
Bara dan Meera kini sudah berada di mansion. Banyak sekali pertanyaan yang ingin ditanyakan oleh Bara kepada istrinya itu. tapi ia membiarkan Meera mandi dan bersih-bersih diri dulu. ia akan menanyakan semuanya nanti. meningat ini adalah malam minggu ia akan dengan bebas menanyakan semuanya sampai pagi.
"kemari" kata Bara dingin yang kini duduk bersender di ranjang mewahnya.
Meera sudah tau apa yang akan di tanyakan Bara. ia pun menuruti printah suaminya yang kini sudah terlihat aneh itu. Meera lalu duduk didepan suaminya. Bara lalu menarik Meera dalam pelukannya.
"hah.. malah dipeluk ku kira dia akan marah" batin Meera.
"ada yang ingin kau jelaskan dengan kejadian tadi?" tanya Bara sambil menepuk punggung Meera. ia berusaha keras agar tak tersulut.
"emm. emm.. tidak ada. dia hanya teman yang menolongku waktu aku kabur kemarin" kata Meera gugup.
"oh.. siapa phoenix?" tanya Bara
"enmm.. itu.. aku"
"kenapa kau dipanggil Phoenix?"
"hanya panggilan akrab saja, kau tidak usah khawatir"
"siapa perempuan tadi?"
"temanku Lexa. adik nya kak samudra"
"apa hubungan lexa dengan pria berjas hitam tadi?"
"mereka pengawalnya"
"lalu apa hubunganmu dengan mereka? apa yang dimaksud misi? kenapa wanita tadi bilang harusnya kau juga ikut kedalamnya" tanya Bara semakin mendalam.
merasa pertanyaan suaminya semakin mengintimindasi Meera berusaha untuk mengalihkan permbicaraannya. dan melepaskan pelukan suaminya.
"ahh aku lupa lukamu belum di bersihkan. aku bersihkan dulu ya" kata Meera hendak berdiri. namun Bara menahannya.
"jangan mengalihkan pembicaraan lukaku sudah sembuh" kata Bara.
__ADS_1
"emm. aku tak bisa menjelaskannya, jangan bertanya lagi aku mohon" kata Meera
"mana mungkin aku menceritakan bisnis gelap itu dan bagiamana nanti pikirannya jika aku juga tersangkut pada lingkaran itu" batin Meera.
"apa aku sudah bukan suamimu?" tanya Bara menatap tajam Meera
"ih ngomong apa sih. gak baik tau ga ngomong kayak gitu" jawab Meera.
"katakan, dan ceritakan. aku tak mau ada rahasia diantara kita" jawab Bara
"matiii aku.. gimana inii" batin Meera.
"masih tidak mau cerita?" tanya Bara
"aaaahh gimana mau cerita.. mau dari mana aku menceritakan saja aku bingung" batin Meera
"baik terserah kau saja. aku tidur di kamar sebelah" kata Bara mengancam Meera dan hendak berlalu Meera masih mematung disana.
"okeee aku cerita. tapi jangan marah dan jangan berfikir aneh-aneh. janji dulu" kata Meera menahan lengan suaminya.
Meera menceritakan tentang Bisnis gelap yang di ketuai oleh Samudra Xu didalam dan diluar negri. Meera juga menceritakan tentang dirinya dan Lexa bagaimana ia bisa sampai terjerumus kedalam lingkaran itu bahkan sejak ia SMA. Bisnis apa saja yang di lakukan. dari keamanan. penyelundupan senjata api dan barang-barang ilegal. Serta peretasan situs-situs berharga dari berbagai bidang yang sering dilakukan oleh Samudra Xu demi melebarkan sayapnya. dan semua itu membuat Ekspresi Bara berubah pias. Bara memijit pelipisnya. tak habis pikir bagaimana bisa istrinya terjerumus dalam lingkaran itu.
"ceritakan lagi bagaimana kau bisa masuk kedalam bisnis gelap itu" kata Bara sambil memejamkan matanya dan memijit pelipisnya.
"aku dan Lexa memiliki kemampuan setara hacker dan awalnya aku diajari oleh kak sam.. aku bisa meretas situs berharga dan keamanan software perusahaan manapun didalam dan diluar negeri. dan ketika aku membobolnya aku akan memberitahukan pada perusahaan itu dan memberikan anti firusnya. jika mereka tidak mau membayarku maka akan ku rusak situsnya dan akan aku kirimkan virus-virus penghancur hingga perusahaan itu memberikan kompensasi besar kepadaku dan lexa. dan dari uang itu kak sam lexa dan aku iseng-iseng mencoba bisnis gelap itu, namun kak Sam malah merintis dan membangun mafia The black Eagle ini hingga menjadi sebesar ini. namun kemampuan ku ini tak pernah lagi ku gunakan. terakir adalah ketika aku lulus SMA, tolong percayalah padaku aku sungguh sudah tidak pernah ikut andil lagi dalam bisnis ini, bahkan kemampuanku itu sudah tak pernah lagi aku gunakan" kata Meera mencoba menjelaskan.
Bara semakin pusing mendengar penjelasan istrinya ini. tak disangka istrinya yang terlihat elegan adalah salah satu perintis mafia terbesar di asia.
"astagaa... bisa gila aku lama-lama.. kenapa kau menyembunyikan hal seperti ini dariku" kata Bara sambil mengacak rambutnya
"aku berfikir aku sudah meninggalkan lingkaran itu lama. aku kira aku sudah terbebas. ternyata tidak. mereka masih menganggapku dan masih memasukanku dalam anggota mafia itu dan untuk Phoenix itu panggilan samaranku ketika aku dulu meretas situs-situs berharga. aku login menggunakan id Phoenix" jalas Meera
"aku bingung harus menanyakan apa lagi padamu, banyak sekali pertanyaan tapi aku bingung harus menanyakan dari mana" kata Bara kehabisan kata-kata.
"siapa saja yang tahu tentang keterlibatanmu dalam dunia itu?" tanya Bara
__ADS_1
"hanya kak sam, lexa, aku dan orang kepercayaan mereka, kau tahu 5 orang tadi adalah orang kepercayaan kak sam dan masih ada sekitar 25 orang lagi dirumah kak sam yang posisinya sama seperti mereka. dan setiap orang membawahi ratusan bahkan ribuan anak buah dalam berbagai bidang. Narkoba, senjata tajam, bom, dan lainnya. hanya petinggi The Black Eagle yang tahu tentangku, sedangkan para bawahannya tidak tahu sama sekali. bahkan jika bertemu dijalan pun mereka juga tidak akan tahu" jawab Meera
"sepenting itukah kedudukanmu dalam mafia itu?" tanya Bara. Sedangkan Meera hanya menganggukan kepalanya saja
"aku minta tolong padamu, bawalah Rangga ketempat yang aman, aku sudah tidak mungkin bisa keluar dari lingkaran itu, Kak Sam selalu mengharapkan Rangga yang akan menjadi penerusnya. menjadi ketua The Black Eagle. sungguh aku tak menginginkan itu. setengah mati aku menjauhkan Rangga dari lingkaran itu. tapi Rangga begitu menyayangi kak Sam. apapun yang di perintahkan kak sam akan selalu diturutinya. meskipun aku tahu kak sam tidak akan pernah membiarkan Rangga dalam bahaya" kata Meera.
"apaa??? dia mau membawa adiku kedalam dunia menjijikan itu? tidak akan aku biarkan sampai kapanpun!!" kata Bara emosi.
"tolonglah Rangga.. aku khawatir jika dia tergiur ajakan kak Sam. dulu yang mengajari rangga bela diri dan hobi trail juga menembak adalah kak sam. dan sekarang kau lihat sendiri betapa mahirnya Rangga dalam bidang itu. bahkan Rangga sangat cerdas. kemampuan IT nya bahkan jauh diatasku dia bisa dengan mudah meretas dan merekayasa lalu lintas juga CCTV dimanapun ia berada" jelas Meera.
Bara semakin pening dibuatnya.. ia mengacak rambutnya kasar.
"satu-satunya cara membuat Rangga jauh dari dunia itu hanya jika dia masuk kedalam dunia Militer" batin Bara.
"baiklah aku kan mengarahkan Rangga kearah yang tepat. janji padaku. jangan pernah ikut campur lagi dalam bisnis gelap itu. kau tahu itu sangat berbahaya" kata Bara sambil mengusap rambut Meera. meera pun mengangguk senang ternyata Bara tidak marah padanya.
"pertanyaan terakir malam ini, apakah titahmu sangat berpengaruh terhadap orang-orang di bawah kekuasaan geng mafia itu kulihat orang-orang tadi sangat tunduk padamu?" tanya Bara.
"kak sam memberiku kebebasan hak untuk memerintahkan semua anak buah di dalam geng itu dan mereka tak akan berani menentangku jika tidak ingin di bunuh oleh kak sam" jawab Meera.
"astaga... istriku semengerikan ini ternyata" kata Bara.
"apa kau ingat official dan wasit yang curang kepada Rangga kemarin. sehari setelahnya kak sam sudah membunuhnya karena berani macam-macam dengan Rangga" imbuh Meera.
"hah??? serius?" tanya Bara. Meera hanya menganggukan kepalanya.
"aku sudah menceritakan semuanya, aku harap kau jangan membocorkan kesiapapun, karena identitas kami sangat dirahasiakan" kata Meera.
Bara berusaha mengatur emosinya yang masih sesak rasa dadanya. memikirkan Adiknya yang akan disiapkan menjadi ketua mafia terbesar di asia. memikirkan istrinya yang ternyata tersangkut didalamnya sungguh menguras emosi nya.
melihat Suaminya yang tampak pias itu pun Meera beusaha menghiburnya.
"untuk permintaan maafku aku akan bermain gitar untukmu dan bernyanyi , kau ingin mendengarkan ku bernyanyi kan" kata Meera sambil mengangkuo wajah Bara.
"baiklah. memang sepertinya aku perlu hiburan" kata Bara.
__ADS_1
"ayo ketaman" kata Meera sambil menarik tangan Bara. Bara pun hanya mengikutinya