kemudian Bara keluar dari kamar menuju ke ruang tamu juga, Bara menampakan wajah yang lebih tenang.


"laahh.. dia kok malah tenang-tenang saja. bahkan bekas seperti itu tidak ditutupi, apa tidak malu jika dilihat orang" Batin Meera sambil memandang Bara di sampingnya.


Mereka bertiga sarapan di sana. namun Adit melihat ada beberapa keanehan pada tubuh Bara. dan gelagat Meera.


"Tuan.. apa di sini banyak nyamuk? apa leher tuan di gigit nyamuk?" Tanya Adit sembrono sambil memandang Bara


uhukk uhuk Meera tersedak air saat minum. ketika mendengar kata-kata Adit. Sedangkan Bara melihat Meera dengan menahan tawanya. "kau gugupkan" batin Bara.


"tidak ada nyamuk, ya kan sayang" Jawab Bara sambil memandang Meera. dan dengan sengaja menyingkap rambut Meera di samping telinganya.


Adit membelalakan matanya melihat Meera juga memiliki tanda yang sama. "wah wah wah. sepertinya aku salah bertanya. hikss. nasip nasipp" Batin Adit


Meera tak menjawab Bara. ia malu sendiri melihat ekspresi Adit didepannya. dia hanya menundukan kepalanya dan mengembalikan rambutnya yang tadi di singkap Bara.


"aduhh malunyaaaaa...... doraemon. tolong pinjami aku pintu ajaibmmu. aku ingin keluar dari bumii" batin Meera.


Setelah itu mereka pergi ke kantor bersama. namun kali ini tidak dengan sopir. Adit mengendarai mobilnya sendiri. sedangkan Meera dan Bara naik 1 mobil. didalam perjalanan Meera sudah tidak tahan untuk tidak mengatakan sesuatu


"Bara. apa itu tidak mau di tutupi" kata Meera sambil menunjuk leher Meera.


"Tidak" jawab Bara sambil fokus melajukan mobilnya.


"ih apa tidak malu" kata Meera


"ya kalau ada yang tanya aku bilang saja. ini perbuatan Ameera Kirana dari departemen sekretaris, bereskan" Kata Bara sengaja menggoda Meera.


"hah?? yang benar saja" kata Meera melongo mendengar jawaban dari Bara. Bara tidak menanggapi lagi tapi dalam hatinya ia tertawa girang melihat ekspresi Meera.

__ADS_1


fiksss... aku salah besar.. hikss... Batin Meera.


__ADS_2