
setelah beberapa minggu berlalu sejak kejadian Reza yang terlibat masalah dengan preman itu hubungan antara Bara dan Teza berangsur membaik Reza selalu berusaha agar Bara tak lagi marah pada Meera dengan cara membujuknya dan menjelaskan pdanya tentang kejadian sebenarnya. hingga malam ini pun Reza juga diundang untuk menghadiri pesta Keluarga Bara.
Hati Reza seakan masih kebas mengingat Meera jantung hatinya. nafasnya yang sedari dulu dielu elukannya kini telah menjadi istri dari saudaranya sendiri. Sesekali Reza menyesali dirinya yang kenapa tak lebih dulu meminang Meera. ia menyesal karena langkahnya terdahului Bara.
Reza membuang segala fikirannya dan segala resah dihatinya dengan cara bekerja terus menerus agar sedikit lupa dengan hatinya yang telah terpenuhi penyesalan itu. kemarin sewaktu Reza sakit Lexa lah yang dengan telaten mengobatinya dan merawatnya di mansion Samudra Xu. Bukan tanpa sebab. Lexa menahan Reza karena sejak pertama kali Lexa melihat Reza. Lexa langsung jatuh hati. Lexa menggunakan nama Meera untuk menahan Reza disana. Lexa mengtakan bahwa Meera memintanya untuk menjaga Reza dan biarkan Reza di sana agar lebih aman. Reza pun dengan mudahnya menuruti Lexa.
Lexa tak berani mengungkapkan perasaannya. Lexa sadar dari tatapan Reza. Reza mempunyai rasa kepada Meera.
malam hari Meera sudah bersiap dan berdandan sangat anggun dengan gaun yang diberikan Bara. Meera tampak sangat cantik. apa lagi dengan perhiasan-perhiasan berlian yang dipakainya. semakin menampakan bahwa dia sangat pantas menyandang gelar Ny. Muda Surya.
dalam mobil Meera terus memegangi perutnya yang kini sudah ada janin berusia 1 bulan. Meskipun masih sangat muda usia kandungannya. Meera begitu menjaga dan berhati-hati dimasa kehamilan pertamanya ini. wajah Meera begitu merona dan bersinar kren auranya yang terpancar sempurna.
sesampainya di mansion mewah keluarga Surya Meera langsung diarahkan menuju jalan yang sudah disiapkan. karena jalan utama sudah penuh sesak dengan deretan tamu tamu penting dan para wartawan.
"aahh.. lihatlah.. ramai sekali.. jangan Rewel ya sayang.. nanti Daddy marah.." batin Meera sambil mengusap pelan perutnya.
"silahkan nyonya" kata pengawal itu membawa Meera langsung menuju kekamar Bara. karena itu adalah perintah Bara. dan Meera hanya mengikutinya saja.
didalam mansion suasana sangat mewah dan meriah rekan bisnis dan keluarga Bara saling melempar senyum begitu pula Tuan Dion.
sesampainya di kamar Bara. pengawal itu berkata.
__ADS_1
" Nyonya. anda di minta untuk menunggu tuan muda disini, nanti tuan muda akan datang"
Meera langsung mengangguk lalu duduk diatas Sofa besar disana. Meera mengelus perutnya hatinya sangat bahagia. sebentar lagi semua orang akan tahu bahwa dirinyalah istri dari Bara Suryatama. dan Anak yang dikandungnya akan menjadi pelengkap keluarga kecil mereka.
untuk Aurel.. jelas Aurel berada di sana bersama Mama Martha. Bara yang mendapatkan info tentang kedatangan Meera pun segera menghampiri istrinya dikamar.
melihat istrinya sedang duduk di sofa sambil menatap ke cendela luar pun Bara menyunggingkan senyumnya. perlahan ia mendekati istrinya dari arah belakang lalu merangkulkan tangannya kepundak istrinya itu.
"sudah datang hmm" kata Bara menjatuhkan kepalanya di tengkuk Meera.
"aaa.. tentu aku datang" jawab Meera
"apa pestanya sudah dimulai?" tanya Meera
"hmm.. tentu.. aku sangat cantik malam ini. tidak kah kau lihat" jawab Meera mencandai Bara.
"aaah.. kau menggodaku.. apa kita harus melakukannya sekarang?"
"oh. tidak.. aku tidak menggoda mu sama sekali" kata Meera sambil membalik badannya dan menangkup wajah suaminya.
"baiklah.. aku akan kebawah. tamu-tamu pasti mencariku. tunggu disini ya" kata Bara sembari menenggelamkan wajah Meera pada dada bidangnya. meera hanya mengangguk nurut.
__ADS_1
Bara lalu keluar kamarnya. saat ia menuruni tangga ia bertemu dengan Reza yang juga datang. Reza langsung memeluk Bara hangat.
"selamat ulang tahun Brother.." kata Reza.
" terimakasih.. apa kau datang sediri?" tanya Bara
"iya.. mau siapa lagi.. wanitaku telah kau rebut" canda Reza
"kurang ajar" kata Bara sambil tersenyum.. mereka melempar canda satu sama lain..
sementara di pintu belakang gerbang mansion telah bersiap orang-orang suruhan Aurel untuk bersiap menculik Meera. agar acara pengenallan menantu sah keluarga Surya gagal. dan dirinya masih punya kesempatan untuk berebut dengan Meera.
Bara pergi menyapa tamu lainnya. meskipun dalam mode Ramah tapi kesan dinginnya tak pernah tertinggal hingga semua tamu pun mengagumi sosok Bara, kado-kado mahal pun tampak menggunung di sudur ruangan itu. tentu barang-barang bernilai tinggilah yang ada disana.
Acara inti pun di mulai.. saatnya Bara memberikan sambutan.. dan semua orang menikmati dan mendengarkan semua ucapan yang terlontar dari bibir Bara.
hingga tiba saatnya ia mengumumkan bahwa ingin mengenalkan kepada semua orang bahwa ia telah menikah dan memiliki seorang istri.
Bara memberikan kode untuk menjemput Meera pada salah satu anak buahnya. Bara tampak tersenyum bahagia. sebentar lagi.khalayak ramai akan tahu siapa pendampingnya. namun menit demi menit berlalu Meera tak kunjung datang. hingga Bara mulai berfikiran yang tidak-tidak.
"kemana Meera" itu kata yang terucap dari hati Bara.
__ADS_1
semua orang pun heran tapi tak ada 1 pun yang berani membuka suara hingga keadaan menjadi hening. Disaat itulah Nyonya Martha menggandeng Aurel untuk naik keatas podium. dengan Gaun yang dipakai aurel warnanya serasi dengan jas Bara tampak sekilas mereka adalah pasangan. Bara bahkan tak menyadari bahwa Aurel kini berada di sampingnya. saking pikirannya telah kalut oleh Meera yang tak kunjung datang. Sontak kehadiran Aurel yang memasang wajah senyum bahagia membuat para wartawan pun mengira bahwa Aurel lah Nyonya muda keluarga Surya.
semua wartawan dan tamu yang hadir mengambil foto mereka dari berbagai sisi. Bara merasa harus mencari Meera ia pun segera mengakiri dengan mengucapkan terimakasih. dan langsung berbalik menuju kekamarnya... Tuan Dion tampak menaruh curiga tentang ketidak hadiran Meera.