Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
perkasa


__ADS_3

sesampainya di mansion Bara membaringkan Meera di ranjangnya. sedangkan Bara membersihkan badannya ditoilet. Adit malam ini tidur di mansion Bara. dan tidur diruang tamu.


didalam kamarnya Adit masih tak oercaya dengan apa yang dilihatnya tadi. ia segera menelfon orangnya yang membereskan sisa perkelahian tadi.


"Bagaimana? sudah beres?" tanya Adit


"Sudah tuan muda. dan saya pastikan tidak akan ada jejak" kata orang suruhannya. aditpun menghela nafas panjang lalu menutup panggilannya.


"Ya Tuhan.. sudah sangat lama sekali aku tak melihat kemarahan seperti itu dari tuan muda" Batin adit sambil memejamkan matanya.


sedangkan Bara yang sudah selesai mandi segera menghampiri Meera yang masih tertidur.


memandangi wajah cantik istrinya membuatnya tenang.


"Tidak akan aku biarkan siapapun menyakitimu Meeraku" kata Bara sambil mencium pipi Meera.


Meera menggeliat. namun balik tidur lagi. Bara pun gemas dibuatnya.


"coba saja kau tidak tidur, pasti malam ini kita habiskan sampai pagi" kata Bara sambik membaringkan tubuhnya disamping Meera.


Pagi hari Meera terbangun lebih dahulu. Meera mengerjapkan matanya. Merasakan perutnya berat karena dipeluk Bara. Meera pun melihat wajah tenang yang tidur di sampingnya.


namun ia segera manyadari bahwa ini bukan hotel disini adalah kamarnya di mansion Bara. Meera mengucek matanya untuk memastikan


"Hah.. ini bukan di hotel. ini di mansion.." kata Meera.


"bagaimana aku bisa sudah ada disini" kata Meera.


Meera pun segera bangun dan mandi. setelah mandi dia pun melihat Bara masih tidur.


Meera pun segera membangunkan Bara.


"Bara bangun.." kata Meera. dengan cepat Bara membuka matanya. mekihat istrinya yang masih mengenakan handuk yang melilit badannya pun pandangan Bara langsung cerah.


Bara langsung duduk di depan Meera.


"apa?" tanya Bara


"kita kok ada disini? gimana caranya aku tiba-tiba berpindah tempat" tanya Meera


"kamu yang mindahin aku?" sambung Meera.

__ADS_1


"kurang kerjaan banget,. kamu tuh berat mana mungkin aku kuat gendong kamu" kata Bara berbohong.


"hah?? terus gimana caraku sampai sini. masa aku tidur sambik jalan?" tanya Meera sambil menatap suaminya


"adit yang gendong. dia ada di bawah" Bara berbohong.


"uwuuwuwuuw.... aku digendong Adit?? aaaa perkasa sekali Adit.. " kata Meera menggoda Bara


"Heii.. jangan memuji pria lain di depanku" kata bara tak suka mendengar istrinya berkata begitu


"huh.. apa boleh buat. suamiku sendiri tidak cukup perkasa untuk menggendongku." kata Meera


"mending kamu mandi gih. biar keliatan sedikit ganteng hehe" ledek Meera


Bara yang mendengar Meera berkata seperti itu pun tak senang. ia pun segera berdiri dan menggendong Meera menuju ke toilet.


"eh eh. mau apa ini" kata Meera sambil memukul dada Bara


"mau ku tunjukan bagaimana perkasanya suamimu" kata Bara sambil tersenyum licik.


terjadilah yang terjadi. Meera sampai menangis dibuat Bara. tapi Bara masih tak mau melepas Meera. mendapat serangan pagi hari benar-benar membuat Meera merasa lemas. apa lagi selama satu jam Bara terus menghajarnya.


"kurang ajarrr.. masih pagi badanku sudah sakit semua" batin Meera sambil duduk di kursi riasnya.


Bara yang keluar dari kamarmandi hanya dengan berbalut handuk pun mengampiri Meera dan memeluknya. Meera risih dengan rambut basah Bara.


"ih keringin dulu!!!" kata Meera


Tidak di gubris dengan Bara. Bara masih terus mencium leher Meera dari belakang. Meeea benar-benar risih. dia pun berbalik menatap Bara.


"jangan gini teruss!!! kamu tu makin hari makin nyebelin tau ga" kata Meera kesal.


"siapa suruh memuji pria lain didepanku" kata Bara


"emang bener kok. Adit kuat buktinya gendong aku dari kota kemarin kesini berarti dia lebih perkasa dibanding suamiku yang gak kuat gendong aku" mata Meera.


"baik. akan ku tunjukan lagi gimana perkasanya suamimu" kata Bara dan langsung mengangkat Meera dan di tindihnya di ranjangnya.


"aaaaa mau apa lagiiiii" jerit Meera. karena pinggangnya saja masih sakit


"mau itu" kata Bara melirik dada Meera

__ADS_1


"dasar gilaa.. barusan selesai sekarang minta lagi" kata Meera kesal. lagian siapa yang tahan jika berada dikamar bersama wanita seseksi dan secantik Meera.


tanpa aba-aba Bara melakukannya lagi dan lagi. benar-benar kali ini Meera sudah tidak ada tenaga dan benar-benar K.O. Meera memejamkan matanya diranjang dan Bara segera membersihkan Diri.


setelah itu Bara dengan wajah berseri-seri turun menemui Adit. Adit yang melihat Bara pun tak bisa berkata-kata. bagaimana bisa semalam melenyapkan 3 orang dan sekarang dia bersikap biasa saja. tapi adit tidak berani menanyakan hal itu kepada Bara.


"tuan pesawat akan berangkat 2 jam lagi" kata Adit.


"baiklah. mana file yang harus ku priksa?" tanya Bara dan adit segera menyerahkan file nya dan Bara memeriksanya dengan teliti.


"ada penghianat di perusahaan cabang tuan" kata Adit.


"Berani sekali. kita selesaikan nanti sekalian ingin ku temui sendiri orang itu" kata Bara.


Dikamar Meera sudah selesai mandi dan merasakan badannya yang sudah sakit semua. dalam hatinya terus memaki habis suaminya.


Meera berjalan menuruni anak tangga dan dia tidak memakai baju kerja. dia tak bisa berangkat kerja dengan badan yang seperti ini.


disana Meera melihat Bara dan Adit sedang berbincang. Meera yang kesak dengan Bara pun memilih duduk di samping Adit. Bara yang melihatnya pun tak suka.


"untuk apa duduk disana?" tanya Bara


"gapapa dong aku mau berterimakasih sama Adit. Adit makasih ya udah gendong aku mindahin aku kekamar." kata Meera.


Adit tak mengerti keadaan pun melirik Bara. namun Bara memberi isyarat untuk mengangguk.


"sepertinya meera tidak tahu kejadian semalam" batin Adit.


"sudah kann terimakasihnya, ayo kemari" kata Bara sambil menjentitkan tangannya


"cih ga akan. aku disini aja sama Adit" kata Meera malah menggandeng tangan Adit.


Adit uang digandeng Meera pun malah senang.


"haha sepertinya Tuan Muda akan cemburu besar" Batin Adit.


"Mau mengulangi lagi yang tadi sayang?" tanya Bara dengan tatapan nakal kepada Meera.


Meera pun mendengarnya bergidik.


"huh.. menyebalkan" kata Meera sambil berjalan menunju ruang makan

__ADS_1


__ADS_2