Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
menolong Reza


__ADS_3

"emm. itu aku tadi melihat Aurel apa kalian mengundangnya?" tanya Meera, dengan tangannya menahan kepala Bara yang bersender di pundaknya sambil menepuknya pelan agar Bara semakin nyenyak tidurnya dan tak mendengarkan pembicaraannya


"tidak" jawab Adit


"aaahh mungkin karena melihat Aurel menempel terus pada tuan muda mangkanya Meera tadi menghilang" batin Adit.


"yang benar, jangan membohongiku Adit"


"sungguh Nona aku tidak berbohong"


"Aurel bilang tadi pagi ia menemui Bara di kamar, kau pasti tahu, apa itu juga benar?"


"kalau itu benar Nona"


seketika Meera melotot mendengarkan jawaban Adit. ia lalu melirik Bara kesamping dan mendengus kesal.


"Bisa-bisanya semalam tidur denganku dan paginya menemui Aurel" batin Meera.


"apa yang mereka lakukan" tanya Meera


"Tuan Muda mengusir Aurel"


"hahh???????" Meera kaget. seakan hatinya ingin melompat mendengar Bara mengusir Aurel.


"kau tahu, tadi ia mengancamku di toilet. mengancamku jika aku tidak meninggalkan suamiku maka dia akan melukai adiku, huhh... coba saja jika berani. jika ia ingin melihat siapa aku sebenarnya" kata Meera kesal.


"memang siapa kau nona" goda Adit setengah tertawa melihat ekspresi Meera dari kaca


"aaaaiisshhh kau ini.. Aku Phoenix. jika aku mau, aku bisa melenyapkan kuman itu" kata Meera sambil mencubit pundak Adit.


"aaashhh.. tenagamu kuat juga nona" kata Adit meringis sambil memegang pundaknya. tanpa disadarinya Bara tak benar-benar tertidur hingga ia mendengarkan semuanya. melihat Meera bercanda dengan Adit membuatnya Cemburu.


sesampainya di kota asalnya Bara bangun dan malah bergantian Meera yang tertidur hingga Bara harus menggendongnya. sepanjang jalan menuju kekamarnya Bara selalu menciumi meera dalam pelukannya. hal itu sukses membuat Adit kepanasan. jiwaa jomblonya keluar..


1 Bulan berlalu. Keadaan dan aktivitas kembali normal Meera sibuk mengurus suaminya dan sekelai mendatangi tokonya. Dan Bara juga sibuk memperluas jaringan bisnisnya hingga penjuru dunia. semakin hari kekayaan Bara semakin bertambah. dan anehnya Meera sangat cuek tentang hal itu. ia tak mau ikut campur sama sekali. ia hanya menerima uang bulanan sebesar 2M saja sudah membuatnya bingung bagaimana nanti ia akan menghabiskannya.

__ADS_1


tiba saatnya 2 minggu lagi adalah hari ulang tahun Bara yang bertepatan dengan ulang tahun WS Corps. tentu akan di rayakan besar-besaran mengingat keluarga Bara adalah pebisnis no 1 di negara ini.


Meera janjian makan malam dengan Bara yang baru saja tiba dari luar negri karena urusan bisnisnya. Bara menunggu Meera di sebuah restoran Mewah. Meera bersikeras tak mau dijemput oleh supir ia mau berangkat sendiri akirnya Bara pun menyetujuinya. Bara bersama Adit menunggu Meera di restoran sambil mengerjakan beberapa pekerjaan yang tertunda.


waktu sudah menunjukan pukul 20.00 Meera mengendarai mobilnya dengan santai hingga ia melihat sebuah mobil mewah dimana seperti mengalami kendala karena di cegat oleh beberapa preman. Semakin dekat Meera melihat pria yang pernah di lihatnya sebelumnya. Meera semakin mengenali pria yang sedang di todong oleh senjata api itu sambil mengangkat tangannya.


"Reza..." batin Meera.


entah apa yang di fikirkan Meera. Meera memberanikan diri untuk berhenti tepat di belakang mobil Reza. sorot lampu Mobil Meera menyilaukan preman-preman itu. Jelas saat ini Reza dalam bahaya.


Meera memutuskan untuk menelfon Lexa untuk meminta bantuan.


dengan cepat Lexa langsung mengangkatnya.


"Sa.. the black eagle" Meera langsung menutup teleponnya. sedangkan disebrang sana Lexa mengumpat keras keras. karena merasa Meera dalam bahaya.


Meera dengan santai melangkah keluar dari mobil.


Reza menatap Meera bingung bagaimana bisa Meera ada disini.


"lepaskan dia. mau apa kalian" kata Meera datar. tak tampak sedikitpun ketakutan melihat hampir 10 orang yang berada didepannya membawa senjata api.


"jangan mendekat Meera. Pergi!!" teriak Reza.


Meera malah melangkah maju.


"stop Meera!!!" teriak Reza dan sebelum ia menutup mulutnya Reza sudah di tonjok oleh salah satu preman itu.


Buuughhh...!! darag segar mengalir di bibir Reza.


Meera menatap Reza seperti itu semakin membangkitkan jiwa yang terpendam selama ini.


"jangan pukul dia brengsek!!" bentak Meera.


Dooorrr!!! salah satu preman itu menembak tanah persis didepan Meera. namun Meera tak bergeming sama sekali. ia malah menampakan senyum sinisnya.

__ADS_1


"ada apa Reza sampai dikepung orang begini" batin Meera.


Salah satu preman berusaha menghalangi Meera yang semakin berjalan mendekat. namun ketika preman itu hendak menyentuhnya Meera dengan cepat mengelak dan berbalik menyerang preman itu dengan ilmu karatenya. Dengan mudah preman itu dilumpuhkan bahkan senjata api berasil direbutnya. Reza menatap tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"berhenti disana nona!! kami bisa saja membunuhmu sekarang!!" kata preman yang tengah menodongkan pistolnya pada Meera.


"lepaskan dia atau kau akan menyesal" kata Meera


BUGHHH!!!" Preman itu kembali menendang perut Reza hingga Reza tersungkur. Meera emosi melihatnya. ia lalu menembak tepat di bawah slakangan preman yang berdiri tak jauh dari Reza.


"apa kau gila!!! pergi jangan ikut campur!" bentak preman itu


tak lama kemudian Meera mendengar suara beberapa mobil di belakangnya. dan benar saja Black eagle datang. 10 orang datang dengan wajah gaharnya.


melihat Meera yang menggenggam pistol membuat para pasukan Black Eagle tak mau berkompromi. mereka segera membereskan orang-orang itu dan dengan cepat preman-preman itu sudah mendapatkan gelar jenazahnya. Sedangkan Lexa sudah tampak sangat emosi. melihat Meera menggunakan senjata api itu adalah pertanda bahwa seseorang telah membangunkam jiwa Meera yang lama ia pendam. dan itu bukanlah pertanda baik.


Reza yang jatuh tersungkur pun kini dibantu para anggota mafia itu dan dibawanya kerumah Lexa.


"bagaimana kau bisa terlibatbkeadaan seperti itu" tanya Lexa dengan kesal.


"aku mengenal pria itu, namanya Reza. ia yang mengobati Rangga ketika cidera"


"lantas kenapa ia bisa berurusan dengan preman-preman sialan itu"


"aku juga tidak tau. aku hanya lewat. dan tak sengaja melihatnya di pepet preman-preman itu dengan menodongkan pistolnya"


"kau ini bodoh apa gila. mereka bisa saja membunuhmu tadi. kenapa kau tidak menunggu bantuan ku dulu baru bertindak" ucap Lexa kesal


"keburu meninggal Reza jika aku menunggumu" kata Meera setengah bercanda. ia tau Lexa sangat menyayanginya dan mengkhawatirkannya


Meera dan Lexa mengikuti mobil yang membawa Reza hingga rumah Lexa. sesampainya di sana Lexa segera meminta pelayan untuk membersihkan Reza. sedangkan waktu sudah menunjukan pukul 22.00 bahkan Meera melupakan makan malamnya dengan Bara.


Bara uring-uringan disana. Meera tak menjawab telfonnya sama sekali.


"kemana kau Meera....."

__ADS_1


__ADS_2