Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
Lebih Baik kalian Bercerai


__ADS_3

Setiap hari Meera selalu menanyakan kabar Bara pada Lexa namun jawaban Lexa tetap sama yaitu bilang bahwa Bara sedang ada rapat di luar negeri dan hal itu dimaklumi Meera. Meera tak menaruh curiga sedikitpun. Hingga sudah 3 hari Meera di rawat di Rumah sakit akirnya ia diperbolehkan pulang namun Lexa mengajak Meera pulang ke mansion nya karena mengingat akan keamanan Meera juga.


"Kenapa aku tidak pulang ke mansion Bara saja sa?" tanya Meera yang sedang duduk di kursi roda dan di dorong masuk ke rumah oleh Lexa.


"kau mau sendirian disana? suamimu sedang tidak ada dirumah. siapa yang akan menjagamu dan malaikat kecilmu?" kata Lexa


"Ahh.. ya kau benar.. besok kalau Bara sudah pulang pasti dia kesini kan?" tanya Meera


"Jika ia tak kesini aku antarkan kau kesana" jawab lexa Asal.


Meera di perlakukan bak putri raja di kediaman Lexa setelah beberapa hari berlalu. Meera sudah tampak lebih baik. ia sudah bisa melakukan aktifitasnya kembali dan bayi dalam kandungannya juga semakin kuat dan sehat. Makanan yang di berikan Lexa semua mengandung vitamin yang menyehatkan. Lexa begitu menyanyangi Meera.


Namu sebenarnya terbesit pertanyaan kenapa Bara samasekali menghubunginya


"Apa daddy mu terlalu sibuk?" tanya Meera pada janinnya sambil menatap lurus kearah taman belakang mansion Lexa.


Lexa meminta seorang dokter kandungan terbaik untuk memeriksa Meera di luar sepengetahuan Reza karena Meera dan Lexa masih merahasiakan semuanya pada Reza.


hingga tiba Saatnya Meera menangis sendirian di kamarnya karena merindukan suaminya itu yang telah lama tak dilihatnya. Diam diam Lexa mengamati Meera dari belakang pintu. Hati Lexa serasa sakit melihat sahabatnya bersedih


"apa yang harus aku lakukan Meera.. suamimu begitu tak perduli denganmu. bagaimana aku mengatakannya padamu" kata Lexa.


hingga keesokan hari ya Lexa sudah mendapatkan informasi Bara berada di kantornya. Lexa akan membawa Meera menemui Bara. bagaimanapun ia tak tega melihat Meera tiap malam diam diam menangis merindukan suaminya yang tak kunjung menghampirinya.


"Bersiap lah kita akan ke kantor Suamimu.." kata lexa. sontak Meera begitu bahagia medengarnya.


Lexa sudah menyiapkan pengawalan di sekitar gedung WS Corps. mengingat Aurel masih dengan bebas berkeliaran diluar ia tak ingin kejadian kemarin terulang lagi.


didalam mobil Meera berkata.


"saa.. nanti aku temui Bara sendiri yah.. kau bisa pergi jika aku sudah masuk" kata Meera


tak ingin berdebat dengan Meera, Lexa pun meng iyakan permintaan Meera namun Lexa tidak akan benar benar pergi. ia akan tetap menunggu Meera


Meera dengan senyum merekah di wajahnya pun dengan semangat akan bertemu Bara. Meera masih tidak tau akan apapun yang terjadi. Lexa sudah menempatkan orangnya berjaga di sekitar Meera. ia memantau dari dalam mobil.


Meera yang menggunakan sepatu cats dan dipadukan dengan dres longgar dan riasan wajah yang tampak teramat cantik pun menyita semua perhatian disana. Meera telah lama tak bekerja maka dari itu ia pun dengan ramah menyapa setiap orang yang ditemuinya.


"Aahh. Bara pasti senang sekali bertemu denganku" kata Meera.


Meera menuju jalur khusus yang dimiliki Bara tidak semua orang bisa masuk kesana.


hingga anak buah Lexa oun tak bisa mengikuti Meera kesana.

__ADS_1


ketika Meera hendak menaiki lift. Meera terperangah karena didalamnya ada Aurel dan Ibu mertuanya. dengan kasar ibu mertuanya keluar dan menampar pipi Meera


plaaakkkkk....


"Dasar wanita tidak tahu malu!!!!" kata ibu Bara


Meera yang tak siap mendapat tamparan begitu terperangah atas panas yang ada dipipinya.


"Maksud mama apa?" tanya Meera sambil memegangi pipinya.


dan Aurel terus memakinya. Aurel kesal sekali rencananya membunuh Meera rusak begitu saja.


Aurel mendorong Meera hingga meera terhuyung dan pelipis Meera menghantam tembok yang mana membuat darah keluar dari ujung pelipis Meera.


Shinta yang tak sengaja lewat karena ia habis dari ruangan Adit dan Adit menyuruh sinta menggunakan jalur itu agar cepat sampai. Shinta disana pun berteriak melihat aurel mendorong Meera begitu kerasnya. dan melihat Meera terbentur tembok lalu terduduk begitu kerasnya di lantai


"Astaga.. Meeraaa!!" teriak Shinta yang langsung berlari menghampiri Meera dan memapah Meera untuk berdiri namun Meera mengerang kesakitan di bagian perutnya.


dan tanpa rasa berdosa Ibu mertuanya dan Aurel pergi meninggalkannya begitu saja.


"Heeiiiii apa yang kalian lakukann!!" teriak Shinta begitu berani


Aurel pun membalikan badannya


"Kau berani berteriak padaku? kau tahu siapa aku?" kata Aurel


Aurel yang hendak meladeni Shinta pun ditarik menghindar oleh Ny. Martha.


"Aahh.. sakit.." kata Meera sambil memegangi perutnya.


Shinta langsung memapah Meera keluar dari gedung menggunakan jalur rahasia di gedung itu. Meera menurut Shinta.


Shinta membawa Meera kerumah sakit Reza. dalam perjalanan shinta terus menenangkan Meera yang merintih kesakitan. dan ada sedikit darah yang keluar dari bagian bawah Meera.


sesampainya di rumah sakit Reza tak sengaja bertemu mereka. Reza begitu kaget melihat Meera sudah berada di ranjang dorong. Reza langsung menyusul Meera dan mengambil alih penanganan Meera. Reza begitu terkejut mengetahui Meera hamil. untung saja bayinya begitu kuat dan baik baik saja. dan luka pada pelipis Meera juga sudah di perban, diluar ruangan Shinta menunggu dengan cemas.


"Dok bagaimana dengan sahabat saya dok?" tanya Shinta dengan menangis


"baik. apa kau tahu dia hamil?" tanya Reza


"hah??? hamill?? aku Tidak tahu. kami lama tak bertemu aku mencarinya kemana mana tapi tak menemukan" jelas Shinta.


Reza langsung menghubungi Lexa.

__ADS_1


"Bagaimana caramu menjaga Meera hah??" bentak Reza karena kesal dengan Lexa. Lexa sendiri yang berjanji padanya akan menjaga Meera. namun kini Meera terluka lagi.


Lexa langsung mematung disana begitu mengangkat telepon ia langsung di bentak Reza.


" Meera ada bersama ku di Rumah sakit" kata Reza langsung menutup telfonnya.


Shinta menunggui Meera di ruang inap VVIP..


Shinta mendapat telepon dari teman temannya dikantor ia tak menggubrisnya. ia sudah tahu setelah ini ia akan dipecat karena meninggalkan kantor dijam kerja. tapi ia tak perduli dengan semua itu. dalam hidupnya hanya Meera yang baik padanya. ia sudah tak punya keluarga satu pun. dan memiliki sahabat sebaik Meera. tentu Sehinta tak mau menyianyiakannya.


Lexa dengan cepat menuju ke RS. disana ia langsung mendapat tatapan tajam dari Reza yang berdiri di samping Meera yang tengah tertidur lelap.


"Rez... aku.." kata Lexa terpotong


"Lain kali jika ini terjadi lagi aku akan membawanya" kata Reza langsung melangkah keluar.


shinta hanya mematung disana karena ia pun tak faham dengan kondisi saat ini


"Hai.. aku shinta teman Meera" kata Shinta sambil mengulurkan tangannya


"Hai, Lexa"


"bagaimana ini terjadi?" tanya Lexa sambil memegang punggung tangan Meera


Shinta pun menceritakan semuanya. Lexa begitu geram mendengarnya


"Jika bukan karena anak yang kau kandung sudah ku bunuh Aurel dengan tanganku sendiri Meer.." kata Lexa dalam hatinya


Shi ta ya g melihat perawakan Lexa pun bergidik Ngeri. Lexa tak seperti wanita pada umumnya. ia memiliki Aure yang menyeramkan.


"Terimahasih sudah membantu Meera" kata Lexa


"Bukankah kau juga sahabatnya. jadi bisakah aku menganggap kau sebagai sahabatku" kata Shinta dengan senyum manisnya sambil mengulurkan tangannya.


Lexa tampak tersenyum hangat pada Shinta.


"Baiklah.." kata Lexa.


Setelah beberapa lama kemudian Meera tersadar. dan langsung mengusap perutnya.


"Bayiku" kata Meera. Lexa pun langsung menenangkannya.


"dia sangat kuat.. jangan khawatir. maafkan aku yang tak bisa menjagamu" kata Lexa.

__ADS_1


"Ngomong apa sih. bukan salahmu. aku saja yang tidak hati-hati"


sedangkan Reza yang sudah mendengarkan semuanya dari Shinta pun langsung pergi ke gedung WS Corps untuk menemui Bara. ia tak bisa membiarkan hal ini berlanjut. jika memang Bar atak mau lagi bersama Meera ia akan meminta Bara untuk menceraikannya.


__ADS_2