Cinta Yang Sesungguhnya

Cinta Yang Sesungguhnya
kedatangan Aurel


__ADS_3

"Haloo tanteee... aurel kangen banget" kata aurel sambil berbaur memeluk mama Bara. Mama Bara pun menyambutnya dengan hangat karena memang ia menginginkan Aurel menjadi menantunya. mereka berdua pun langsung menuju kerumah utama keluarga Wijaya. Aurel diperlakukan seperti nona muda disana atas perinta mamanya Bara.


tuan dion yang mengetahui hanya memperhatikan. dan banyak bergumam dalam hati. selain dia ada supir nya yang mengetahui bahwa Bara sudah menikah, ia pun berguman dalam hati ketika melihat Aurel menggunkan baju yang ketat dan minim, wajah yang full make up, dan gaya bicaranya kepada pelayan di rumah ini sangat sombong, anak ini selalu berpakaian seperti itu, dan tingkahnya itu membuatku muak hmmm... Bara benar-benar cerdas menikahi Meera, cantik alami dan tidak neko-neko. Tuan dion sebenarnya hendak memberi tahu istrinya bahwa Bara telah menikah. namun dicegah oleh bara. karena Bara sendiri yang akan membawa Meera kerumahnya dan langsung memperkenalkan pada mama nya.


di tokonya Meera sangat senang sekali karena bisa kembali mengurus tokonya yang telah lama ia tinggalkan. semua karyawannya juga senang. Meera ikut merekap pesanan, bahkan menemui client yang menawarkan beberapa jenis baju. semua ia lakukan dengan senang hati. sampai tiba waktunya makan. ia pun mengajak Dela untuk pergi membeli makanan. Saat itu Meera pergi dengan berjalan kaki. ketika kembali membawa makanan untuk para karyawannya tiba-tiba Meera di hadang 2 orang yang tidak dikenalnya. orang itu memaksa menarik tas slempang Meera hingga Meera tersungkur namun belum melepaskan tasnya Meera berteriak minta tolong, sedangkan Della ketakutan sambil mengangkat tangannya di samping Meera karena salah 1 dari penjahat itu membawa pistol, 2 orang dengan pakaian biasa tiba-tiba menolong mereka. kedua orang itu menghajar sampai babak belur penjahat tadi, Meera yang ketakutan hanya diam memeluk Dela yang juga ketakutan. Setelah itu Salah 1 dari 2 orang yang menolongnya itu membawa penjahat tadi naik kedalam mobilnya. dan salah satu orang yang menolongnya pun berkata "nona tidak apa-apa?, lebih baik saya antar nona ke tujuan nona agar lebih aman" Meera pun berterimakasih dan mengeluarkan beberapa lembar uang memberikannya pada penolongnya. namun ditolak karena memang kedua 2 tadi adalah Bodyguard yang dikirim untuk menjaga Meera


meera masih shock dengan kejadian barusan. betisnya memar karena membentur aspal jalan pun tak bisa di rasakannya, ia mengatakan pada Dela untuk lebih berhati2 kedepannya. dan jangan mengatakan apa pun kepada teman-temannya yang lain takut mereka parno, hanya ia berpesan lebih hati-hati saja. setelah itu Meera pergi ke lantai 3. karena disana memang tempat istirahat yang disediakannya untuk karyawannya jika mereka lelah. ia memutuskan tidak memberi tahu Bara. takut Bara akan melarangnya ke toko lagi.


tak butuh waktu lama untuk Bara mengetahui hal yang menimpa Istrinya karena bodyguard tadi langsung menghubungi Adit tentang kejadian yang membuat Meera sampai tersungkur karena tasnya berusaha di rebut oleh penjahat. Aditpun dibuat Geram oleh Bodyguard nya. kenapa bisa telat sampai kejadian itu terjadi. sebenarnya jarak berapa kilo mereka mengawasi Meera.


"ssssiiiiall.. beraninya!!!. Bereskan sampah itu, dan cari tahu siapa di belakangnya dan apa motifnya, aku tunggu 1 jam lagi" kata Bara marah kepada Adit.


setelah itu bara menelfon Meera. berharap Meera berkata jujur padanya. namun sekian lama ia berbicara meera tak sekalipun menyinggung tentang kejadian itu. hingga Bara tak sabar untuk bertanya "kau tidak apa-apa? apa ada yang terluka?"


meera pun menjawab dengan santai "aku baik baik saja. memangnya kenapa"

__ADS_1


dia tidak akan tahu kan kalau aku berbohong. kan dia lagi jauh hehe.. maaaf bara aku membohongimu batin Meera


setelah mematikan telfonnya. Bara mendapat laporan bahwa yang menyerang Meera tidak ada yang mendalangi mereka hanya preman kampung yang berusaha menjambret tas meera. Ia pun sedikit bisa bernafas. karena ia pikir bahwa Meera di sakiti oleh orang-orang tertentu dengan maksud di dalamnya.


Bara masih kesal dengan Meera kenapa dia tak mau jujur dengan apa yang dialaminya. kalau hal begini saja di sembunyikan. apa lagi masalah yang lain. ia merasa Meera tak mempercayainya.


kesokan harinya Meera mendapat pesan dari Bara.


"jangan kemana-kemana aku pulang hari ini, masakan saja aku makanan yang enak"


kini Meera hanya memakai daster tipis panjangnya diatas lutut. menampakan kakinya yang putih namun terlihat luka lebam di lututnya. ketika ia selesai memasak ia pimun beristirahat sejenak didepan TV. dia menselonjorkan kakinya disana. "kok lututku agak ngilu ya" batin Meera sambil memijat pelan kakinya. ia lalu memanggil mbak siti untuk membawakan salep untuk kakinya.


"waduh non meera kenapa ini apa tadi waktu masak non meera terbentur atau apa, kalau tuan muda tahu kita semua bisa kena marah semua non" tanya Siti


"ih apa an sih mbak, gapapa kok. cuma gini aja apanya yang perlu di kawatirin" kata Meera mengambil salepnya lalu naik ke kamarnya untuk mandi. karena ia akan mengoleskan salepnya setelah mandi.

__ADS_1


ketika di dalam kamarnya setelah mandi. ia menggunakan baju seperti dester namun lebih kekinian bermotif bunga bunga kecil berwarna Pink. cocok sekali dengan kulit Meera. ia memakai make up tipis diwajahnya. dan sengaja tidak mengeringkan rambutnya. dibiarkannya basah agar ia tetap segar setelah mandi.


jam menunjukan pukul 13.00 . bara mendarat dengan selamat kembali kekotanya. ia segera pulang kerumah. setengah jam berlalu ia sampai di gerbang rumahnya. satpan dan pelayan memberi hormat kepadanya. namun ia tak memperdulikannya ia cepat turun dan segera mencari Meera. Kamar Meera tidak dikunci. Meera sedang mengoleskan Salep di lututnya. Bara melihatnya namun tidak bersuara. ia ingin Meera yang menceritakan sendiri tentang kejadian itu.


setelah melihat Meera selesai menggunakan salepnya dia mengetuk pintu dan masuk ke kamar. dikamar Meera langsung berlari dan memeluk Bara. Bara kaget baru pertama kali Meera seperti ini namun ia merasa senang.


"Meera apaan sih. berat kamu tuh" kata Bara. karena badan Bara memang seperti roti sobek dan sangat kuat hingga ketika meera menabarak tubuhnya ia pun tak roboh handa sedikit bergeser kebelakang tubuhnya.


"hehe maaf aku seneng kamu pulang, yasudah kamu mandi gih. trs kita makan" kata Meera sambil melepaskan pelukanya dan mengambil Tas dan jas yang di bawa Bara.


Bara pun segera masuk kekamar mandi dan segera mandi karena tubuhnya memang sangat lelah. tenaganya di forsir bebrapa hari ini.


ketika Meera meletakan Jas dan tas bara ditempatnya. ketika akan melangkah tiba-tiba ia merasakan lututnya cenuut cenuutt ngiluu..


aduuhhh.. pekik Meera sambil memegang lututnya. ia pun berjalan berhati-hati menunju sofa lalu memijat pelan Lututnya. ketika ia melihat Bara keluar dari kamar mandi ia segera menekuk lututnya di bawah meja agar tak terlihat Bara tak sengaja lututnya tertatap meja. meera pun mengaduh kesakitan. aaawww sakit..

__ADS_1


Bara melibatnya dan segera berlutut didepan Meera dan melihat kakinya. awalnya meera menolak. namun karena Bara tak berkata sepatah apapun tetapi ia melirik Meera dengan tatapn gaharnya Meera pun pasrah. karena ia takut tatapan itu.


__ADS_2