
seisi gedung terdiam dan memperhatikan 3 layar besar disana untuk ikut melihat putaran ulang video. dan setelah 2x diputar memang tidak ada kesalahan yang di lakukan Rangga. hingga akirnya Rangga pun diputuskan masuk ke grand final kelas Kata perorangan tingkat SMA besok. Rangga beserta official dan Meera pun legah di buatnya. kini tinggal pertandingan kumite yang menunggunya. yang akan di langsungkan jam 3 sore nanti.
saat ini Rangga sedang beristirahat di ruang istirahat untuk memulihkan badannya. sedangkan Meera bersama Tuan Dion masih di bangku penonton.
waktu sudah menunjukan pukul 13.00 sekarang waktunya makan siang. Tuan dion dan Meera beranjak dan hendak pergi makan siang. namun Rangga sengaja mengejarnya. ia ingin bertemu Meera.
"kakak.....!!" teriak Rangga Berlari memeluk Meera.
"eh tidak malu ya peluk-peluk orang gini" kata Meera melepaskan pelukan adiknya.
rangga tersenyum lalu menjabat tangan tuan dion dan mencium punggung tangannya.
"kak. kak Bara mana?" tanya Rangga
"Kakakmu nanti akan datang, jadi kau lebih baik berusaha sebaik mungkin. atau kalau tidak kau akan di hajar sendiri oleh kak Bara" kata Tuan Dion mengusap Kepala Rangga.
"hihi iya aku takut sama kak Bara, serem.. hiiii" kata Rangga sambil menggoyangkan bahunya.
dan kata-kata Rangga itu membuat Meera dan Tuan Dion tertawa bersama.
"kak aku pergi dulu, nanti keburu di marahin sama official" Kata Rangga. sambil salim kepada Meera dan Tuan Dion.
pukul 14.00 pertandingan dimulai.
Reyhan bergidik melihat Bagan yang di pegangnya. dari 8 atlet sekelas Rangga. ada 4 atlet dari kota B.
"Wah wah gila.. tadi perwakilan di Kata sudah di kalahkan Rangga, kali ini mereka tidak akan membiarkan Rangga menang dengan mudah" batin Reyhan.
"awas saja jika mereka memprofokasi Rangga" batin Reyhan lalu memberitahukan Timnya agar memperhatikan lebih jeli lagi pertandingan nanti.
__ADS_1
sedangkan Rangga sibuk memakai body protect nya dibantu official lainnya.
Dibangku penonton Meera dan tuan Dion sudah kembali dan tak beberapa Lama Bara juga datang bersama Adit langsung duduk di samping Meera.
"Rangga mencarimu" kata Meera membisiki Bara
"cih mencariku, kalau sampai kalah ku gantung adikmu" kata Bara sambil melemparkan senyum ke Meera. Meera pinggang Bara karena mendengarnya.
pertandingan dimulai. Rangga main pertama pertandingan dilakukan selama 4 menit bersih.
Di detik detik awal Rangga masih memahami dan mencari celah lawannya. setelah lawannya mulai maju Rangga baru membalasnya. 2 poin sudah di kantongi Rangga dari pukulannya. sampai rangga memiliki kesempatan untuk menendang ia pun melakukannya dan wasit memberi point 3 namun pelatih kota B mengangkat kartunya lagi memprotes karena menilai tendangan Rangga tidak tepat sasaran. Rangga masih tenang. video di putar. dan itu sah masuk. rangga berhasil mendapatkan 3 point jadi 5-0. pertpandingan dimulai lagi. Ketika terdesak lawannya mulai profokasi lagi dengan pura-pura jatuh karena di jegalan Rangga padahal kaki Rangga masih belum mengenai kaki lawannya. Lawan Rangga mengangkat tangannya dan wasit menghentikan pertandingan sementara. Rangga memicingkan matanya. benar saja wasit memberikan pelanggaran pada Rangga. C1 tampak dilayar. Namun Official Rangga tidak memberikan respon dan memilih menerima mengingat rangga sudah unggul.
Lawan Rangga kali ini benar-benar tidak berkutik karena dipepet terus oleh Rangga. Bahkan melakukan tendangan pun tidak pernah tepat sasaran. Berulang kali Lawannya memberikan intruksi pada wasit untuk menghentikan pertandingan ketika ia kepepet dengan berbagai alasan, membetulkan hand protect, membetulkan footprotect. lama-lama Rangga geram dengan ulah lawannya yang terus mencari alasan ketika Rangga melakukan serangan. didetik-detik terakir Lawannya memancing Rangga agar melakukan kesalahan legi agar mendapat pelanggaran C2 sehingga Rangga bisa di diskualifikasi dan ia bisa lolos. Dan benar saja. ketika Rangga hendak membanting lawannya lawannya mengangkat tangannya dan berpura-pura jika bahunya di dorong Rangga hingga ia jatuh dan lengannya sakit. Rangga yang melihat Wasit menghentikan waktu lagi sudah sangat Geram. Rangga mundur dan melepas gumsil nya dengan wajah yang sudah kesal sekali. Reyhan tentu sudah mengetahui apa yang di rasakan Rangga.
"Rangga tenang, Rangga kontrol" teriak Reyhan di pinggir matras
Meera juga sudah geram dengan yang dilihatnya.
"heiii dia itu pura-pura!!!" Meera berteriak Kesal sambil menunjuk kearah matras
berbeda dengan Bara, Adit dan tuan Dion. ia tampak tenang "Cih.. kalau kau tidak tenang. kau tidak akan menang dasar bocah!!!" batin Bara. melihat Rangga
pertandingan dilanjutkan Dan wasit memutuskan Rangga pemenangnya. Rangga keluar lapangan dan hendak menyalami lawannya namun tidak diindahkan oleh lawannya.
rangga duduk di pinggir lapangan tanpa mengganti perlengkapannya karena ia akan berada di sudut yang sama seperti tadi
"Kau harus bisa mengontrol emosimu!, kalau kau tidak tenang kau tidak akan menang!!" kata Reyhan di depan Rangga.
"mereka memprovokasi ku terus" kata Rangga
__ADS_1
"itu cara mereka, memancingmu agar melakukan pelanggaran, kau harus lebih tenang setelah ini!" kata Reyhan.
pertandingan dimulai lagi.
Kali ini Rangga melawan perwakilan dari kota B lagi. kali ini Rangga memilih menggunakan kakinya untuk mendapatkan point. mengingat lawannya lebih tinggi darinya. jika menggunakan pukulan jelas ia akan lebih sulit. begitu juga lawannya menggunakan kelebihan tinggi badannya untuk menyerang Rangga menggunakan tangannya.
kali ini dilewati Rangga agak sulit karena jangkauan yang lebih tidak seimbang mengingat tinggi badannya. namun dengan susah payah ia mendapatkan poin pertamanya langsung 3 dari tendangan ushiro yang tepat mengenai telinga lawannya. semua orang bersorak ramai melihat tendangan Rangga yang begitu baik. namun bukannya tanpa perlawanan. lawan rangga juga berhasil mendapatkan 2 point dari pukulan..
"Rangga ushiro tambah lagi" teriak Reyhan
dimenit ke 2.30 Rangga kembali melakukan tendangan. dan harusnya ia mendapatkan 3 point namun lawannya berpura-pura terjatuh. agar wasit mengira tendangan Rangga terlalu overpower hingga sengaja melukai lawan. Wasit memberikan pelanggaran keras pada Rangga C2 . Rangga yang tidak merasa melakukannya pun menatap tajam kearah Reyhan. dan Reyhan mengangkat kartunya. untuk di putarkan lagi videonya. setelah diputar tampak memang sedikit menyentuh dan harusnya tidak ada masalah dan itu poinkarena dalam tahap wajar, tapi entah mengapa ketua wasit memutuskan bahwa itu pelanggaran. dan Rangga tetap mendapat C2. sekali lagi rangga melakukan pelanggaran maka akan C3, dengan otomatis Rangga akan didiskualifikasi.
"ini tidak benar, jelas ada konspirasi!" batin Reyhan
hal itu membuat Rangga berhati-hati dalam tindakannya. hak tersebut dimanfaatkan oleh lawannya. dan benar Rangga kecolongan 2 poin. kini poinnya 3-4 Rangga tertinggal.
Rangga berusaha tenang setelah di provokasi berulang kali. kini Rangga mendaratkan tendangannya tepat di sabuk lawannya. tidak ada celah untuk wasit tidak memberikan nilai. 2 poin untuk Rangga. point kini berbalik 5-4..
sampai didetik-detik terakir lawan Rangga pura-pura jatuh lagi karena Tendangan Rangga. Wasit memberhentikan lagi.
Rangga sudah tidak bisa menahan. ia melepas gamsilnya dan berteriak "aaaaaaaaaaaaa" dan berbalik mengusap wajahnya. Meera melihat adiknya pun ikut geram. ia mencengkeram lengan Bara kuat kuat. Bara hanya tersenyum melihatnya.
Reyhan sudah harap harap cemas melihat keadaan. namun setelah perundingan 5 wasit disana. memutuskan tidak ada pelanggaran dan Rangga menang disana hingga berhasil melenggang ke grad final.
tampak legah di wajah Rangga. kali ini ia tidak mau menghampiri lawannya. karena ia geram dengan provokasi yang di lakukan lawannya.
sedangkan Reyhan nampak berbeda ekspresinya.
"matihh... besok lawannya dari kota B lagi. jelas akan berbuat curang lagi" Batin Reyhan
__ADS_1